Boss Playboy

Boss Playboy
Baju tembus pandang nan menggoda.


Episode 72 : Baju tembus pandang nan menggoda.


***


Cinta makan dengan lahap, meladeni sikap aneh Keenan dia membutuhkan banyak energi, jadi jika ada makanan apalagi makanan seenak ini tentu dia akan melahapnya tanpa ampun.


Keenan suka memerhatikan saat Cinta makan dengan lahap, Cinta agak berbeda dari wanita kebanyakan, biasanya wanita yang lain akan terlihat anggun saat makan akan tetapi Cinta, dia berbeda, Cinta makan dengan sangat lahap sampai kedua pipinya kembung.


Membuat tampilan Cinta begitu imut dan menggemaskan.


"Apa sih? kenapa melihat ku seperti itu? dia juga terlihat biasa saja setelah melakukan itu kepadaku? ck, aku kesal sekali mengingat jika dia memiliki banyak sekali pengalaman!"


"Cinta, semangat lah ya! kau pasti bisa melalui semuanya, dia pasti akan bosan dengan mu!" Cinta berteriak dalam hatinya berharap Keenan akan segera bosan dan melepaskan nya.


Agar Cinta bisa hidup dengan normal, bersama kedua sahabat kocaknya.


***


Setelah selesai makan siang, mereka berdua sama-sama menikmati sunset yang dimana Waktu ternyata sudah akan sore.


Disana matahari sangat indah, berwarna jingga keemasan, angin yang lembut menyapu dengan sangat menyegarkan ke tubuh mereka.


Keenan sama sekali tidak melakukan apapun lagi, hatinya selalu berdebar sejak tadi, dia benar-benar serius memikirkan lamaran Cinta yang ingin menikah dengannya.


"Hah, jika aku setuju Menikahi nya, bisa-bisa Ibu tiri monster dan ayah gila ku akan melenyapkan nya, belum lagi Clara yang akan membuat hidupnya semakin rumit!"


Keenan dipenuhi pertanyaan di kepalanya, baru kali ini dia dilamar oleh wanita untuk menikahi nya, dan Keenan sama sekali tidak risih akan hal itu.


"Ah, masa bodoh lah, nikmati saja dulu lah saat saat seperti ini!" gumam Keenan sudah memiliki rencana super duper nakal di kepalanya.


Tentu saja baju jaring-jaring yang dia siapkan akan dipakai oleh Cinta.


***


Cinta sedang memandangi pemandangan menakjubkan pantai dan sunset yang semakin tenggelam, Keenan menggenggam tangan Cinta dengan erat.


Keenan tersenyum sangat nakal, dia belum menyerah untuk mendapatkan kesenangan duniawi bersama Cinta, bagaimana pun itulah tujuannya ke tempat ini.


"Sayang, sudah mulai gelap, ayo kita kembali ke dalam," bisik Keenan membuat Cinta terperanjat karena suaranya dekat sekali di telinga nya.


"Glek!"


"Kenapa dia membisik sih? lagian kenapa aku merasa ada yang aneh dengan tubuhku sejak tadi siang? seolah tubuhku geli dan merespon setiap gerakan dan sentuhannya, aaa! aku bisa gila karena ini!"


Cinta heran dengan dirinya sendiri, pelan tapi pasti tubuhnya seolah merespon gairah dewasa yang menggebu-gebu yang diberikan oleh Keenan.


Keenan merangkul Cinta dan membawanya masuk kedalam.


Mereka makan malam romantis di villa dengan view pemandangan menakjubkan, sejak tadi Keenan hanya senyam-senyum dan pipinya merona membuat Cinta semakin skeptis dan merasa ada yang aneh dengan lelaki ini.


Dan semuanya semakin mencurigakan saat Keenan membawanya ke kamar dan memberikan nya sebuah baju super pendek dan transparan.


"Sayang, pakailah," bisiknya melirik Cinta dengan tatapan nakal yang menusuk hati.


"Ha? ta ... tapi ini bukan baju, ini hanya kain transparan, bahkan bahannya tidak lebih baik dari lap!" Cinta tentu saja langsung ngedumel, siapa yang mau memakai pakaian aneh nan tembus pandang seperti ini.


Saat mendengar itu, senyuman menyeringai dan tatapan mengerikan nya semakin tajam, tangan kokohnya menarik tubuh Cinta hanya dalam satu hentakan.


Membuat Cinta menegang dan seperti tersengat listrik.


"A ... APA? tidak tidak, akan aku pakai, tapi jangan lakukan itu ya!" seru Cinta mengambil kain aneh itu dan berlari secepat mungkin dari cengkeraman monster yang selalu menginginkan dirinya tanpa jeda.


"Haha, aku penasaran se seksi apa dia menggunakan baju itu, kau memang jenius Keenan, tidak ada lelaki se jenius kau di dunia ini!" ketus Keenan merasa dirinya sangat pandai dalam melakukan hal hal seperti ini.


Dia melangkah dengan mantap kearah ranjang, dia hanya menggunakan piyama tidur, yang hanya diikat saja, jika dia membukanya maka semua tubuhnya akan terlihat.


Dia menunggu Cinta sembari bersandar di ranjang, dia menatap tajam langsung kearah pintu kamar mandi, dia tidak sabar melihat Cinta keluar dari sana.


***


Sedangkan Cinta di dalam kamar mandi,


"Baju apa ini? aku bahkan tidak mengerti cara memakai nya, terlalu banyak tali tak berguna!" teriaknya pelan tetapi dia tidak bisa tidak menggunakan nya.


Dan saat ia menggunakan nya, dia tidak bisa melihat dirinya sendiri di pantulan cermin, dia menutup matanya karena penampilan nya terlalu mesum dan terlalu seksi.


"Mana bisa aku mengenakan ini di hadapan orang lain! dia sengaja mengancam aku agar aku tidak menolak! lelaki bejat!" geram Cinta tidak berani keluar dari dalam kamar mandi.


Dirinya sendiri bahkan tidak berani melihat tampilan nya sendiri apalagi menunjukkan nya ke hadapan orang lain?


Baju tipis nan menerawang itu berwarna pink muda, akan tetapi transparan dan tali kecil melilit di pinggang yang menyambung baju atasan dan rok pendek ketatnya.


Seumur hidup belum pernah Cinta melihat dan mengenakan baju aneh seperti ini.


***


"Tok ... Tok ... Tok!"


Keenan mengetuk pintu dimana Cinta sudah 30 menit lebih di dalam sana.


"Sayang, ada apa? kenapa kok belum keluar sih? apakah kau baik-baik saja?" suaranya sedikit nyaring, terdengar khawatir karena Cinta belum juga keluar dari sana.


"Baik-baik saja ndas mu sialan! mana mungkin aku baik-baik saja, lebih baik aku tidur di kamar mandi ini saja dari pada memakai ini! brengsek! mesum! sialan! aaaaa!


Sembari meninju udara Cinta melepaskan kekesalannya dengan menggerutu kecil, dia semakin kesal karena sekarang Keenan sudah mengetuk pintu kamar mandi.


"Tok ... Tok ... Tok!"


Keenan sudah panik, dia mengetuk pintu sekali lagi, tetapi suaranya semakin kuat karena dia sudah benar-benar khawatir sekarang.


"Sayang, jika kau tidak keluar dalam tiga detik aku akan mendobrak pintu ini! cepat keluar! jangan membuat ku khawatir!" geram Keenan merasa ini tidak lucu jika Cinta memang sengaja tidak keluar dari dalam kamar mandi.


Merasa Keenan sudah marah, Cinta semakin panik, dia berjalan mondar-mandir dan mau tidak mau harus segera keluar, demi keselamatan hidup.


"Emm ...." suara gemetaran dan pelan sekali akhirnya terdengar dari dalam kamar mandi.


"A ... aku baik-baik saja, tapi bisakah kau menutup matamu? aku malu sekali memakai ini!" teriakan kecil dan gemetaran membuat Keenan berdebar-debar.


Pipinya memerah dan dia sudah membayangkan bagaimana penampilan Cinta sekarang ini.


***