Boss Playboy

Boss Playboy
Sayang, jangan terlalu lelah.


Episode 66 : Sayang, jangan terlalu lelah.


***


Di pulau pribadi Keenan,


Keenan yang baru saja mencium lekat bibir Cinta membuat Cinta sulit bernafas, dia memukul dada Keenan tetapi tangannya segera di tahan oleh lelaki bertubuh bidang ini.


"Aku ... aku sulit bernafas, Tu ... Tuan," seru Cinta memang belum pandai melakukan ciuman seperti ini, dia masih harus banyak belajar.


"Sayang, kau panggil aku Tuan sekali lagi, aku akan menghabisi mu disini, coba panggilan aku Tuan sekali lagi, agar aku meneruskan ini," bisik Keenan mengangkat salah satu kaki Cinta dan menggenggam pahanya, salah satu tangan lagi menahan pinggang Cinta agar Cinta tidak tersungkur dan hanya bertumpu ke dalam tubuhnya.


"Posisi macam apa ini?"


"Adegan macam apa ini?"


"Apakah dia masih berpikir untuk memakan aku? tidaaaakkkk!"


Lagi-lagi batin Cinta yang penuh kepanikan bergejolak lagi.


"Sa ... sayang, maafkan aku, sayang .... sayang ... sayang ... sayang seribu kali!"


Teriak Cinta dengan segenap perjuangan nya demi menyelamatkan dirinya dari buasnya lelaki ini.


Saat mendengar itu, Keenan menyeringai nakal, dia menurunkan paha Cinta dan dia memberikan kecupan terakhir di bibir yang baru saja ia lahap itu.


"Bagus, harus begitu, jangan memancing aku sayang, kalau begitu ayo kita ke pantai,"


Seru Keenan langsung tersenyum puas, dia mengusap rambut Cinta dan segera meraih tangannya untuk ia tuntun berjalan menuju tepi pantai.


"Lelaki ini benar-benar berada di taraf yang berbeda, setelah melakukan itu kepadaku dia bahkan masih bisa tersenyum! sialan! ini tidak adil!"


Cinta merasa keadaan sungguh tidak adil, dia selalu saja rugi.


Dan bagaimana mungkin Keenan tidak malu melakukan hal itu, saat Cinta sudah hampir meledak jantung nya dan wajahnya sudah semerah tomat sekarang.


Keenan mengajak Cinta ke tepi pantai dan duduk di sebuah kursi panjang di sana yang sudah dilengkapi payung pelindung, sungguh pantai ini sepi sekali tetapi sangat cantik.


Mata Cinta langsung berbinar saat melihat birunya laut dan putihnya pasir berhamburan, dia langsung tersenyum merekah membuat Keenan yang menatapnya jadi berdebar-debar.


"Hmm, aku senang makanya aku mau kesana memegang air nya, lepaskan aku ..." seru Cinta ceria sekali, sungguh wanita yang sederhana nan polos, hanya dengan pemasangan seperti ini sudah sangat bahagia dan lupa dengan pelik hidupnya.


"Jangan terlalu lelah, aku tidak ingin kau kehabisan tenaga sebelum malam ini," bisik Keenan melepaskan Cinta sembari tersenyum begitu nakal.


"MENCURIGAKAN!"


"HMMM!"


"Apakah dia akan menyiksa aku malam ini? dengan meminta aku melakukan pekerjaan berat! ah masa bodohlah, Nikmati saja dulu hari ini, kengerian nya dipikirkan nanti saja!"


***


Disaat yang sama,


Rama yang semakin sulit menghubungi Cinta mulai mencari tahu sebenarnya tinggal dimana Cinta sekarang, mengapa Cinta tidak pernah ada di rumahnya jika ia ke rumah Cinta.


"Ra, kau tahu Cinta tinggal dimana sekarang? kenapa dia tidak ada di rumahnya?" tanya Rama kepada Rara yang memang hanya satu-satunya keluarga Cinta yang bisa ia tanyai secara langsung.


Rara yang langsung tidak suka mendengarkan Rama mencari Cinta langsung bermaksud untuk menjelekkan nama baik Cinta di hadapan lelaki yang ia sukai ini.


"Kak Rama tidak tahu? Cinta sudah tinggal satu rumah dengan pacarnya sekarang, makanya Ayah marah kepada Cinta karena mau jadi simpanan orang lain, dia bukan gadis baik lagi Kak Rama, dia sudah beda dari Cinta yang dulu,"


Mendengar ucapan dari Rara tentu saja membuat Rama syok, tetapi dia tidak akan percaya sebelum dia melihatnya sendiri.


"Tidak mungkin Cinta yang aku kenal seperti itu, aku akan melihatnya sendiri," ucap Rama mengepal tangannya, tidak mau percaya dengan ucapan yang langsung keluar dari adik tirinya.


"Heh, Cinta! Rama hanya milikku! apapun akan kulakukan sampai nama baikmu hancur! kau sialan!" geram Rara menyeringai dan senang melihat reaksi Kak Rama yang sudah panik.


Dengan begini Cinta akan dibenci oleh Rama dan dia akan bisa memasuki hati Kak Rama dengan cepat.


***


Maaf telat update hari ini.