
Episode 142 : Hubungan yang seharusnya tidak dimulai.
***
Dia berdiri dan meletakkan kalung dan cincin itu di atas meja, dia kemudian melangkah pergi.
"Nyonya ...." kepala pelayan yang tak tega melihat keadaan menyakitkan itu memanggil Cinta, Cinta yang mendengar itu berhenti melangkah dan melihat kebelakang.
"Pak, jangan panggil aku Nyonya lagi, namaku Cinta, panggil nama saja," Cinta tersenyum namun pedih melihatnya, Keenan hanya mematung dan diam membisu.
Dia merasa semuanya menjadi kacau, hatinya, kemarahannya dan juga ketakutannya semuanya menjadi satu.
"Nona Cinta, biarkan saya mengantar anda," balas kepala Pelayan itu menunduk dan hormat.
Bagaimana pun Cinta dan seluruh pelan, koki dan kepala pelayan di rumah ini memang sudah dekat.
Cinta melihat dengan haru dan lagi-lagi menahan tangisnya dengan cara mencengkram tangannya.
"Baiklah, Pak," balas Cinta kemudian melangkah menjauh lagi, meninggalkan Keenan sendirian duduk dengan kekosongan hati yang semakin dalam.
Keenan ingin berlari mengejarnya, menggenggam tangannya dan mengatakan untuk jangan meninggalkan nya.
Nafasnya menjadi sesak dan memburu, dia melihat surat perceraian yang sudah ditandatangani, dan dia menggeram.
Sedangkan disisi lain, Clara yang sejak tadi hanya memperhatikan datang mendekat dan duduk berhadapan dengan Keenan yang kelihatan panik, wajahnya memerah namun seolah menahan dirinya.
"Keenan, apa sebenarnya yang kau lakukan ini? kenapa kau membawaku kembali dan menceraikan dia? bukankah kau bilang saat lalu jika kau serius dengannya?" Clara meminta penjelasan.
Dia tidak suka dengan semua ini, dia memang menyukai Keenan akan tetapi dia tidak akan pernah merebut sesuatu yang bukan miliknya.
"Heh!" Keenan terkekeh murka dan saat Cinta telah pergi dalam mobil meninggalkan rumahnya dia langsung meninju meja kaca sampai tangannya berdarah.
Dia menatap tajam kearah Clara dan kemudian kearah para pelayan yang masih tetap berdiri hormat.
Keenan langsung mencengkeram tangan Clara dan membawanya ke ruangan pribadi nya.
Lalu dia mendorong Clara seolah dia sedang melampiaskan amarahnya kepadanya.
"Clar, apakah kau memang bodoh? disetiap sudut rumah ini ada mata-mata, diantara mereka ada mata-mata!" Keenan kembali memukul pintu yang menjadi sandaran Clara sampai Clara terkejut dan ketakutan.
Mereka maksud Keenan dalam hal ini adalah para pelayan dan semua petugas yang ada di kediaman ini.
Keenan kemudian melanjutkan ucapannya.
"Mata-mata dari ayahmu, ibumu, ibu tiriku, dan para tetua, semua ada! aku harus berpisah dari Cinta dan itu wajib, kau masih bertanya apa yang aku lakukan? aku melakukan dan memilih ini karena aku tidak ingin kehilangan dia!"
"Bukankah seharusnya kau senang? kau bilang suka padaku, bukankah dengan begini kita akan menikah?"
Clara yang mendengar hal itu tak bisa menahan dirinya lagi, dia menahan ketakutan dalam dirinya dan mendorong Keenan.
"Aku memang menyukai mu, jujur aku senang akhirnya kita akan menikah, tetapi aku bukan wanita jahat Keenan! hanya wanita jahat yang mampu merebut suami orang!"
"Jangan melampiaskan amarah mu kepadaku! apa kau kira aku memiliki pilihan lain? aku sudah membuang harapanku dan menyerah saat tahu kau menikah dengannya, aku sudah pasrah dan bersedia dihina di keluarga ku!"
"Jika kau memang mementingkan keamanannya, seharusnya sejak awal kau harus meninggalkan nya, jangan bersikap seolah semua ini salahku!" geram Clara langsung pergi meninggalkan Keenan di dalam ruangan pribadi nya.
Keenan yang mendengar itu semakin gila, dia berteriak dan menghancurkan segala barang yang ada dengan tangannya.
"Kenapa sakit sekali? kenapa saat aku akhirnya jatuh cinta semuanya jadi seperti ini? kenapa aku harus terlahir dari keluarga ini? KENAPA?" dia berteriak seperti orang gila.
Dia akhirnya bisa mengeluarkan perasaan nya, tak ada Cinta di rumah ini, jadi dia tidak akan mendengar dan tahu seberapa hancur Keenan sekarang.
Sejak tadi malam Keenan menahan dirinya dan perasaan nya, sekarang ia telah melampiaskan segalanya, sampai tangannya berdarah-darah dan suaranya parau karena berteriak begitu kencang.
Baru kali ini, dia merasa jika dia sungguh jatuh cinta, oleh seorang gadis biasa yang tiba-tiba saja datang bagaikan superhero, pertemuan pertamanya dengan Cinta begitu lucu, dimana saat itu Cinta kehujanan karena membela orang lain.
Saat itu, saat ia melihat betapa tulus dan beraninya Cinta membela seseorang yang Tidak ia kenal, Keenan mungkin tidak menyadari jika hatinya telah tergerak sejak hari pertama bertemu.
Sampai akhirnya cinta menguat, diluar dugaan dan keinginannya, keinginan untuk memiliki walau ia tahu selalu ada bahaya yang menghadang.
Awalnya ia begitu sombong dan angkuh, mengira jika dia bisa lepas dari keluarganya dan memiliki keluarga bahagia sendiri.
Akan tetapi saat ia melihat ibunya yang koma bertahun-tahun itu, semua kepercayaan diri Keenan runtuh seketika.
Perceraian ini bukan hanya melindungi Cinta akan tetapi juga melindungi ibunya, jika Keenan bersikukuh melawan para tetua maka ayahnya akan runtuh dan pasti persembunyian Ibu kandungnya akan diketahui, dan pastinya akan dilenyapkan begitu saja.
Jadi Keenan terhimpit ditengah-tengah, dia merasa hancur dan tak berdaya, untuk pertama kalinya.
***
Disisi lain,
Kepala pelayan itu mengantarkan Cinta ke kediaman lama Cinta, saat Cinta sudah sampai Cinta memberikan salam perpisahan kepada kepala pelayan.
"Pak, terimakasih selama ini sudah menjaga Cinta, maaf juga jika Cinta ada salah, tolong sampaikan salam perpisahan Cinta kepada yang lain ya Pak," Cinta menunduk hormat.
Membuat Kepala pelayan itu yang keluar dari mobil mengantarkan Cinta ikut menunduk.
Setelah itu Cinta melangkah, "Nona ...." kepala pelayan itu memanggil Cinta saat Cinta sudah membalikkan badannya.
"Ya Pak?"
"Maafkan saya ikut campur, akan tetapi saya yakin Tuan sangat mencintai anda, dia terlahir di keluarga yang begitu rumit dan besar, mungkin ada beberapa hal yang tak bisa ia katakan, akan tetapi selama ini dia telah berjuang sendirian melindungi anda,"
"Saya hanya berharap perpisahan anda dan Tuan tidak membuat Nona membenci beliau, karena selama saya melayani Tuan, baru kali pertama saya melihatnya menangis tadi malam,"
"Saya hanya ingin mengatakan itu saja Nona, saya ingin anda memaafkan Tuan jika dia memiliki salah," Kepala pelayan itu menunduk dan mengatakan semua yang ia ketahui.
Dia kemudian menunduk hormat dan pergi kembali ke kediaman Keenan.
Ucapan Kepala pelayan itu membuat Cinta bingung, tidak mungkin kepala pelayan itu berbohong, akan tetapi semuanya sudah berakhir, dia sudah menandatangani surat perceraian.
***
Author : Maaf ya jika novel ini masih memiliki banyak sekali kekurangan disana sini, jika ada kesalahan tinggal komen saja ya biar aku perbaiki.
Maaf juga konfliknya berat, :(
Btw jika kalian berkenan tolong follow author yaa, terimakasih