Boss Playboy

Boss Playboy
Fakta mengejutkan.


Episode 139 : Fakta mengejutkan.


***


Masih di kediaman Keenan,


Saat mendengar ucapan memilukan itu, hati Keenan menjadi panas, "Perasaan nya akan berkahir? hanya sebatas itu? sedangkan aku sangat mencintainya dan hanya dia? kenapa?"


Keenan menoleh kebelakang, matanya yang tajam melihat kesungguhan Cinta membuat hatinya bergemuruh.


Walau apa yang dikatakan Cinta adalah apa yang ia inginkan sekarang, akan tetapi mendengar jika perasaan wanita ini akan berakhir secepat itu sungguh menyakitkan.


Keenan sudah hampir menerjang Cinta dan meminta penjelasan untuk apa yang ia katakan, akan tetapi saat matanya melihat liontin ibunya yang masih melekat di leher istrinya, dia memejamkan matanya.


Lalu ia menahan kemarahannya, walah tangannya sudah gemetaran dan hatinya menyelekit sakit, sekarang dia tak bisa melakukan apapun.


Mungkin memang sikap ini tidak seperti Keenan yang biasanya, mengalah dan menyerah, akan tetapi hatinya juga hancur, jika dia tetap bersikukuh mempertahankan Cinta maka dia akan membuat kedua orang penting dalam hidupnya dalam bahaya besar.


Jadi Keenan memilih menahan rasa sakitnya sendiri, dia mengalihkan pandangannya lagi dan membuka pintu dan keluar.


Saat melihat Keenan tetap melewati pintu itu, Cinta tersungkur, matanya tak luput dari pintu yang telah tertutup rapat.


Dia kemudian meringkuk, mengusap kasar rambutnya dan tak bisa berpikir dengan jelas.


Yang ia tahu semuanya benar-benar telah berakhir.


***


Sedangkan diluar ruangan, Keenan berhenti di luar pintu dan terduduk bersandar di depan pintu.


Dia menunduk dan menyembunyikan wajahnya dalam selimut dan bantal yang ia bawa, dia akhirnya tak bisa menahan kesedihannya juga.


Dia menangis dan bersembunyi dalam selimut itu.


"Tuan ...."


Kepala pelayan yang sangat iba dan tak bisa berbuat apa-apa datang memanggil tuan nya.


Keenan dengan cepat mengusap air matanya, walau matanya sudah sembab dan wajahnya memerah.


"Ada apa?" ketus Keenan berdiri dan hendak melangkah menuju ruangan pribadi nya membawa selimut dan bantal di tangannya.


"Maafkan saya Tuan, akan tetapi ponsel anda tertinggal di ruangan tamu dan sejak tadi berdering," seru kepala pelayan itu dengan hormat memberikan ponsel tersebut kepada Keenan.


Keenan mengambil ponsel itu sembari menyerahkan selimut dan bantal ke tangan kepala pelayan, "Bawa ke ruangan pribadi ku, jangan sampai kotor!" ketusnya membuat kepala pelayan kebingungan, karena di ruangan pribadi Keenan juga ada selimut dan bantal.


Keenan segera mengambil ponselnya dan melihat jika ayahnya sedang menghubungi dirinya.


Wajahnya kemudian menjadi serius dan ia pergi melangkah menuju ruangan pribadi, sembari mengangkat panggilan itu.


"Halo!"


Seru Keenan dengan suara yang datar dan dingin.


"Apakah sudah kau lakukan?" tanya Josh kepada putranya mengenai perpisahan antara Keenan dan Cinta.


"Ingat Keenan, memang sekarang akan sangat menyakitkan, akan tetapi ini adalah yang terbaik untuk saat ini," Josh memberikan peringatannya lagi dimana ia sedang berada di rumah sakit sekarang.


"Hmm, aku tahu, tapi aku tak tahu akan sesakit ini!" balasnya menunduk dan tak kuasa menahan kesedihannya.


Kepala pelayan yang tak sengaja mendengar hal itu menunduk dan meletakkan selimut dan bantal yang ia bawa.


Dia tidak suka Cinta dan Keenan saling melukai seperti ini, entah apa yang sedang terjadi, tetapi ia tahu jika Tuan nya ini masih sangat mencintai Cinta.


Dan sekarang ini hatinya sangat terluka karena tak bisa mengatakan yang sebenarnya.


Kepala pelayan itu segera pergi dari ruangan pribadi Keenan dan meninggalkan Keenan terisak di balkon ruangan pribadinya.


Setelah menahan kepedihan nya, dia berbicara lagi kepada ayahnya, "Bagaimana dengan Ibu? apakah sudah ada perkembangan?" tanya Keenan mengingatkan mengenai ibu kandungnya.


Ya, Ibu kandung Keenan ternyata selama ini masih hidup dan koma, dan semua rahasia itu ia ketahui saat ia kembali ke Inggris.


***


Flashback saat Keenan di Inggris berada di ruangan pribadi Ayahnya,


Saat Keenan bersikukuh hendak mengumpulkan semua tetua dan hendak memutuskan ikatannya dengan keluarganya karena Cinta, Josh Thomson mengeluarkan sebuah berkas dari laci mejanya.


"Jika kau ingin melindungi nya, maka kau harus berpisah darinya, hanya itu cara agar kau bisa menyelematkan nya, jangan mengulangi kesalahan yang sama seperti Ayah," ketus Josh memberikan berkas itu ke hadapan Keenan.


Keenan yang belum mengerti apa yang dikatakan oleh ayahnya, segera mengambil berkas itu dan membukanya.


Matanya melebar seketika dan jemarinya bergetar sampai semua foto yang ada dalam berkas itu terjatuh berserakan.


"I ... ini kan foto Ibu, kenapa Ibu ada di rumah sakit? apa maksud semua ini! apakah ini foto Ibu saat sakit dahulu? atau apa?" Keenan berdiri dan mengeram.


Dia tidak suka saat ayahnya yang jelas jelas adalah menurutnya penyebab kematian ibunya menunjukkan foto-foto ibu kandungnya.


"Ibumu belum mati, selama ini aku menyembunyikan kebenaran bahkan Lucia tidak tahu mengenai ini, karena dalam keluarga ini tak satupun bisa dipercaya!"


Ketus Josh mengungkapkan semua fakta yang ia sembunyikan, karena merasa sekarang adalah saat yang tepat untuk mengatakan hal itu.


Karena siapa yang menduga jika anaknya mengalami hal yang sama seperti dirinya, jatuh cinta kepada wanita biasa yang dimana menjadi target mati oleh musuh-musuh mereka.


"Dahulu, Ibumu mengalami kecelakaan, tak satupun yang tahu penyebabnya dan tak ada bukti apapun yang terdeteksi, sampai sekarang aku tidak tahu siapa yang mencelakai Ibumu karena musuhku terlalu banyak, keluarga Lucia, para tetua, saingan bisnis sama seperti mu sekarang!"


"Semua adalah kesalahanku, karena aku tetap mempertahankan hubungan kami dan menikahinya walau aku tahu bahaya ada dimana-mana, aku adalah anak tunggal dan saat itu harus meneruskan perusahaan, saat di perusahaan pun aku dijadikan boneka, karena 48% saham dimiliki oleh para tetua,"


"Aku terlalu ceroboh dan sombong sama seperti mu sekarang, sampai mengakibatkan Ibumu kecelakaan,"


"Aku terpaksa menyembunyikan semuanya, bahkan kematian ibumu demi melindungi nya dan melindungi mu, juga aku ingin menemukan siapa dalang dari kecelakaan itu, tetapi sampai sekarang semuanya nihil, aku sudah hampir menyerah dan pasrah!"


"Menunggu keajaiban datang dan ibumu bangun,"


Josh mengatakan segalanya, keputusasaan dan juga rahasia kelamnya, membuat Keenan syok dan tak bisa berkata-kata, semua fakta yang selama ini ia ketahui ternyata hanyalah kebohongan.


***