
Episode 103 : Memiliki perasaan yang sama.
***
Sedangkan Keenan yang benar-benar kehilangan moodnya dan hatinya sangat panas ketika ibu tirinya dengan berani datang ke kediamannya dan menghancurkan segalanya, dia sudah melangkah dengan kemarahan yang begitu besar.
Saat hendak menaiki tangga, dia melangkah dan merasa melihat seseorang sedang menempel di tembok.
Keenan berhenti melangkah sebentar, lalu ia memutar badannya, dan ia lihatlah Cinta sedang menempel ke tembok menyembunyikan wajahnya dan berharap seolah olah dia bisa menyembunyikan dirinya dengan berkamuflase menjadi tembok.
Keenan berkacak pinggang, lalu ia melangkah pelan kearah Cinta, menunggu Cinta membalikkan tubuhnya.
Dan benar saja, Cinta yang sebenarnya sejak tadi penasaran siapa tamu suaminya yang memintanya untuk bersembunyi itu, secara perlahan membalikkan tubuhnya.
Dan seperti seorang mata-mata yang sedang menjalankan misi, dia melihat secara seksama dan perlahan kearah ruang tamu, dia seperti seorang pencuri yang sangat hati hati dengan langkahnya.
Melihat jika Keenan dan wanita mengerikan itu sudah tidak ada, membuat Cinta menghela nafasnya lega, “Haahhh,” serunya bernafas lega, akan tetapi saat ia lihat ke depan, dia langsung melihat Keenan yang sedang berkacak pinggang dan menatapnya dengan tajam.
“Mampus!” ketus Cinta secara spontan.
“Glek!”
Cinta menelan salivanya dengan kasar, matanya celingak celinguk dan mencoba mencari alasan yang tepat agar suaminya tidak akan marah.
“Aku tidak dengar apapun, tadi aku itu, emm, aku haus, iya, aku haus dan ….” Belum sempat Cinta menjelaskan alasan tak masuk akal secara gagap, Keenan langsung menarik tangan Cinta.
Keenan menarik tangan istrinya kedalam kamar mereka, Lalu Keenan membuat Cinta duduk di atas ranjang, lalu dengan mata yang tajam dan ekspresi yang seperti menghakimi dia mulai menanyai Cinta.
Keenan segera melipat tangan di dada, “Kau dengar apa saja tadi? Tidak ada gunanya berbohong, ekspresi konyol mu tidak bisa menyembunyikan apapun!” seru Keenan membuat Cinta tak memiliki pilihan lain selain mengakui apa yang ia dengar sejak tadi.
“Glek!”
Cinta menelan salivanya dan mulai menjawab Keenan, dia menunduk dan mengeluarkan ekpresi yang sangat menggemaskan, seperti anak SD yang sedang di hukum, jemari telunjuknya memainkan bed cover yang ia duduki.
“Jadi … tadi aku penasaran siapa tamu yang membuatmu kesal, dan aku mencoba melihat siapa dia, bukan bermaksud untuk menguping pembicaraan kalian,”
“Umm …” sebelum melanjutkan ucapannya, Cinta mencoba melirik kearah Keenan memastikan bagaimana ekspresi Keenan saat ini, dan buru-buru Cinta menunduk lagi, karena saat ia melihat kearah atas, dia hanya melihat kengerian dan keseriusan diwajah Keenan, matanya yang tajam dan ekspresi wajahnya yang menghakimi itu terlihat begitu jelas.
“Aku dengar kau sudah dijodohkan dengan Clara, juga ….” Cinta menghela nafasnya sejenak, dia tidak ingin menyinggung ibu kandung Keenan seperti wanita menyeramkan yang sepertinya adalah ibu tiri Keenan tadi.
Sembari memejamkan matanya dan mengerahkan segala keberaniannya, Cinta langsung berbicara cepat dan lugas, “Aku mendengar semuanya, maafkan aku, aku tidak bermaksud sama sekali,” Cinta memejamkan matanya karena takut akan dimarahi Keenan.
“Aku tidak akan marah atau melukaimu, yang tadi itu ibu tiriku dan dia akan melakukan apapun agar aku bisa menikah dengan Clara, bukan karena dia sayang padaku, akan tetapi dia berusaha keras karena dia memiliki tujuan yang lain,” Keenan mengusap pipi istrinya, lalu ia terdiam sejenak saat mengatakan hal itu.
Cinta yang mendengar dan menerima kelembutan lelaki ini langsung tergerak hatinya, hanya dalam beberapa saat dia menyadari jika dia dan Keenan sepertinya merasakan hal yang sama, kesepian dan menderita sendirian karena keegoisan kedua orangtua mereka.
Cinta terdiam sejenak, matanya melebar dan hatinya terenyuh, baru kali ini dia melihat sisi lemah lelaki ini, matanya yang menatapnya sekarang bukan mata lelaki kuat yang selama ini begitu arogan meminta apa yang ia inginkan.
Tatapan matanya yang sekarang hanyalah tatapan seorang lelaki kesepian yang menginginkan kasih sayang selama hidupnya, perasaan itu sampai kepada Cinta mungkin memang karena mereka merasakan hal yang sama.
Kesedihan itu membuat Cinta merasakan rasa sedih juga, aneh memang akan tetapi dia sekarang sedang berusaha menghibur lelaki ini, walau bingung hendak melakukan apa untuk menghiburnya, dengan refleks tangan Cinta merentang.
“Ka … kau bisa memeluk aku jika kau merasa sedih,” dengan mata nya yang bulat dan kepolosan ucapannya, Keenan entah mengapa langsung tersentuh.
Tetapi Keenan tidak mau memperlihatkan kesedihan dan kelemahannya, dia tidak ingin memperlihatkan kelemahannya dihadapan wanitanya, jadi dengan wajah angkuhnya dia menundukkan dirinya dan memeluk Cinta.
“Aku tidak bersedih kok, memangnya apa yang bisa membuat aku sedih?” sembari memeluk Cinta dengan nyaman dan bersandar di pundaknya, Keenan melanjutkan ucapannya.
“Tapi karena kau sangat ingin memeluk aku, aku dengan berat hati harus memeluk mu, kau harus senang dengan kemurahan hatiku ini,” sembari memejamkan matanya, Keenan mendekap wanitanya ini dengan sangat erat.
Dia senang sekali saat wanitanya melebarkan tangannya dan hendak memeluknya dengan inisiatif sendiri, seolah semua kesedihan dan kemarahannya tadi lenyap tak bersisa.
Cinta yang tidak habis pikir dengan balasan suaminya ini hanya bisa geleng geleng kepala sembari menepuk pundak suaminya, “Ya ya ya, kau sangat bermurah hati mau memeluk aku yang tak seberapa ini,” balas Cinta merasa Keenan sungguh tidak pandai dalam menyampaikan perasaannya.
Saat bersedih pun dia tidak mau mengakui jika dia sedih, hanya ucapan arogan dan sikap menuntutnya yang ia perlihatkan untuk menutupi kesedihan dan kemalangannya.
***
Hi guys, aku author Joy, aku baru kembali nulis lagi setelah istrirahat karena memang kemarin lagi sakit :)
Aku baca beberapa komen yang menumpuk, banyak diantara kalian tidak suka sikap Cinta, hanya karena umurnya sudah 25 tahun tapi masih polos, aku tidak tahu kenapa kalian mengomentari dengan sangat sarkas dan seperti menghina sifat Cinta :)
Tapi orang seperti Cinta banyak kok, umur tidak mencerminkan kedewasaan dan pribadi seseorang, juga ini hanyalah hasil halu, dunia halu semata yaa..
Maaf jika masih banyak hal yang tidak sesuai dan tidak bagus menurut kalian, aku akan usahakan novel ini di tamatkan dalam satu minggu, jadi Mulai hari ini akan update 5 Episode atau lebih setiap hari.
Sampul end nya sepertinya tidak akan aku copot karena setelah aku tanyakan, jika aku copot tanda end nya akan sangat mempengaruhi level karya.
Maaf ya, sebagai gantinya akan crazy up setiap hari dan tamat dengan cepat. 🙏