
***
Episode 167 : Extra part 2
***
Sudah satu minggu berlalu semenjak pernikahan antara Keenan dan Cinta, seluruh negeri dibuat heboh dan gempar atas pernikahan Keenan dan Cinta.
Seorang tuan muda dan gadis biasa, walau sebelumnya keluarga Thomson sedang mengalami masalah keluarga yang pelik kelihatannya tidak membendung Keenan untuk segera menggelar upacara pernikahannya.
Selama satu minggu ini, Layla telah kembali pulang dan akan kembali ke pelosok mengabadikan diri disana, Cinta telah mengerti keadaan ibunya dan meminta kepada ibunya untuk melakukan apapun yang ibunya impikan.
Dan impian Layla memang adalah melayani di tempat yang belum terjamah teknologi, dimana orang-orang tersebut pasti sangat membutuhkan pengobatan gratis.
Mulai saat ini yang mengakomodasi Layla adalah perusahaan Keenan, Keenan akan membantu Layla dalam obat-obatan dan peralatan medis yang dibutuhkan.
Untuk Rita dan Isya juga sudah kembali setelah tiga hari berada di Inggris, mereka sudah cukup puas dengan liburan gratis yang disiapkan Keenan untuk mereka.
Keduanya juga sungguh bahagia mendapati sahabat mereka benar-benar telah berbahagia dan menemukan lelaki yang tepat.
***
Pagi ini seorang lelaki yang tertidur nyenyak dengan semua kancing baju terbuka menampakkan tubuh atletis yang menawan.
Matanya sedikit menyipit sebab matahari sudah mulai memasuki kamar pribadinya, menyelinap dari antara kaca.
Perlahan matanya mulai terbuka, tangannya meraba-raba sekitarnya, mencoba mencari sesuatu, akan tetapi sudah beberapa saat dia mencari akan tetapi tidak ada apapun di sisinya.
Keenan segera bangkit, matanya terbuka lebar dan rasa kantuknya pagi ini segera hilang.
"Cinta ...." suaranya sedikit memburu.
Rupanya perpisahan antara dirinya dan Cinta walau sebentar saja saat lalu memberikan rasa takut yang berlebihan bagi Keenan.
Walau sudah satu minggu bersama setelah itu belum membuatnya terbiasa, dia seolah masih selalu terjaga dan takut wanita yang ia cintai itu menghilang atau tiba-tiba pergi.
Nafasnya segera memburu, dia terengah-engah, walau dengan baju tipis terbuka dia langsung berlari ke luar kamar.
Sampai semua pelayan yang ada di mansion ini menutup mata dan terdiam melihat tuan mereka berlari dengan keadaan bertelanjang dada.
"Tuan ...."
Kepala pelayan yang satu minggu ini telah melihat hal yang sama segera menghampiri Keenan yang melangkah dengan cepat hendak mencari keberadaan istrinya.
"Tuan, istri anda ada di dapur menyiapkan makanan untuk anda," kepala pelayan itu menunduk, membuat Keenan berhenti dan terdiam sesaat.
Dia memejamkan matanya dan menghela nafasnya.
Setelah mengetahui hal itu dia segera menuju ruangan dapur, disana dia melihat jika Cinta benar-benar sedang menyiapkan makanan untuknya.
Keberadaan nya yang bercahaya dan senyumannya yang selalu ia rindukan benar-benar ada di dekatnya.
"Sayang ... kau sudah bangun? kebetulan sekali makanan sudah selesai mari kita ma ...." Cinta melihat suaminya datang kearahnya dengan nafas yang tergesa-gesa, sebelum dia menyelesaikan ucapannya Keenan langsung berlari dan memeluknya erat sekali.
"Srek!"
"Sayang, tidak bisakah kau selalu di sisiku saat aku bangun? kenapa kau selalu saja menghilang dari pandangan ku saat aku ingin melihatmu? aku sangat merindukanmu, walau semua masalah sudah berakhir, aku tetap tidak bisa yakin jika aku belum melihat mu," Keenan mengomeli istrinya sembari memeluknya erat sekali.
Wajahnya yang cemberut dan suara yang menekan walau terdengar lucu bagi Cinta.
Akhir-akhir ini sifat manja Keenan memang semakin berlebihan, mungkin inilah yang dinamakan jika bukan hanya ibu hamil saja yang mengidam, akan tetapi sang suami juga bisa mengidam.
Sama seperti Keenan dan Cinta, sepertinya yang mengidam adalah Keenan bukan Cinta.
"Tapi kan kau bilang ingin makan masakan ku, aku hanya pergi ke dapur dan memasak, aku juga tidak akan pergi kemana-mana jadi jangan takut," Cinta mengusap pundak suaminya, mencoba menenangkan Keenan yang kelihatan benar-benar takut.
Keenan segera melonggarkan pelukannya sebentar, lalu melihat wajah istrinya dari dekat.
"Iya, aku memang masih sangat kesal saat kau memasak untuk anggota ku, sedangkan aku hanya makan roti dan meminum vitamin biar tetap hidup, sampai sekarang aku masih tidak rela mereka memakan masakan mu!"
"Aku ingin mengeluarkan makanan itu dari perut mereka!"
"Tapi, kau bisa memasak untukku saat aku sudah bangun, jangan pergi dari sisiku sebelum aku membuka mata, aku ingin melihat mu saat aku bangun, melihat mu saat aku akan tertidur,"
"Jadi mulai hari ini jangan beranjak dari sisiku jika aku belum bangun, berjanjilah ...." Keenan mengernyitkan dahinya, mata tajamnya selalu saja menuntut sesuatu, seperti anak kecil yang tidak ingin kehilangan sesuatu.
Cinta memejamkan matanya, dia melihat kearah tubuh suaminya yang terekspos begitu saja.
Lalu sembari mengancingkan baju itu, Cinta menjawab suaminya.
"Tadi malam kau bilang pagi ini kau memiliki pekerjaan yang sangat penting, jadi aku berniat menyiapkan sarapan sebelum kau bangun," Cinta mencoba memberikan pengertian, karena kalau tidak Keenan akan membawa Cinta kemanapun dan itu akan sedikit melelahkan sebab kehamilannya yang masih berusia dua bulan menuju tiga bulan benar-benar melelahkan tubuhnya.
"Itu bukan alasan, katakan kau berjanji, kalau tidak aku akan mengikatmu di sisiku, aku sih tidak masalah," lagi dan lagi Keenan yang bersikap begini posesif ini membuat Cinta geleng-geleng kepala.
"Baiklah ... baiklah aku berjanji," seru Cinta sudah selesai mengancingkan baju suaminya.
Ketika Cinta sudah mengatakan apa yang ia inginkan Keenan langsing tersenyum begitu lebar, lalu dia memajukan bibirnya.
"Baiklah, kalau begitu mana ciuman pagiku ...." ucapnya dengan wajah nakal dan puas, membuat pipi Cinta merah padam.
Bagaimanapun pun semua pelayan Yang ada di mansion ini masih baru dikenal oleh Cinta, karena sekarang ini mereka masih tinggal di Inggris jadi semuanya masih baru bagi Cinta.
"Ma ... masih banyak orang disini, ayo kita makan saja dulu," ketus Cinta menunduk dan memukul kecil dada suaminya.
"Pfft, kau masih saja malu malu, tapi tak apa, kau tetap menggemaskan," goda Keenan mencubit pipi istrinya, lalu setelah itu ia memberikan kode kepada kepala pelayan untuk membawa semua pelayan yang ada di tempat ini keluar.
Agar dia bisa berduaan saja bersama istrinya.
***
Jangan lupa mampir ke karya baru aku, judulnya : Pengantin Tuan Adam
Selanjutnya akan lebih aktif disana. 🤍
Jangan lupa follow author yaa agar dapat notifikasi jika membuat karya baru.
Lope you sekebon jeruk deh 🍊🤍