
Episode 77 : Tidak ingin menjadi simpanan
***
Di dalam kamar pribadi Keenan,
Cinta mencoba memberontak, ia menggerakkan kakinya tetapi langsung ditahan oleh kaki Keenan yang sekarang sudah ada diatas tubuh Cinta, apalagi sekarang tangan dan kakinya diikat membuat gerakannya tidak bebas dan tidak bisa menolak sedikitpun.
“Aku minta ma ….” Suara penuh getaran dan ekspresi wajah penuh ketakutan, kemarahan Keenan telah melahap sisa keberanian yang dimiliki oleh Cinta.
“Sstt! Aku bilang diam! Jangan mengatakan apapun sampai aku puas bermain denganmu, wanita tidak tahu diuntung!” geram Keenan menekan bahu Cinta dengan sangat kuat.
Keenan melihat wajah Cinta dengan lekat, wajah yang menunjukkan rasa takut dan rasa sakit dari tekanan yang ia berikan, “Dimana keberanian mu yang tadi sayang? saat kau berteriak dan ingin berpisah dariku? ayolah jadilah wanita murahan yang kau inginkan itu?” bisik Keenan kemudian mencium bibir Cinta dengan menuntut,
“Bukankah kau ingin lepas dariku?” lanjutnya lagi kemudian melanjutkan ciuman panas yang memburu.
“Hmm, a ... aku, minta maaf, aku salah, tolong lepaskan aku,” dengan menggerakkan tangannya yang diikat, Cinta mencoba berontak sekali lagi.
“Srek!”
Hal itu semakin membuat Keenan murka, dia menarik baju yang tersisa ditubuh Cinta, sampai semuanya robek, ia melempar baju itu dan kembali menyerang Cinta.
“Apakah kau kira dengan meminta maaf kesalahan mu bisa dimaafkan? kau bilang mau menyerahkan dirimu agar aku melepaskan mu!” geram Keenan lagi menyentuh tubuh Cinta tetapi dengan kasar.
Cinta yang sudah kehilangan akal, dia terdiam saat mendengar itu, dia melihat kearah samping disaat tubuhnya sudah membiru karena bekas gigitan dan esapan lelaki ini.
Dia berbicara dengan lirih, mungkin jika menyerahkan dirinya dia bisa bebas dari lelaki ini maka dia bisa bebas, maka ia akan serahkan saja.
Mungkin sudah takdirnya kehilangan keperawanan nya kepada lelaki yang bukan suaminya.
Sekarang Cinta sudah tidak memberikan perlawanan lagi, dia terdiam dan pasrah.
Keenan yang sedang mencium tubuh Cinta di beberapa bagian heran mengapa Cinta sudah tidak berontak lagi.
"Kenapa tidak berontak lagi? apa kau senang?" bisik Keenan menyeringai.
Air mata Cinta akhirnya menetes, dengan lirih dia menjawab.
"Ambillah, jika dengan begini salah satu penderitaan ku bisa lepas maka aku akan memberikannya dengan rela, aku sudah tidak peduli lagi,"
"Semua orang memang sama, kalian selalu melihat aku sebagai objek, aku sudah lelah, kau bilang tidak akan menikahi aku kan? karena pernikahan mu sudah diatur, aku hanya tidak ingin menjadi simpanan, jika mengambil kesucian ku bisa melepaskan aku dari kekangan ini maka ambillah!"
Ucapan itu begitu pilu dan lirih, hal itu membuat Keenan terdiam, dia memang mengatakan jika pernikahan tidak mungkin ia berikan.
Tetapi kemarahannya sekarang semuanya karena Cinta yang selalu ingin berpisah.
Keenan bertumpu tangan dan melihat Cinta tepat di bawah tubuhnya, dia selalu saja kehilangan jati dirinya jika saja mendengar kata perpisahan dari wanita ini.
Dia ingin menghabisi Cinta tetapi dia menjadi marah kepada dirinya sendiri.
"Wanita sialan! kau mau menikah kan? kau bilang tidak ingin menjadi simpanan!"
"Kalau begitu kita menikah saja! kau pilih mana aku menghabisi mu disini tanpa pernikahan tetapi aku juga tidak akan melepaskan mu!"
"Atau aku menikahi mu dan menghabisi mu dan sama aku tidak akan melepaskan mu!"
"Intinya aku tidak aku melepaskan mu!" geram Keenan langsung bangkit, dia menarik selimut dan melempar kearah Cinta yang sudah pasrah dengan dirinya sendiri.
Cinta kebingungan dengan apa yang dikatakan oleh Keenan, tetapi lagi-lagi Keenan tidak melakukan hal itu lagi, seolah sekarang ego nya yang tak terbendung itu kalah dengan ucapan dan pasrah nya Cinta.
Apa maksud lelaki ini?
Kenapa tiba-tiba ingin menikah?
Cinta yang sudah lemas juga tangannya masih terikat tentu saja tidak bisa melepaskan dirinya.
Keenan langsung menelepon assiten nya malam itu juga.
Bram yang selalu terkena gangguan malam hari dengan berat hati harus mengangkat panggilan itu lagi.
"Ada apa lagi dengan Bos ini? pasti masalah Cinta lagi! ais!" Bram Sang assiten cerewet sudah menggerutu lebih dahulu.
"Halo Pak?"
"Bram! persiapkan semua berkas pribadiku dan Cinta besok!" perintah Keenan dengan sangat arogan dan menuntut.
Tangannya di pinggang dan matanya yang tajam menatap gundukan selimut itu terlihat terlalu menonjol malam itu.
"Ada apa memangnya Pak?" jelas Bram tidak mengerti mengenai perintah atasannya ini kali ini.
"AKU MAU MENIKAH! ada seorang wanita yang membuat ku gila dan selalu melamar ku, dia ingin berpisah jika aku tidak menikahi nya! sudah cepat lah siapkan, aku akan melakukan pernikahan mendadak! urusan ayah dan ibuku nanti saja!"
Ucapan Keenan ini membuat Bram harus memastikan pendengarnya nya apakah itu nyata atau tidak.
Dan saat menyadari jika ucapan Keenan itu sungguh kenyataan dan benar bahwa Keenan ingin menikah karena dilamar paksa oleh Cinta membuat Bram menganga.
Bram tidak tahu jika kemapuan Cinta sehebat itu, bahkan membuat Bos Playboy sampai mau menikah dan melakukan hubungan terikat.
Juga Bram baru tahu jika jaman sekarang wanita sudah berani melamar lelaki.
Padahal sebenernya Keenan hanyalah salah paham, Cinta tidak pernah melamar Keenan, Keenan hanya kegeeran saja.
Dan Keenan menyimpulkan semua ucapan Cinta berdasarkan sudut pandang nya saja.
"Bram kau dengar tidak?" seru Keenan lagi sedikit menaikkan volume nya.
Karena bagaimanapun ini terlalu mengejutkan sekali baginya.
"De ... dengar Pak, akan saya siapkan!" seru Bram menyanggupi perintah atasannya dan mengakhiri panggilan itu.
Sebenarnya saat ini bukan hanya Bram yang syok dan seperti merasakan langit terbalik,.Cinta yang tenggelam dalam gundukan selimut juga tidak mengerti dengan jalan pikiran Keenan.
Juga bagaimana mungkin Keenan mengatakan jika Cinta lah yang memaksanya menikah, dan melamarnya terus-terusan.
Setelah selesai menghubungi assiten nya.
Keenan membuka selimut itu dengan sekali hentakan, dia menatap Cinta dengan tatapan yang tajam dan mengerikan.
"Kau dengar kan? aku sudah mau menikah dengan mu! jika saja kata berpisah keluar lagi dari mulut kecil mu itu, aku akan merobek mu! kau mengerti?" geram Keenan sama sekali tidak menyadari jika ucapan nya penuh dengan unsur ancaman mengerikan.
Sebenarnya Cinta mungkin tidak sadar jika sikap Keenan ini hanyalah sikap dimana dia takut kehilangan Cinta, dan Cinta akan pergi darinya.
Makanya Keenan mengikat Cinta dengan pernikahan saja, agar Cinta tidak bisa mengatakan kata berpisah lagi.
***
Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.
Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.
Makasih ya semuanya, lope you.
***
Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho
Kalian bisa DM dan tanya2 disana