Boss Playboy

Boss Playboy
Kebenaran seperti pedang bermata dua.


Episode 147 : Kebenaran seperti pedang bermata dua.


***


Keenan yang di pikirannya hanya ada Cinta dan calon bayinya bahkan tak sempat menunggu supir pribadi untuk mengantarkan, dia langsung mengemudi sendiri dengan kecepatan penuh menuju rumah sakit yang disebutkan oleh Rey.


Jam sudah larut sebenarnya akan tetapi Keenan tidak peduli, dia harus memastikan keadaan wanita yang ia cintai itu dengan mata kepalanya sendiri.


"Ku harap kau baik-baik saja, jika tidak maka aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri," Keenan menekankan suaranya, mencengkeram setir mobil dan melaju lebih cepat.


Ketakutan dan kekhawatiran memenuhi dadanya.


Karena kecepatan yang tinggi dan jalanan yang sepi karena sudah larut malam, Keenan dengan cepat telah sampai di rumah sakit itu.


Dia berlari masuk kedalam rumah sakit, kebetulan malam itu Layla kembali sebentar ke rumahnya untuk mengambil perlengkapan penting untuk Cinta, karena tadi terburu-buru dia tidak membawa apapun.


Jadi dia bergegas ke rumah dan akan kembali ke rumah sakit segera.


Sedangkan Keenan, nafasnya menjadi semakin berat, langkah kakinya melambat saat ia sudah sampai di depan pintu ruangan dimana Cinta dirawat.


Jantungnya berpacu dan tangannya menggenggam erat.


Dia membuka pintu yang modelnya memang model geser, dengan pelan dan lembut ia membuka pintu itu.


"Deg!"


Sebuah deruan rasa sakit saat melihat orang paling ia cintai terbaring lemas dan pucat, seluruh tangan dan pergelangan tangan Cinta dibalut dengan perban, Keenan melangkah mendekat dan berdiri di dekat Cinta.


Lama dia melihat seolah hendak memastikan jika tak ada yang berbahaya terjadi kepadanya.


Tangan kokohnya mendekat dan mengusap wajah Cinta, dia mengusap begitu lembut memastikan jika Cinta tak akan bangun oleh sentuhannya.


Dia duduk di sisi Cinta yang sedang berbaring, menatap wajahnya seolah dia ingin merekam wajah Cinta di memorinya.


"Jika saja aku hanyalah lelaki biasa tanpa latar belakang keluarga, aku dan kau pasti akan sangat bahagia, aku bahkan tidak bisa menunjukkan betapa aku sangat bersemangat saat tahu kita akan memiliki anak,"


"Aku tak bisa membiarkan mu tahu apapun, aku tak bisa membahayakan mu sedikitpun, jadi tolong bertahanlah dan jaga dirimu sampai aku menjadi pantas untukmu dikemudian hari,"


"Rasakan lah hatiku karena aku tak akan pernah melupakan mu seperti ucapan ku, aku memang tak pernah mengatakan ini secara langsung, tetapi aku sangat mencintaimu,"


Keenan menundukkan tubuhnya dan menempatkan wajahnya didekat Cinta, dia membisik pelan sekali, mengatakan hal yang tidak bisa ia katakan di rumah nya tadi.


Dia kemudian menatap wajah Cinta dari dekat, dia mengecup bibir nya lembut sekali sembari memejamkan matanya, "Aku akan kembali dengan cepat, setelah semuanya selesai aku akan kembali kepadamu, mengatakan betapa aku hanya mencintaimu dan betapa aku tak bisa mengungkapkan kebahagiaan ku dengan kehadiran calon bayi kita,"


Keenan mengecup bibir Cinta begitu lama, merasakan ciuman yang akan ia ingat selamanya, dia mengusap kedua pipinya dan menumpahkan perasaannya yang tak terungkapkan saat dia ada di rumahnya tadi.


Satu hal yang diketahui oleh Layla, jika lelaki itu telah terlalu mencintai putrinya yang membuatnya berada di ujung jurang sendirian.


Ada sebuah hal yang tak bisa ia katakan kepada Cinta dan hal itu lah yang membuat putrinya kelihatan begitu frustasi dan sedih.


Layla sedikit menunduk saat ini, dia melangkah menjauh dan membiarkan Keenan menghabiskan waktu dengan putrinya, nalurinya sebagai seorang ibu bisa merasakan nya, jika lelaki itu benar-benar adalah lelaki yang ingin melindungi putrinya entah dari bahaya apa.


***


Kebenaran sama seperti pedang bermata dua, jika kebenaran diketahui oleh seseorang maka beban yang ia emban setara dengan seberapa berat kebenaran yang ia ketahui.


Sama seperti Cinta, jika Cinta dan orang di sekelilingnya tahu kebenaran jika sesungguhnya Keenan tak pernah melepaskan Cinta dan tidak ingin menceraikan nya, maka kesempatan gagalnya rencana yang telah disusun oleh Keenan akan semakin besar dan nyawa Cinta ataupun Ibunya akan terancam.


Jika Cinta mengetahui segala hal yang disembunyikan oleh Keenan, maka apa yang diketahui olehnya akan membahayakan Cinta kapan saja, dan semuanya akan sia-sia.


Jadi Keenan memilih memasang badan dan mengorbankan hatinya sebentar, dia akan melenyapkan semua bahaya yang selalu mendekati Cinta hanya karena Cinta berasal dari keluarga yang biasa saja.


Hanya dengan cara itu, Cinta bisa benar-benar bebas dan terlindungi tanpa ada bahaya apapun yang akan datang di masa depan.


***


Di rumah sakit,


Setelah beberapa saat memuaskan kerinduan yang tak bisa ia perlihatkan saat di rumahnya, Keenan sekarang menatap dengan tajam dan teguh, sekarang dia memiliki hal yang harus ia lindungi.


Bukan hanya wanita yang ia cintai, bukan hanya ibunya, akan tetapi calon bayinya juga.


Dia mengusap perut Cinta yang masih rata, "Jaga Ibumu baik-baik, aku sangat mencintainya kau tahu, kau harus menjadi pengganti Ayah saat Ayah tidak ada, kau paham?" Keenan berbicara seolah calon bayi mereka bisa menjawab.


Setelah ia melakukan itu, dia menelan semua rasa pahit di hatinya, dia bangkit dan berdiri, dia memang tidak bisa memilih dia lahir dari keluarga mana, akan tetapi sekarang dia bisa melakukan satu hal.


Yaitu menghabisi siapa saja yang ingin mencelakai apa yang berharga untuknya, tak terkecuali apapun itu.


Dia mencengkeram tangannya, matanya yang tajam dan jantungnya yang berpacu.


Dia akan kembali ke tempat dimana semuanya berasal, dimana para tetua yang menjunjung tinggi kebiasaan keluarga bangsawan mereka, yang rela membasmi apapun yang tak sesuai dengan norma yang mereka ciptakan sendiri.


Keenan yakin, yang mencelakai ibunya pasti juga mereka, ayahnya selama ini tidak bisa berkutik karena terlalu takut membahayakan ibunya yang disembunyikan dan juga Keenan sendiri, maka Keenan akan menggantikan ayahnya membasmi mereka semua.


Dan caranya memang hanya satu, melepas semua ikatan yang ada agar Keenan tidak memiliki kelemahan, seolah mengikuti jalan seperti rencana para tetua yaitu berpura-pura memiliki hubungan yang baik dengan Clara lalu saat itulah Keenan akan menghabisi mereka semua.


***