
***
Episode 89 : Perhatian berlebihan Keenan ...
***
“Ma ... maksud ku, aku ingin mandi sendiri,” jawab Cinta lagi mengulang ucapannya sembari menunduk dan menciut.
“Oh tidak bisa, sejak kapan kau bisa menolak aku!” seru Keenan langsung menggendong istrinya ke kamar mandi.
Pagi itu di kediaman Keenan sangat banyak drama yang terjadi, saat Keenan sudah memutuskan untuk bangun dia menggendong paksa Cinta ke kamar mandi.
Keenan juga memaksa Cinta untuk mandi bersama, Keenan beralasan bahwa Cinta sudah menjadi miliknya sepenuhnya jadi mandi bersama bukanlah hal yang memalukan lagi.
“Sayang, kau sudah menjadi milikku seutuhnya. Kau bahkan menikmati nya tadi malam, kau sangat agresif.” Bisik Keenan ke telinga Cinta yang berada di bathtub.
Mereka berdua memang sedang berada di bathtub bersama akibat dari paksaan Keenan tadi.
“Sial, aku tidak menyangka aku sudah melakukan hal sejauh ini. Apakah ini bisa disebut sebagai lupa diri level maksimum?” Cinta tidak merespon Keenan, begitu banyak hal yang menjadi pikiran Cinta sekarang.
“Sayang, kau sedang memikirkan apa? apakah kau belum puas melakukan nya tadi malam? apakah perlu kita mengulanginya disini?” tanya Keenan sembari memainkan helaian rambut Cinta yang basah itu.
“Tidak ... tidak, dasar kau mesum! Kau seenak nya saja mau mengambil kesempatan didalam kesempitan. Jangan berani melakukan itu lagi padaku!” ketus Cinta sembari menutupi bagian dadanya dengan kedua tangannya.
“Haha, sayang, jangan merasa malu lagi padaku, kita bahkan sudah melakukannya, semua bagian dari tubuhmu pun sudah ku lihat. Dan yang mengambil kesempatan didalam kesempitan adalah kau, beraninya kau mengkambing hitamkan ku.”
Balas Keenan sembari menarik Cinta ke dalam pelukannya.
“Lihatlah kau sangat sensitif, dipeluk sedikit saja sudah langsung gemetaran.” Bisik Keenan menggoda Cinta.
Hal itu sontak membuat wajah Cinta merah padam, dia sangat malu. “Bagaimana mungkin orang ini bisa dengan enteng mengatakan hal-hal seperti itu?” gumam Cinta pasrah dengan tubuhnya yang sedang di peluk erat oleh Keenan.
"Mesum!" ketus Cinta memalingkan wajahnya, dia merasa kesal karena setiap berdebat, dia tidak bisa menang melawan Keenan yang sangat pandai bersilat lidah.
"Mesum? aku hanya mesum pada istriku sendiri, apa salahnya," goda Keenan mengecup pundak Cinta.
Hal itu membuat Cinta menegang, entah kenapa sejak malam panas yang dia juga tidak menyangka dia bisa melakukan sejauh itu, setiap kali Keenan menyentuh dan memeluknya, maka Cinta akan merasa panas dan geli disaat yang sama.
***
Disaat yang sama,
Di kediaman Rehan Heit,
"Ra, kau ingat kan kata Mama kemarin?" Monic hendak melakukan sesuatu untuk putrinya satu-satunya ini.
Monic memang aneh, walau dia sudah bisa merebut suami orang lain, dia masih belum bisa melepaskan kecemburuan kepada istri pertama yang merupakan mantan istri pertama suami nya apalagi putri dari mantan istri suaminya.
Itulah memang konsekuensi ketika seorang perempuan merebut hak milik orang lain, selamanya dia juga tidak akan tenang dan percaya pada suaminya, dan kecemburuan nya tidak akan pernah reda.
Karena mungkin saja akan ada orang sepertinya dirinya yang juga ingin merebut suami nya.
"Ingat Ma, ada apa Ma?" tanya Rara baru bangun pagi, dia heran kenapa Ibunya datang sepagi ini mengunjungi nya di pagi seperti ini.
"Besok malam usahakan Cinta datang ke sebuah hotel yang Mama kirim padamu, Mama sudah memiliki sebuah rencana, tapi biarkan Mama saja yang lakukan, kau hanya perlu memastikan Cinta datang, itu saja," seru Monic entah kenapa dia memiliki ide gila.
Dia ingin membuat Cinta kelihatan seperti wanita nakal, agar suaminya merasa kecewa pada anaknya itu dan ibunya akan stress atau gila karena perbuatannya.
Jadi disamping untuk kepentingan Rara, Monic juga ingin melakukan ini karena kepentingan pribadinya, dia belum puas jika anak hasil dari mantan suaminya itu rusak dan membuat suaminya sepenuhnya hanya menyayangi nya dan putrinya ini.
"Sudah Ra, kau tidak perlu tahu, serahkan ini pada Mama saja, kau hanya harus pastikan dia datang malam ini jam 7," ketus Monic segera berlalu dari kamar putrinya.
"Baik Ma, akan aku lakukan," seru Rara sedikit heran kenapa Ibunya terlihat berbeda.
***
Kembali ke kediaman Keenan,
Setelah mereka selesai mandi, Cinta yang masih merasa sakit dan tidak bisa bergerak bebas, membuat Keenan tentu saja mengambil kesempatan dalam kesempitan.
"Sayang, biarkan aku yang melap tubuhmu, kau masih sakit ...."
"Sayang, biarkan aku yang mengeringkan rambut mu, kau masih sakit ...."
"Sayang, biarkan aku yang memakaikan baju untuk mu, kau masih sakit ...."
Cinta benar-benar tidak diijinkan melakukan apapun, semuanya ini bukan saja karena Cinta memang masih kurang enak badan, akan tetapi karena Keenan suka sekali melakukan kontak fisik dengan istrinya.
Dia suka menyentuhnya dan memeluknya, ingin selalu berdekatan, lagi-lagi seperti bukan Keenan yang biasanya.
Setelah Cinta dengan pasrah sudah memakai baju dengan nyaman, sarapan pagi mereka tidak dimasak oleh Cinta karena bagi Keenan, tubuh Cinta masih sangat lemah, padahal sebenarnya tidak selemah itu, Keenan hanya terlalu berlebihan dalam segala hal.
"Kali ini akan aku maafkan karena kau tidak memasak untukku, tetapi saat kau sembuh kau tetap harus memasak untukku, masakan mu lebih enak dari segala masakan di dunia ini!" ketus Keenan dengan ekspresi yang masam dan seolah tidak suka memakan masakan koki di rumahnya.
Cinta yang merasa makanan yang ia makan sangat enak membuat Cinta merasa aneh, dan ia baru sadar, mungkin selera Keenan lah yang memang berbeda dan unik makanya terlalu suka masakan biasanya.
***
Disisi lain,
Clara sedang melakukan panggilan dengan calon mertuanya, yaitu Ibu tiri Keenan.
"Clar? kenapa kau tidak ada di rumah Keenan malah di hotel?" tanya Ibu tiri Keenan itu yang selalu memantau perjalanan calon menantunya, hal itu sangat wajar di lakukan sebelum kedua orang bangsawan itu menikah karena untuk menjaga kepercayaan dan memastikan jika pihak wanita tidak memiliki lelaki lain.
"Ummm ..."
Clara sedikit gugup, dia tidak ingin memberitahu jika Keenan memiliki hubungan serius dengan seorang wanita.
Jika dia mengatakan sejujur nya maka nyawa Cinta pasti akan segera terancam.
Dia tidak sekejam itu untuk membahayakan seorang wanita muda yang sama seperti nya sedang mencintai seorang lelaki.
Clara memang memiliki hati lembut dan baik, lahir di keluarga bangsawan sebenarnya merupakan tekanan baginya.
***
Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.
Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.
Makasih ya semuanya, lope you.
***
Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho
Kalian bisa DM dan tanya2 disana