Boss Playboy

Boss Playboy
Kau menggodaku


Episode 67 : Kau menggodaku


***


Di kediaman Keenan,


"Bagaimana dengan anak itu apa dia sudah dapat di hubungi? dia itu sangat tidak bisa diatur!" kepala keluarga yang merupakan ayah Keenan yang bernama Josh Thomson sedang menanyakan mengenai putra nya yang tidak pernah mau pulang setelah ibu kandungnya meninggal.


"Belum bisa, hanya assiten nya saja yang bisa dihubungi, Clara akan ke kediamannya Minggu depan, kita tunggu kabar saja lagi," sahut Lucia istri pertama Josh yang dimana merupakan ibu tiri Keenan.


"Anak itu apa masih menyalahkan aku?" geram Josh yang sudah lumayan tua.


Keenan akan menjadi penggantinya akan tetapi anak itu sungguh tidak bisa diatur sama sekali.


Mereka sedang minum teh bersama dimana banyak pelayan yang melayani disekitar mereka.


***


Di pantai,


Cinta senang sekali, selama seumur hidup dia hanya pernah melihat pantai sebiru dan seindah ini dari telivisi atau majalah, entah keberuntungan apa yang ia punya bisa menjamah air laut jernih secara langsung.


Dia berlarian begitu bahagia, dia membayangkan dirinya sedang ada di dunia fantasi yang sangat indah, dia melupakan semua masalah nya.


Tetapi karena kebahagiaan yang terlalu berlebihan itu,


“Aaaa!” teriak Cinta langsung jatuh karena langkah kakinya sendiri.


Cinta terjatuh di pinggir pantai sampai semua bajunya basah tersapu ombak, lututnya juga terasa perih karena terkena kerikil pantai.


Awalnya Keenan hanya terkekeh melihat tingkah menggemaskan Cinta, namun saat Cinta senyuman bahagia Keenan yang menonton tadi langsung berubah.


Keenan yang langsung panik segera berlari, dia melempar kaca matanya dan langsung melihat keadaan Cinta.


"Ahh ... sakit sekali, kenapa aku begitu ceroboh sih! bisa-bisanya melukai diri sendiri!"


Cinta kesal pada dirinya sendiri, apalagi saat ombak pantai menampar tubuhnya membuat kebahagiaan Cinta tadi lenyap tak bersisa.


Ekspresi nya langsung datar dan wajahnya yang tersenyum itu tiba-tiba memperlihatkan wajah muram.


Keenan yang tadi sudah berlari melihat Cinta yang lututnya sudah sakit itu pasrah terkena ombak pantai yang kuat, wajahnya yang kelihatan pasrah itu terlihat kocak tetapi bagi Keenan wanita ini benar-benar harus dijaga setiap langkahnya.


***


“Apakah kau bodoh? Ha? kau bisa terjatuh dan seolah tenggelam hanya karena kau bermain di tepi pantai!”


“Dimana kau taruh otakmu itu? Ha?”


“Gadis bodoh, membuat ku kesal saja!”


Keenan berteriak membuat Cinta tersenyum kaku sembari mengulurkan tangannya.


"Tolong bantu aku, kakiku sakit," ucapnya tersenyum kaku juga tidak bisa membela dirinya atas ucapan menusuk Keenan.


“Ck!” Keenan langsung berdecak semakin kesal saat melihat wajah polos dan senyuman polos itu, membuat nya tidak bisa marah lagi.


"Dasar bunglon penyihir, tersenyum polos hanya untuk merayuku, aku mencoba dengan keras menunggu sampai malam tetapi kau menggodaku, apa yang bisa kulakukan? sial!" geram Keenan menatap Cinta yang masih duduk tak bisa berdiri dengan tatapan yang sangat tajam.


"Glek!"


Cinta menelan salivanya dan bertanya-tanya mengapa Keenan menatapnya begitu tajam, apakah kesalahannya begitu fatal karena terjatuh dan tak bisa berdiri?


"Bruk!"


"Sial! alam memang tidak pernah mau berdamai denganku!" geram Cinta yang langsung terkapar di tepi pantai itu.


"Pfft!"


Melihat kejadian super lucu dan kocak itu, Keenan hendak tertawa, saat tersapu ombak tadi wajah Cinta terlihat sangat pasrah dan sangat lucu untuk dilihat.


"Tidak Keenan kau harus marah, dia ini sangat teledor bagaimana dia bisa hidup di dunia yang keras ini jika dia tetap seperti ini!" geram Keenan mengembalikan wajah seramnya lagi.


Keenan sungguh menilai berlebihan, dia sudah sangat khawatir hanya karena Cinta tersungkur, entah kenapa dia tidak suka wanita ini terluka sedikitpun.


"Srek!"


Keenan segera menggendong Cinta yang sudah basah kuyup, bukan karena berenang tetapi hanya karena bermain di tepi pantai.


***


Di kamar pribadi Keenan dan Cinta.


***


Cinta sudah duduk sambil mengangkat tangan seperti anak SD yang di hukum berat.


“Bodoh!”


“Membuat kesal saja!”


“Bisa bisanya kau tidak peduli dengan dirimu sendiri!”


Keenan menghujani Cinta dengan ucapan ucapannya yang pedas, sembari mengusap dan membalut luka Cinta yang ada di lututnya.


Tetapi Cinta sudah terbiasa dengan ucapan itu, jadi dia terlihat biasa saja.


Cinta yang masih basah bajunya itu sudah mulai menggigil gemetaran, “Sa ... Sayang ....” Cinta memanggil Keenan yang masih lanjut merepeti Cinta.


“APA? Kau mau melawan ku?” ketus Keenan langsung dengan wajahnya yang masih marah sekali.


“Aku kedinginan,” balas Cinta melihat kearah Keenan dengan penampilan nya masih basah.


Mata Keenan sampai terbelalak, jantung nya langsung berpacu, Keenan yang tadi dipenuhi kemarahan segera melihat penampilan Cinta dari atas kebawah, baju putihnya yang basah dan transparan itu malah membuat Cinta semakin seksi.


Bola mata Keenan langsung terkunci di kedua buah dada Cinta yang sudah pernah ia lihat namun terasa berbeda karena sekarang kelihatan begitu seksi sekali.


“Glek!” Keenan menelan Saliva nya dengan kasar.


“Sayang, kau menggodaku di saat seperti ini, wah, kau pintar sekali, demi lepas dari kemarahan ku kau menggunakan wajahmu yang menggemaskan itu, tapi akan aku terima,” seru Keenan langsung menggendong Cinta dan menjatuhkan nya ke kasur.


***


Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.


Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.


Makasih ya semuanya, lope you.


***


Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho


Kalian bisa DM dan tanya2 disana