Boss Playboy

Boss Playboy
Pertemuan keluarga Kertia dan Thomson


Episode 158 : Pertemuan keluarga Kertia dan Thomson.


***


Di kediaman Cinta,


Cinta memasuki kediamannya setelah berjalan keluar mengantarkan makanan, usia kandungannya sudah hampir memasuki bulan kedua, dan anehnya dia tidak mengidam apapun, dia hanya sangat merindukan suaminya saja.


Layla yang memperhatikan putrinya sudah kelihatan lebih baik segera datang duduk di sisi Cinta yang sedang duduk di kursi sofa.


“Sayang …” Layla meraih tangan Cinta dan tersenyum lembut penuh rasa sayang.


“Ada apa Bu?” Cinta membalas ibunya dengan lembut, membalas genggaman tangan ibunya.


Layla mengusap rambut putrinya, “Ibu tidak akan meminta kau menceritakan apa yang kau alami, mengapa kau dan suami mu tidak tinggal satu rumah lagi, akan tetapi Ibu rasa, Ibu harus mengatakan ini,”


“Lelaki itu yang dulu datang membawamu dan dengan lantang mengatakan jika dia akan menjagamu, dia adalah lelaki yang tidak boleh kau lepaskan, Ibu tahu sekali saat itu dia tidak berbohong, sebuah hubungan rumah tangga memang ada naik dan turunnya tetapi yakinlah dengan hatimu, Nak,”


“Percaya padanya, karena ada hal yang tidak bisa dikatakan secara gamblang, terkadang ada hal yang tidak bisa ia katakan secara langsung,”


“Akan tetapi, saat kau sakit di rumah sakit, Ibu melihat dia datang dan menangis memelukmu, saat itu Ibu tahu jika dia lebih mencintaimu dari apapun,” Layla akhirnya mengatakan apa yang ia lihat kepada putrinya setelah memastikan Cinta sudah mulai membaik dan tenang.


Mata Cinta melebar saat itu, dia memang merasa kehadiran Keenan saat dia berada di rumah sakit, akan tetapi ia kira itu hanyalah mimpi belaka.


“Be … benarkah Bu? dia datang?” Cinta memperjelas lagi, memperlihatkan raut wajah yang begitu bersemangat.


Layla tersenyum mengangguk, memberikan kepastian jika yang ia katakan adalah kebenaran.


Bulir-bulir air mata kebahagiaan menetes di pipinya, saat ibunya mengatakan hal itu, Cinta mendapatkan lagi keyakinannya, jika memang Keenan sekarang sedang berjuang untuk dirinya, untuk sesuatu yang tak bisa ia ceritakan secara langsung.


“Terimakasih Bu, sudah mengatakan semua ini,” Cinta langsung memeluk ibunya.


***


Malam akhirnya tiba, pertemuan keluarga antara Kertia dan Thomson akhirnya akan digelar.


Keenan juga sudah selesai dengan segala urusannya.


Josh Thomson yang sudah mendapatkan aba-aba dari Keenan tidak ikut mendatangi pertemuan itu, dia tidak ingin melakukan kesalahan yang sama, dia akan tetap berada di rumah sakit menjaga istrinya yang tidak kunjung sadar.


Josh masih memiliki harapan, walau sangat sedikit akan tetapi hanya Dahlia lah wanita yang ia cintai satu-satunya, jadi jikapun Dahlia tak akan bangun, Josh akan tetap berada disisinya dan menunggu saat maut menjemput dan mempertemukan dia dan istrinya lagi.


***


Malam itu, pertemuan diadakan di aula mansion kediaman keluarga Thomson, para tetua dan para istrinya, anak-anaknya dan juga Lucia sudah ada disana, mengenakan pakaian yang sangat megah seolah acara ini bukan hanya untuk pembicaraan pernikahan melainkan unjuk kebolehan harta dan apa yang dimiliki.


“Kalian sudah datang?” Lucia menyambut saudari saudarinya yang ikut hadir atas undangan Lucia, untuk memamerkan apa yang ia punyai.


Saudari saudari Lucia hanya tersenyum kaku dan mengangguk, seolah tak suka dengan segala kemegahan yang didapatkan oleh Lucia saat sudah menikah.


Beberapa saat setelah itu, Keenan datang sendirian, dia memakai pakaian rapih dan terlihat sangat tampan.


Dia segera duduk di kursi dimana ada meja bundar yang besar disana, Keenan melihat jika Desmon Thomson dan para antek anteknya sudah duduk dengan sombong di hadapannya.


Keenan menatap dengan tajam, seolah menantang Desmon, dan melihat itu Desmon hanya menunduk tipis dan menyeringai, seolah sadar jika Keenan tak akan bisa menghindari pernikahan ini.


Disaat yang sama, anak buahnya juga sedang bergerak untuk menculik Cinta agar dijadikan sebagai sandera untuk mengontrol Keenan sama seperti ayah Keenan.


Hanya beberapa saat dari saat keduanya saling memprovokasi lewat gerakan atau bahasa tubuh, Gordon Kertia dan juga keluarganya sudah datang, Clara juga ikut kesana, dia mengenakan gaun yang cantik dan perhiasan yang memperindah tampilannya.


Semuanya akhirnya duduk disana, keluarga inti kecuali Josh Thomson duduk dengan suara bisingan yang semakin meredup.