
Episode 38 : Tidak ada yang menginginkan aku!
***
"Aku telah menahan diriku terlalu lama, aku mengalah dalam persaudaraan ku dengan Rara, aku bahkan mencoba memaafkan ayah dan ibuku yang egois bercerai dan menelantarkan aku, dan sekarang aku harus terhina oleh orang ini lagi, aku sudah tidak bisa, jika memang harus mati lebih baik aku mati saja dari pada menerima penghinaan yang lebih parah lagi!"
Cinta sudah bertekad, dia tidak peduli apa yang akan terjadi kepadanya, dia hanya tidak ingin lelaki ini melecehkan nya lagi.
Bagi Cinta, perbuatan Keenan ini sudah sangat berlebihan, Cinta merasa dia tidak memiliki kesalahan apapun, entah kenapa lelaki ini harus menghukum nya.
Angel yang melihat betapa berani nya wanita ini sedikit keheranan, belum pernah ada seorang pun yang berani melawan Keenan sebelumnya.
Keenan memang kelihatan suka bercanda dan kurang serius tetapi saat ia sudah marah dan ada yang berani menolaknya maka Keenan benar benar akan menjadi orang yang mengerikan.
Karena itulah sampai saat ini tidak ada yang berani menentang atau menolak dirinya.
"Ho? kau berani sekali meneriaki aku! Apakah kau sadar apa yang kau katakan itu? jika aku menghancurkan perusahaan ayahmu pasti akan berdampak kepada ibumu!"
"Oh atau kau sudah sadar jika kau telah menjadi boneka mereka? apakah kau sudah sadar jika ayahmu menjual mu karena kau tidak lebih berharga dari adikmu itu?"
"Cinta, kau harusnya bersyukur bahwa aku mau memungut mu yang telah dibuang oleh ayah dan ibumu, kenapa kau harus mempersulit semuanya?"
Keenan terkekeh, matanya yang menunjukkan penghinaan, ekspresi yang yang seolah tidak bersalah menghina Cinta sampai begitu dalam nya.
Mendengar itu mata Cinta mulai berkaca kaca, lelaki ini mengatakan yang sebenarnya, dia sudah tahu jika dia memang telah dimanfaatkan dan dibuang oleh ayah dan ibunya walau tidak secara langsung.
Tetapi selama ini Cinta mencoba menghibur dirinya dengan mempercayai jika ayah dan ibunya yang telah bercerai itu hanya melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan sebagai orang dewasa yang telah bercerai.
"Iya Tuan, kau memang benar, aku menjadi boneka mereka, mereka memang tidak mengakui nya tetapi mereka telah membuang aku, ibuku bisa saja membawaku bersamanya tetapi dia tidak melakukan nya karena mungkin dengan melihat aku dia akan teringat dengan ayahku yang melukai nya,"
"Tuan benar, di dunia ini tidak ada yang menginginkan aku, oleh karena itu, aku sendirian sejak dahulu, aku kesakitan tetapi aku tidak bisa mengadu, apakah Tuan begitu bangga menambah luka di hatiku, apakah begitu memuaskan membuat aku menderita?"
"Seperti ekspresi Tuan sekarang, tersenyum dan dengan nata yang menghakimi, begitu lah kalian melihat ku,"
Cinta yang benar benar terluka oleh ucapan Keenan sudah putus asa, Keenan telah mengingatkan Cinta akan luka dan sakit hati yang ingin ia lupakan mengenai ayah dan ibunya.
Sekarang Keenan dengan arogannya mengingat kan hal itu lagi.
"Deg!"
Ada rasa sakit yang dirasakan oleh Keenan saat melihat keputus-asaan yang ditunjukkan oleh Cinta.
Matanya yang dalam dan ekspresi yang menyedihkan, wanita muda yang cantik ini selama ini hanya menyembunyikan rasa sakit nya dengan tersenyum setiap saat.
Ternyata dia hanya berpura pura kuat, ternyata dia sering menangis sendirian, itulah apa yang dilihat oleh Keenan dari ucapan putus asa wanita yang membuat nya selalu gundah ini.
***
Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.
Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.
Makasih ya semuanya, lope you.
***
Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho
Kalian bisa DM dan tanya2 disana