Boss Playboy

Boss Playboy
Spesialis mengancam!


Episode 64 : Spesialis mengancam!


***


Keenan masih memeluk Cinta, walau Cinta Sibuk memasak makanan untuknya, Keenan seolah tak mau melepaskan kekasihnya ini.


Dia suka sekali hangat tubuhnya, wanginya dan tubuh Cinta pas sekali di tangannya, kecil dan enak untuk di peluk.


Cinta seolah tidak terusik dengan hal itu, dia hanya berfokus kepada masakannya kali ini.


Setelah selesai makanannya, Keenan langsung duduk dengan rapih tidak sabar ingin makan dan menyantap makanan kesukaan nya.


Entah kenapa semua yang dibuat wanita ini sesuai dengan selera nya, padahal jika dibandingkan dengan masakan koki, masakan Cinta tidak ada apa-apanya, tetapi mau bagaimana lagi, entah kenapa rasanya sangat sesuai dengan selera Keenan, membuat Keenan tidak ingin memakan masakan lain selain masakan Cinta.


Cinta segera menaruh makanan di atas meja, dia tersenyum menyeringai saat melihat makanan itu, dia bahkan berimajinasi liar di kepalanya.


***


Adegan dalam imajinasi super duper Cinta :


“Wah, sayang masakanmu enak sekali,” seru Keenan dengan mata yang berbinar binar.


“Benarkah? Jadi bolehkah aku pergi karena masakan ku enak?” balas Cinta lagi dalam imajinasinya.


“Boleh sayang,” sahut Keenan yang ada dalam imajinasi Cinta.


Kembali ke realita kehidupan yang tidak akan seindah angan-angan ….


“Apa yang kau lamunkan? Cepat berikan aku makanannya, aku sudah lapar!” ketus Keenan mengejutkan Cinta yang segera terbuyar dari imajinasi tingkat dewanya itu.


“Ah, iya, ini Tuan silahkan dinikmati,” seru Cinta memberikan makanan itu ke hadapan Keenan Graham.


Keenan melihat makanan sederhana itu dengan makanan yang memicing, “Jika saja ini tidak enak, awas kau ya!’ serunya mengambil sendok dan segera melahap satu suap makanan itu.


“Cih, mengancam lagi sepertinya mengancam adalah spesialis dalam hidupnya!” ketus Cinta hendak ikut makan, mereka berdua memang belum sarapan pagi.


Mata Keenan terbelalak saat memakan makanan yang dimasak oleh Cinta, dari satu sendok sampai beberapa sendok, dia menjadi sangat lahap, bahkan makanan yang sudah berada di piring Cinta pun di lahapnya sampai habis.


Cinta sampai menganga dan terkejut, “Tadi sok sok mengancam sekarang dia malah menghabiskan semuanya, bahkan tidak menyisakan sedikitpun untukku? Apa apaan ini!” ketus Cinta dalam hatinya, dia sudah lapar tetapi sedikitpun Keenan tidak meninggalkan apapun untuknya.


“Aneh sekali, kemana makanan yang tadi?” setelah menghabiskan semuanya, Keenan Graham malah menanyakan itu.


Ia kemudian melihat kearah Cinta, “Kau pasti memakannya kan? Cepat buat lagi, aku masih lapar!” seru Keenan meminta Cinta untuk memasak lagi makanan yang sama.


“Aku bahkan tidak memakan sedikitpun, makanan yang di piringku pun sudah kau rebut tadi, dasar tidak berperi kemanusiaan, tetapi aku tidak ingin menentangnya, aku terlalu takut,”


Pagi bagaikan rollercoaster bagi Cinta akhirnya berakhir, walau kekalahan telak selalu diterima Cinta dalam berdebat tetapi tak apa yang penting lelaki arogan nan aneh ini tidak marah marah terus.


***


Setelah selesai makan, Keenan mengajak Cinta duduk santai di sofa, menaruh kepala Cinta agar bersandar di bahunya.


"Sayang, sebentar lagi kita akan terbang ke pulau pribadi ku, mandilah," ucap Keenan setelah mereka duduk beberapa saat di kursi sofa itu.


"Ha? ke pulau pribadi? ngapain Tuan eh sayang?" balas Cinta keheranan.


"Ssst!"


Keenan langsung menutup mulut Cinta dengan telunjuk jarinya.


"Kau sudah bilang mau menuruti semua mau ku kan? diam saja sayang, dan ikuti aku!" seru Keenan membuat Cinta merasa semakin curiga.


"Lelaki ini mencurigakan sekali, apa yang ingin ia lakukan di pulau pribadi nya? apa dia mau aku menemani nya memancing sampai kulit gosong? ah, sudahlah ikuti saja!" ketus Cinta membuyarkan semua angan-angan yang membuatnya pusing dan mandi membersihkan dirinya.


***


Disaat yang sama,


Saat Cinta sudah masuk kedalam kamar mandi, pesan dari Clara masuk lagi ke ponsel Keenan,


"Sayang, kau tidak rindu padaku ya? kenapa tidak balas pesan ku? padahal aku sudah mau menjumpai mu," itulah pesannya membuat Keenan menatap lurus.


Entah apa yang ia pikirkan tetapi dia segera menghapus pesan itu.


***


Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.


Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.


Makasih ya semuanya, lope you.


***


Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho


Kalian bisa DM dan tanya2 disana