
Episode 73 : Aku sudah tidak bisa menahannya.
***
Di villa Keenan,
"Sayang, sudahlah cepat keluar, jangan sampai aku marah, aku hitung sampai tiga ya!" seru Keenan menggoda Cinta.
Tentu saja hal itu membuat Cinta semakin panik.
"Iya aku keluar, tapi tolong tutup mata, aku mohon!' balas Cinta sedang bersandar di balik pintu dan dengan wajah yang memelas sekali.
"Iya ... iya!" seru Keenan menahan tawa dan menunggu Cinta di balik pintu kamar mandi.
"Oke, aku keluar ya," seru Cinta percaya pada lelaki playboy yang tidak bisa dipercaya ini.
"Cklek!"
Cinta yang percaya keluar dari dalam kamar mandi, dan saat ia keluar matanya bertemu pandang dengan Keenan yang sedang menyeringai nakal, matanya yang tajam dan tangannya yang melipat di depan dada, benar-benar lelaki yang tidak bisa dipercaya
Saat itulah Cinta tahu jika dia sudah terjebak.
Cinta yang syok hanya bisa mengedipkan matanya berulang kali dan terkejut sekali, dia membeku disaat Keenan menatap tubuh Cinta dari atas kebawah.
"Glek!"
Wajah buas lelaki itu semakin terlihat, matanya yang menjelajah dan nafasnya yang semakin memburu dan panas.
Bagaimana tidak, penampilan Cinta terlalu seksi dan sangat menggoda, baru kali ini Keenan merasa darahnya mendidih dan gairahnya tak terbendung.
Cinta terlihat sangat cantik namun juga terlalu menggoda.
"Dasar pembohong ..." teriak Cinta hendak lari lagi ke dalam kamar mandi tetapi tanpa aba-aba tubuhnya sudah ada dalam gendongan lelaki kuat ini.
Tubuhnya yang mungil itu tidak ada apa-apanya dibandingkan tenaga Keenan.
Keenan merebahkan tubuh Cinta keatas ranjang, dia pandangi tubuh Cinta yang kelihatan sangat menggoda.
"Hah ..." nafasnya yang berat dan terasa panas terdengar oleh Cinta.
"Sayang, kau cantik sekali, kau menggodaku dan aku tidak bisa apa-apa!" bisiknya menggoda wanita yang selalu membuat darahnya mendidih ini.
"Me ... menggoda? kau yang meminta aku mengenakan ini! kenapa aku yang menggoda?" geram Cinta mencoba menutupi tubuhnya dengan menarik selimut tetapi sudah ditahan oleh Keenan.
"Hehe," Keenan tersenyum nakal.
"Tentu saja menggoda, kau berpenampilan seperti ini malam hari dan tadi siang kau melamar ku, kau sungguh membuat aku gila sayang!" bisik Keenan dengan suaranya yang pelan namun dalam.
"Heh? melamar? sejak kapan aku melamar? dan ...." belum selesai Cinta menanyakan kebingungan nya.
Keenan sudah terlebih dahulu menahan bibir Cinta.
"Ssst! diamlah dan nikmati malam ini," bisiknya lagi langsung mencium bibir merah menggoda yang sejak tadi seolah berteriak untuk ia lahap lembut dan membasahi nya dengan bibirnya sendiri.
***
Malam itu udara terasa dingin, angin yang berhembus melewati gorden terasa menyegarkan, bulan yang bersinar memberikan penerangan alami di dalam kamar, tetapi udara menyegarkan dan bahkan Ac tidak bisa mendinginkan tubuh Keenan dan Cinta.
Keenan belum pernah merasakan sensasi seperti ini, sensasi mendebarkan yang membuat jantungnya berdegup sangat cepat.
Dia mulai melepas ikatan piyamanya, Cinta bisa melihat tubuh bidang Keenan, mereka diam satu sama lain, tetapi tatapan mereka berbicara, setelah Keenan melepas piyama dia mulai mencium Cinta lagi.
Ciuman itu turun sampai di leher dan memberikan tanda kepemilikan di bagian itu, jemarinya secara perlahan mulai menyentuh tubuh Cinta, Cinta yang entah mengapa tidak bisa menolak hanya mengikuti ritme yang di dominasi oleh Keenan.
“Ahh, kenapa tubuhku panas sekali, kenapa aku tidak bisa menolak? Apakah tubuh ini masih menjadi tubuhku, aku harus menghentikannya!” gumam Cinta merasa darahnya seperti mendidih, saat tangan hangat Keenan menyetuh kulitnya, jantungnya semakin berpacu dan dia menjadi pusing karena merasakan hal aneh di tubuhnya.
“Sayang, aku mau kamu,” bisik Keenan tanpa sepengetahuan Cinta bajunya sudah dilucuti oleh Keenan, sekarang Cinta sudah polos dihadapan Keenan.
“Tidak boleh! Jelas-jelas aku sudah mengatakannya tadi siang! kenapa begini lagi sih?” gumam Cinta dengan keras mencoba mengumpulkan kesadarannya yang tersisa.
Saat jemari Keenan mulai menjamah tubuhnya, Cinta segera menarik tangan Keenan.
“Aku belum siap,” sahut Cinta dengan suara yang lemah, dia juga kebigungan sebenarnya mengapa dia juga menginginkan hal ini, mengapa dia membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menghentikan Keenan.
Rasanya seperti dia terlena dan lupa diri untuk kesekian kalinya.
“Ahh, sayang, tapi aku sudah tidak tahan,” bisik Keenan mencoba merayu Cinta.
Cinta menggelengkan kepalanya, entah kenapa dia menangis untuk kesekian kalinya, dia bingung apakah air mata ini karena dia merasa menjadi wanita murahan atau karena apa, Cinta tidak mengerti tetapi dia hanya menangis tidak berani melihat ke arah mata Keenan.
“Aku sudah katakan alasannya tadi siang, aku takut dan tidak ingin melakukan ini sebelum menikah, maafkan aku tapi hanya kehormatanku lah yang tertinggal, aku tidak ingin menghancurkan kehormatanku, aku minta maaf,”
Tangisan yang memilukan, dia bahkan sampai sesenggukan, dia setidaknya harus mempertahankan kehormatannya walau dengan cara apapun.
Walau dari sikap Keenan, pastinya Keenan tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
Keenan yang melihat tangisan polos Cinta itu lagi berpikir, usahanya di pulau pribadi ini sepertinya akan gagal lagi, dan keduanya ada di hari yang sama.
Keenan segera turun dari tubuh Cinta dan melentangkan tangannya, melihat langit-langit kamar.
“Aku akan mengatakan ini sekarang, aku tidak bisa menikahimu, bukan karena aku tidak ingin, tetapi banyak hal yang harus dipertimbangkan, dan ayahku tidak akan membiarkanmu, aku juga tidak bisa menunggu waktu lebih lama, aku menginginkanmu jadi aku akan memberimu waktu sedikit lebih lama, saat itu tiba, kau tidak boleh menolak lagi,”
Seru Keenan membuat Cinta menyadari posisinya sekali lagi.
Tidak bisa dinikahi tetapi harus melakukan hubungan suami istri, benar-benar nasib yang menyedihkan.
Tetapi Cinta masih bersyukur bahwa Keenan tidak melakukan hal itu sekarang, walau tubuhnya terlihat sangat terbuka dan menggoda, tetapi Keenan bisa menahan dirinya, ada hal yang sangat menonjol dari Keenan, yaitu dia sebenarnya sangat memperhatikan dan menghargai pendapatan Cinta, walau tidak pernah mengatakannya.
Setelah beberapa saat, Cinta meraih selimut dan menutupi dirinya.
Melihat gelagat Cinta itu Keenan kepikiran ide nakal lagi.
Dia masuk kedalam selimut dimana Cinta menutupi tubuhnya, dia dengan sigap langsung mendekap tubuh Cinta.
“Tu … tuan, eh sayang, apa yang kau lakukan, kau bilang tidak akan melakukannya,” seru Cinta sangat malu dan geli, bagaimana tidak, Keenan masuk kedalam selimut dan mendekap tubuh nya yang hanya menggunakan kain tipis.
“Memang, aku tidak akan melakukan itu, aku hanya memelukmu saja, jangan berani menolak ini juga,” bisik Keenan puas, dia tersenyum nakal sekali dan dia menikmati dirinya terbenam di tubuh Cinta.
“Hiks, apa yang harus kulakukan? Ini terlalu berlebihan untuk aku tangani, rasanya geli dan tidak nyaman, tapi lebih baik dibanding jika dia melakukan itu, masa bodohlah, saat bangun nanti aku harus lupakan malam ini!” gumam Cinta mau tidak mau membiarkan Keenan mendekapnya erat sekali.
“Tubuhmu wangi sekali, sebenarnya parfum apa yang kau pakai?” tanya Keenan tidak melonggarkan dekapannya, wajahnya bahkan terbenam di dada Cinta membuat Cinta semakin geli.
Apalagi setiap Keenan berbicara nafasnya akan langsung terasa di kulitnya.