
Episode 149 : Keenan dan para tetua.
***
Time skip,
Dua hari kemudian ....
"Apakah kalian dengar? pewaris tunggal keluarga Thomson akan datang hari ini ke perusahaan?"
"Iya, dengar-dengar dia akan menggantikan ayahnya menjadi pemimpin,"
"Benarkah? sampai sekarang aku belum tahu siapakah pengganti Pak Josh Thomson, aku sangat penasaran,"
Para karyawan perusahaan Thomson dibagian pusat sedang heboh dan saling menggosip satu sama lain, mengenai email serentak yang masuk bagaimana sekarang ini akan ada pergantian pemimpin dikarenakan kondisi kesehatan Josh Thomson yang memburuk jadi putra tunggalnya yang selama ini ada di luar negeri akan menggantikannya.
"Tak ... Tak ... Tak!"
Saat mereka sedang menggosip, semua orang tiba-tiba saja terdiam ketika melihat jika seorang lelaki tampan dengan tinggi kira-kira 185 cm lebih dengan dada bidang dan wajah tegas dan rupawan, semua mata langsung terpana dan lelaki yang mereka lihat itu kelihatan sangat berwibawa apalagi tatapannya, begitu tajam dan dalam seolah akan menghakimi siapa saja yang ia lihat.
Ya, lelaki itu adalah Keenan dimana dia sedang melangkah di tuntun oleh Assiten pribadi Josh Thomson menuju ruangan meeting dimana para tetua telah menunggu kedatangan Keenan disana.
Seolah terintimidasi oleh kehadiran Keenan, atasan baru mereka, secara otomatis semua karyawan yang dilewati olehnya membungkuk dengan hormat dan menjadi was was.
Sedangkan Keenan ketika langkah kaki mereka telah sampai di depan sebuah pintu besar dimana tempat meeting itu diadakan, assiten pribadi Josh Thomson segera
"Pak, silahkan masuk," Assiten pribadi Josh membukakan ruangan untuk Keenan.
Keenan dengan proporsi tubuh yang tegap, menarik nafasnya dalam-dalam, saat ia memasuki ruangan yang penuh dengan orang-orang busuk itu, pertarungannya baru akan dimulai, dan kehidupan nya juga orang yang ia sayangi dipertaruhkan dalam hal ini.
Keenan masuk dengan langkah yang lebar, dia mengangkat dagunya seolah dia adalah raja di ruangan itu, saat ia memasuki ruangan yang telah penuh menunggu dirinya, semua orang yang kebanyakan telah lebih tua atau seusia dengan ayahnya segera berdiri dan menunduk menyambut Keenan.
Putra tunggal dari Josh Thomson dimana adalah pewaris tunggal juga.
Keenan segera duduk di kursi kebesarannya, dia duduk dan melihat ke hadapannya, semua wajah yang sudah ia lihat dari formulir yang ia baca membuatnya langsung mengenali semuanya.
Keenan tersenyum menyeringai, dia menatap tajam dan membiarkan mereka berdiri sedikit lebih lama.
"Ehem ..."
"Uhmm ..."
Suara batuk kecil dan sedikit gerakan tubuh yang mereka buat mencoba memberitahu kepada Keenan agar mempersilahkan mereka kembali duduk.
"Ah, saya lupa jika saya adalah pemimpin mutlak disini, kalian hanya akan menuruti saya bahkan tidak akan duduk Sebelum saya persilahkan, haha, silahkan duduk, kalian juga sudah tua, saya tidak tega membiarkan kalian berdiri terlalu lama,"
Suara setengah meledek, senyuman yang mengerikan dan mata yang tajam.
Semua para tetua dan pemangku kepentingan di ruangan itu saling melirik dan seolah syok dengan tindakan Keenan.
Ya, Keenan memang sengaja mengatakan hal itu untuk menunjukkan dirinya dan menyadarkan semua orang di ruangan ini jika dia bukan boneka seperti ayahnya, melainkan pemimpin yang tidak akan mampu mereka lawan.
"Haha, Keenan, kau suka bercanda juga, siapa sangka kau tumbuh dengan baik, sudah dewasa sekarang," seorang yang lebih tua dan kelihatan licik menimpali ucapan Keenan membuat senyuman sarkas Keenan tadi menghilang.
"Keenan?"
"Berani sekali anda memanggil saya dengan sebutan nama, apakah anda lupa siapa saya? saya bahkan sudah mengatakannya sebelumnya, saya adalah pengganti ayah saya disini, dimana saya adalah atasan kalian!"
Keenan berbicara dengan sangat tegas dan lantang, dia sembari berdiri dan seperti memperhatikan satu persatu wajah para tetua itu untuk ia kenali lebih dalam dan cocokkan dengan formulir yang telah ia baca.
Dia berhenti sebentar di hadapan tetua yang sudah beruban dan terdiam mendengar ucapan Keenan barusan.
"Jadi, panggil saya Pak, atau Tuan juga boleh," seru Keenan kembali untuk kedua kalinya menyuarakan siapa dirinya dan membuat para tetua itu dengan instan langsung sedikit berbisik dan ribut.
Bagaimana mereka langsung tidak suka dengan sikap Keenan.
Setelah mengatakan itu, ada jeda diantara Keenan dan para tetua yang tadinya hendak membicarakan mengenai pernikahan antara Keenan dan Clara.
Semuanya terdiam dan tegang, bagaimana yang memang sedang di tekan oleh Keenan barusan adalah Desmon, sepupu dari Josh Thomson dimana merupakan ketua dari mereka semua.
"Kalian disini pasti ingin membicarakan permasalahan mengenai perjodohan antara aku dan Clara bukan? tapi sayang sekali, kalian semua harus pulang karena ini adalah perusahaan dimana yang harus dibicarakan disini adalah bisnis dan pekerjaan,"
"Saya masih harus memeriksa beberapa data di perusahaan ini, saya akan menjadi pemimpin dan saya sangat tertarik ingin mendalami aliran dana dari perusahaan, oleh karena itu saya akan sangat sibuk, jadi bisakah kalian semua keluar?"
Keenan mengusir semua para tetua itu, dengan sangat sengaja dan sarkas tentunya.
Ucapannya mengenai aliran dana juga sebenarnya memiliki maksud, Keenan sebenarnya sudah tahu dan membaca semua aliran dana dari perusahaan dan banyak sekali dana gelap dan menyimpang yang tentu saja menuju kekayaan pribadi para tetua tamak itu.
Keenan hanya ingin memberikan peringatan penting dan ingin membuat semua tetua itu merasakan panik saat pertama kali ia hadir dan bertemu mereka.
"Ha ha, Pak Keenan, anda kelihatan bersemangat sekali, saya menantikan kinerja anda kalau begitu, tapi saya sarankan untuk lebih berhati-hati lagi, karena seekor tikus tak akan tahu apakah dia sedang berada di sarang ular atau tidak," Desmon membalas Keenan sembari menunduk dan tersenyum.
Desmon berdiri dan diikuti oleh tetua yang lain.
Saat mendengar itu Keenan terdiam tentunya, mencengkeram tangannya, dan dia sudah tahu seberapa licik Desmon hanya dengan mendengar ucapannya dan melihat matanya.
"Kami permisi dulu Pak Keenan, kami akan menantikan saat dimana kita sudah bisa berbicara mengenai pernikahan anda dengan Nona Clara," Desmon melanjutkan ucapannya lagi dan menunduk hendak undur diri.
Sebelum Desmon pergi, Keenan membalas ucapan Desmon terlebih dahulu.
"Seekor tikus memang tidak akan tahu dia sedang berada di sarang ular atau tidak, tetapi seekor ular juga tidak akan bisa melihat diatasnya ada elang sedang mengincar nyawanya, jadi siapakah yang seharusnya berhati-hati?" Keenan membalas sembari mencengkeram tangannya.
Membuat suasana menjadi semakin tegang dan Desmon yang mendengar itu menjadi murka.
Desmon hanya tersenyum sebentar setelah mendengar itu dan kemudian berlalu dari ruangan meeting.
***