Boss Playboy

Boss Playboy
Sayang, kita baru mulai.


Episode 100 : Sayang, kita baru mulai.


Warning : Dibawah ini akan ada adegan dewasa, jika tidak suka adegan dewasa tinggal skip aja ya dan tolong jangan bilang kenapa banyak adegan dewasa nya, adegan dewasa ini perlu dibuat untuk menunjukkan keintiman mereka.


Khusus yang umurnya belum dewasa tolong dilewatkan episode ini juga.


Terimakasih


Author Joy


***


Tangan yang tadi hendak mendorong dan menghentikan Keenan sekarang sudah sedikit melonggar, genggaman tangan suaminya di tangannya membuatnya seolah sudah pasrah.


“Bukalah hatimu untukku, terimalah aku menjadi lelakimu satu-satunya, aku akan memberikanmu apapun, semua yang kau inginkan,” bisik Keenan melonggarkan ciumannya sebentar.


Dia tidak terburu-buru, dia mengusap rambut istrinya, menarik tangannya dan membuat Cinta duduk di pahanya, sekarang dia bisa memeluk istrinya dengan puas, dan menatap wajahnya dengan leluasa.


Cinta yang mendengar ucapan suaminya mulai membuka matanya, dia melihat lelaki yang diterangi cahaya matahari, seolah janjinya yang membuatnya melayang, lelaki ini menjanjikan sebuah negeri dongeng tanpa penderitaan.


“Deg … Deg … Deg!”


Mulutnya tak bisa mengucapkan jawaban, akan tetapi detakan jantungnya bisa menjelaskan segalanya, jika lelaki ini perlahan lahan membuat Cinta percaya akan janjinya, tak bisa menolak dengan pesona menuntut Keenan sama seperti wanita yang selama ini terjerat kepadanya.


“Apa yang bisa kau berikan kepadaku?” ucapan lirih dan pelan, nafas yang terengah-engah karena ciuman panas, membuat Keenan menggeram karena sudah tidak bisa menahan gairahnya.


Dia menarik pinggang istrinya dan memeluknya erat sekali, dia memeluknya dan salah satu tangan lagi sudah melucuti pakaian Cinta.


“Katakanlah apa yang kau mau, akan aku kabulkan semuanya,” dengan nafas panas dan menekan, mata menjelajah dan tekanan tangan dan esapan nya di tubuh Cinta sudah membuat keduanya berhenti berucap.


Dan yang sekarang terdengar hanyalah suara nafas yang berat dan panas.


Tangan dan tubuh Keenan merengkuh dan mengontrol Cinta dalam pelukannya, mata nya yang tajam seolah melihat dimanakah selanjutnya ia ingin bermain.


Bibirnya turun kearah leher, menyesapnya beberapa saat dan kemudian wajahnya turun kearah buah dada istrinya yang membuatnya gemas sejak tadi.


Seolah menantang untuk ia mainkan setiap saat,


“Ahh ….”


Suara nakal Cinta terdengar walau sedikit ditahan saat esapannya benar-benar sudah ada di kedua buah dadanya, rasanya geli dan panas saat nafas dan saliva suaminya membasahi buah dadanya.


Mendengar suara nakal itu, Keenan semakin bersemangat, dia melahapnya dengan sangat bersemangat, nafasnya semakin memburu dan panas, dia sedikit memainkannya sembari matanya menatap tajam kearah istrinya.


“Hah …!” nafas yang semakin berat dan ekspresi wajah yang semakin nakal, Keenan semakin tergila-gila kepada wanita ini.


Cinta tidak mengerti mengapa pagi ini terasa begitu panas dan menggebu-gebu, yang ia tahu hanyalah jika dia tidak bisa mengontrol dirinya dan tak bisa menggerakkan tubuhnya seperti yang ia mau, ia seperti sudah terhipnotis dengan keinginan Keenan atas tubuhnya.


“Seandainya kau bisa melihat seberapa nakal wajahmu sekarang sayang, kau akan tahu kenapa aku menjadi gila sekarang ini!” geram Keenan sudah tak sabar ingin memulai penyatuan gila-gilaan lagi dengan istrinya.


Dia belum puas saat lalu, jadi dia akan menuntaskan nya pagi ini, saat matahari sudah bersinar terang dan tubuh istrinya kelihatan jelas di dapan matanya, kelihatan sangat cantik dan menggoda.


Cinta sudah tidak bisa mendengar apapun yang dikatakan lelaki ini, yang ia tahu hanyalah dia sedang melayang dan yang bisa ia lihat hanyalah senyuman nakal lelaki yang menjanjikannya dunia ini.


Tangan Keenan mengusap rambut istrinya, mengecup dahinya berulang kali, kemudian menyesap bibirnya, mencoba mengalikan perhatian Cinta, karena dia sedang mencoba memasukkan miliknya ke milik Cinta, dia tidak ingin wanita ini merasa sakit dan kurang nyaman, jadi dia lakukan segalanya untuk mengalihkan perhatiannya.


“Deg … Deg … Deg!”


Jantungnya berdegup sangat cepat, hanya beberapa saat ,miliknya menyentuh milik istrinya, darahnya sudah memanas dan dia seperti hendak meledak, belum masuk hanya bersentuhan saja sudah membuat wajah Keenan memerah dan detak jantungnya berdegup semakin cepat, dia sepertinya akan gila jika saja miliknya masuk kedalam.


“Ah!”


Nafas Cinta berat sekali dan keluhan suaranya diikuti dekapan Cinta semakin mengencang, dia bahkan mencakar pundak Keenan karena sesuatu memasuki dirinya sekarang ini, tetapi rasanya bukanlah rasa sakit akan tetapi rasa aneh dan menggairahkan yang seolah bisa membuatnya gila.


“Ssshhh …. Sayang, tahan sebentar aku sepertinya akan gila, kau tidak merasa sakit kan?” nafas panas dan menggebu-gebu, suara gemetaran dan mata yang melebar, dia bertanya pada Cinta yang sedang merasakan kegilaan dalam dirinya.


Cinta menggelengkan kepala nya dan ekspresi nakalnya yang tidak sengaja ia perlihatkan membuat Keenan menahan nafasnya karena merasa kenikmatan yang tidakk pernah ia rasakan dan dapatkan dimanapun .


Melakukan hubungan intim bagaikan olahraga biasa selama ini baginya, akan tetapi dengan wanita ini dia merasakan tahapan yang meningkat, kenikmatan yang tiada tanding dan tidak bisa dijelaskan oleh lelaki ini.


Matanya yang melebar dan nafasnya yang tertahan, sesuatu keluar dari dirinya sesaat setelah itu, padahal dia belum bergerak sama sekali.


Tubuhnya bergetar begitu juga dengan tubuh istrinya, tidak ada kata-kata lagi yang bisa menjelaskan apa yang ia rasakan ini, yang jelas selama hidup, baru kali ini dia merasakan kepuasan seperti ini.


Keenan menjatuhkan dirinya diatas tubuh istrinya sebentar, dia terengah-engah, dia mengecup tengkuk istrinya berkali-kali, Cinta yang entah kenapa merasa lelah dan nikmat disaat bersamaan mulai menyadarkan dirinya.


“Apakah sudah selesai?” Cinta yang masih malu sekali merasa hubungan panas dan olahraga pagi mereka sudah selesai, karena dia juga sudah merasakan puncak dunia baru saja, akan tetapi respon yang ia dapatkan sungguh berbeda.


Keenan bangkit lagi, tangannya bertumpu di ranjang agar dia bisa melihat wajah istrinya yang semerah tomat dengan leluasa, lalu seringaian nakal dan mata tajamnya membuat Cinta menahan nafasnya sejenak.


“Sayang, kita baru mulai, kau kira siapa aku ini, aku tidak akan puas hanya sekali saja … ha ha ha!” senyuman nakal dan tatapan tajam.


“APA? TIDAAAKKK!”


Cinta dibuat sadar jika dia dalam masalah sekarang, dan benar saja, olahraga panas super duper melelahkan dan membuat pinggangnya sakit baru saja dimulai.


Lelaki ini benar-benar seperti monster, seolah tenaganya tidak habis-habis.