Boss Playboy

Boss Playboy
Pembohong!


Episode 136 : Pembohong!


***


Di kediaman Keenan,


Cinta terdiam sebentar, matanya yang kosong begitu memilukan, siapapun yang melihat matanya akan merasakan rasa pilu yang begitu hebat.


"Co ... coba katakan lagi? dengan jelas, katakan di hadapan ku, lihat mataku, dan katakan kau tidak mencintai aku lagi!" suara yang begitu bergetar dan setengah berteriak meminta suaminya yang mengalihkan tatapannya ini untuk menatap nya dan mengatakannya secara langsung.


"Aku sudah katakan semuanya, aku tidak mau mengatakan sesuatu sebanyak dua kali! aku sudah menyiapkan surat perpisahan, kau bisa tinggal tanda tangani!" ketus Keenan tak mau melihat kearah Cinta dan mengatakan jika dia tak mencintai Cinta lagi.


Keenan menghindari hal itu.


Saat mendengar hal itu, Kepala pelayan membawakan surat perpisahan yang diperintahkan oleh Keenan saat lalu, agar di tanda tangani oleh Cinta.


Kepala pelayan itu meletakkan surat perpisahan diatas meja lalu ia segera pergi setelah itu.


Cinta melihat surat perpisahan itu, dia mengambilnya dan membacanya, getaran di tangannya membuat kertas itu jatuh, tetapi ia pungut lagi.


"Kau bilang padaku jika hanya aku yang kau suka,"


"Kau bilang padaku, akan mengembalikan cinta yang tidak pernah aku terima selama hidup dan menjadikan aku wanita paling dicintai di dunia!"


"Kau menjadikan aku begitu berharap kepadamu, bergantung kepadamu dan kau bahkan membuatku menyukaimu lebih dari yang aku sadari,"


"Pembohong!"


"Apakah kau sedang balas dendam kepadaku? apakah kau ingin aku merasakan bagaimana rasanya ditolak begitu?"


"Tapi bagaimana ini? aku tidak memiliki apapun selain kau, apakah kau akan tetap membuang aku? karena bosan?"


Cinta tersedu-sedu, tak menyangka hari ini akan datang, dia meminta penjelasan akan tetapi Keenan tetap tak melihat kearahnya.


Keenan mengalihkan pandangannya, dia tak mampu melihat Cinta.


"Lihat aku! katakan jika semuanya hanya kebohongan, tolong katakan kau masih menyukai aku, kenapa kau bahkan tak mau melihat ku? tolong lihat aku," Cinta mengusap dadanya, rasanya sakit dan dia bahkan terbata-bata saat mengatakan ucapannya.


Saat melihat Keenan tak mau menatap kearahnya lagi membuat Cinta terdiam namun masih tetap menangis tak bisa membendung tangisannya.


Dia melihat surat perpisahan itu, lalu merobeknya.


Saat mendengar robekan surat perpisahan, Keenan akhirnya melihat kearah Cinta.


Wajah istrinya yang menunduk dan matanya yang bengkak, tubuhnya yang bergetar karena terkejut.


"Deg!"


Rasanya sangat sakit, tak terbendung dan tak bisa ia gambarkan, Keenan merasa ada yang terbakar di hatinya tetapi ia tak bisa melakukan apapun.


"Sebegitu takutkah kau Keenan mendengar aku merobek kertas ini? sebegitu takutkah kau tidak bisa bercerai denganku? sampai kau melihat kearah ku saat aku merobek nya?"


"Dengar, rasa sakit hatiku ini, rasa sakit hatiku yang sekarang ini, kau yang membuatnya, rasa sakit ini tidak ada apa-apanya saat keluargaku menelantarkan aku,"


"Jika kau sedang balas dendam kepadaku karena menolakmu dahulu, mungkin harga dirimu tercoreng olehnya, maka kau berhasil Keenan, sekarang rasa sakit hatiku karena mu jauh lebih besar dari rasa sakit yang ditimbulkan keluarga ku selama ini,"


"Selamat,"


Suaranya bergetar hebat, tatapan matanya kosong, wajahnya menjadi pucat.


Dia kemudian berdiri, lalu melanjutkan ucapannya.


"Tapi, aku tidak akan berpisah darimu, tidak sebelum kau mengatakan kepadaku dan melihat dengan mata kepalaku sendiri jika kau sungguh sudah tidak mencintai aku lagi!" geram Cinta meninggalkan semua kertas sobekan jika Keenan di ruang tamu.


Dia melangkah dengan lemah ke arah kamar pribadinya dan Keenan.


Dia tidak peduli apapun, dia masih istri sah Keenan dan dia berhak menolak perpisahan ini sebelum syaratnya di ucapkan oleh Keenan.


***


Keenan yang ditinggalkannya oleh Cinta sendirian di ruang tamu, langsung terjatuh bersandar di kursi sofa, dia menutupi matanya dan tak bisa menahan dirinya lagi.


Air matanya menetes dan tangannya gemetaran sekali, entah apa yang sebenarnya terjadi tetapi Keenan tak sedikitpun bosan atau tidak mencintai Cinta lagi.


Akan tetapi ada yang lebih besar dari hal itu, jika cinta sudah lebih besar maka pengorbanan akan menggantikan kata cinta.


Keenan akan berkorban, demi keselamatan Cinta.


Entah apa yang sebenarnya terjadi di Inggris, tetapi terlalu banyak hal yang harus ia lindungi dan prioritas utamanya adalah melindungi Cinta terlebih dahulu.


Dan caranya hanya satu, berpisah dari Cinta, walau hatinya akan hancur, karena kerinduan dan rasa cintanya kepada istrinya itu, lebih besar dari yang Cinta duga.


Karena sebesar itulah cintanya dan perasaannya sampai dititik dimana lelaki yang tak pernah berkorban ini mengorbankan dirinya sendiri.


"Aku sangat mencintaimu, sangat mencintai mu, tetapi kita mungkin tak seharusnya bersama, karena keegoisan ku semuanya menjadi hancur!"


"Tapi aku yakin hatimu akan sembuh sebentar lagi, aku tak bisa mengorbankan mu karena keegoisan ku lagi, maafkan aku!" ucapnya pelan sekali dan bersandar sejenak di kursi sofa.


Selama ini hubungan yang ia paksakan, pada akhirnya hanyalah sebuah bukti dari keegoisan nya yang tak mau melepaskannya Cinta.


Ada sesuatu yang sangat mengerikan akan menimpa Cinta sama seperti ibu kandungnya dahulu jika dia tetap melanjutkan pernikahan ini, dan dia tak mau Cinta mengalami Kemalangan itu.


***


Author : Lanjut besok lagi yaa, semoga bisa update perhari. besok aku tanyakan ke editor ya apa bisa tanda end nya di lepas tanpa mengganggu level, soalnya Sabtu Minggu mereka libur 🙏


Jika kalian berkenan jangan lupa follow author ya, di akun author ini. Terimakasih 🤍