
Episode 156 : Aku akan menunggu mu.
***
Flasback off,
Keenan yang sangat sibuk sekali dalam pekerjaannya karena terlalu banyak hal yang harus ia lakukan, dimana dia harus memperkuat dirinya dengan cara menggabungkan perusahaannya dan perusahaan ayahnya.
Dimana hal itu akan membuat saham yang ia miliki semakin besar dan saham yang dimiliki oleh Desmon dan rekan-rekannya semakin menipis dan mengecil.
“Tak … Tak … Tak!”
Keenan sedang mengotak-atik keyboard dan matanya yang tajam dan fokus yang begitu stabil membuatnya seolah berada dalam dunianya sendiri.
“Tring … Tring … Tring!”
Telepon dari Bram yang sudah selayaknya seorang pengatar pesan antara Keenan dan Cinta menghubungi Keenan.
Saat mata Keenan menangkap layar ponselnya menampilkan nama sang assiten, Keenan langsung terburu-buru dan menghentikan apa yang sedang ia lakukan sekarang.
“Srak!”
Dia menyingkirkan keyboard dan tergesa-gesa mengangkat panggilan itu.
“Halo? apa dia sudah memberikan pesan kepadaku?”
Keenan langsung berbicara dengan cepat dan terburu-buru, jantungnya berderu dengan sangat kencang dan berdetak begitu nyaring.
“Sudah Pak, katanya begini ….”
“Dia akan mengutuk Bapak jika Bapak tidak kembali dan mengatakan apa isi surat itu secara langsung,” dengan wajah datar dan mata lelah dan ekspersi pasrah, Bram menyampaikan pesan Cinta.
Saat mendengar itu, Keenan yang tadi duduk langsung berdiri, dia menekan suaranya sekecil mungkin, dia ingin berteriak kegirangan, dia mengepal tangannya seolah dia telah memenangkan sesuatu.
Bram yang mendengar teriakan kecil dan komat kamit tidak jelas dari atasannya menjauhkan ponselnya dari telinganya sebentar.
“Apakah atasanku benar-benar sudah tak waras? Dia kelihatan bahagia sekali setelah mendapatkan kata-kata kutukan dari Nona Cinta, heh, dasar Bos aneh,” gerutu Bram yang memang selalu saja memiliki unek unek ini.
Setelah beberapa saat melakukan euforianya sendiri, Keenan segera berbicara lagi dengan Bram dan membicarakan mengenai pekerjaan.
***
Rencana awal Keenan memang tak ingin mengatakan apapun kepada Cinta, akan tetapi dia tidak tahan melihat hubungannya dengan wanitanya merenggang, jadi dia mengubah rencananya sendiri disaat-saat terkahir dan mengatakan kepada Cinta untuk menunggunya.
“Dia sangat cantik, sangat lucu dan sangat sangat menggemaskan, jika aku tak memberitahu dia apapun bisa-bisa dia akan bertemu dengan lelaki lain, dan seperti novel atau film, hubunganku dan Cinta akan semakin rumit dan aku akan memiliki saingan berat!’
“Aku tidak boleh membiarkan hal itu terjadi, Cinta hanya milikku seorang dan aku akan melakukan segalanya demi dia, jadi saat rencanaku berjalan aku harus membuat wanitaku tetap menjadi milikku!’
“Ah ….” Keenan sedang melihat pemandangan kota metropolitan dari ruangannya menembus kaca gedung pencakar langit.
“Aku memang jenius!” ucapnya lagi dengan segala pujian untuk dirinya sendiri.
Setelah itu dia kembali melakukan pekerjaannya, dia tidak boleh menghabiskan waktu lebih lama berada di negara ini, dia harus kembali kepada istrinya.
***
Di sisi lain,
Cinta yang melihat dirinya di pantulan cermin menyadari jika ada sesuatu yang sedang terjadi di belakang semuanya ini.
Dia juga sadar tak mungkin Keenan yang selama ini mengatakan rasa sukanya dan menunjukkan perasaannya tiba-tiba berubah hanya dalam beberapa saat.
"Dasar Keenan bodoh! membuatku menangis dan sakit hati, lalu memberikan aku harapan sebesar ini!" gerutu Cinta melihat kalung favoritnya yang diberikan oleh Keenan untuknya.
Dia segera memasangkan kalung itu, menyembunyikannya dibalik bajunya, agar tak dilihat oleh orang lain.
Cincin pernikahan nya juga ia sembunyikan agar tak diketahui oleh orang lain juga.
"Aku akan melakukan bagian ku, jika kau berusaha keras melindungi ku, maka aku akan membantumu, aku akan berhati-hati dan menunggu mu pulang, saat itu aku akan mengatakan perasaan ku secara langsung!" Cinta yang beberapa hari ini begitu terpuruk menguatkan tekadnya.
Dia memang tak bisa memberikan banyak bantuan kepada suaminya, akan tetapi dia hanya bisa sekedar melindungi dirinya sendiri, agar langkah suaminya menjadi lebih mudah.
***
Author : maaf baru update lagi, setelah membaca semua saran dari kalian semua, aku akan melanjutkan novel ini disini saja, ini adalah novel pertamaku yang lebih dari 150 episode dan hal itu memberikan tekanan dan membuat aku gugup.
Aku selalu insecure sama karyaku dan merasa selalu kurang dan kurang, apalagi ini episode nya sudah melebih ekspektasi yang seharusnya berdasarkan kerangka yang sudah aku buat.
Tapi setelah membaca komentar kalian yang mengatakan novel ini tidak membosankan walau episode nya banyak membuatku berfikir lagi, lebih baik memang dilanjutkan disini saja agar kalian tidak bingung.
Terimakasih semuanya, jangan lupa berikan masukan membangun nya ya, author juga manusia memiliki banyak sekali kesalahan.
Sekali lagi terimakasih udah membaca karyaku 🤍