Boss Playboy

Boss Playboy
Keenan kesal.


***


Episode 104 : Keenan kesal.


Setelah beberapa saat berpelukan layaknya Teletubbies, Keenan sudah puas menumpahkan kesedihan dan kekesalannya tadi, dia sedikit melonggarkan pelukannya, tapi masih bersandar di bahu istrinya, “Sayang …” dia memanggil Cinta yang juga tak menyadari jika dia sudah sangat nyaman jika memeluk lelaki ini.


“Hmm?” Cinta membalas dengan tangan yang tetap mengusap dan sesekali akan menepuk pundak suaminya.


“Aku lapar,” balas Keenan lagi dengan manjanya, dia melihat kearah Cinta dan menatapnya dengan ekspresi yang menurut Cinta sangat menggemaskan.


“Oh iya, kau kan harus ke kantor, tunggu sebentar ya, aku akan memasak makanan untukmu,” Cinta langsung teringat jika suaminya ini adalah seorang CEO yang harus pergi ke kantor melakukan pekerjaan nya.


Cinta langsung bangkit, walau pinggangnya masih sedikit sakit namun ia bisa menahannya.


Cinta langsung melangkah ke arah dapur, dia bersemangat sekali, seolah dia benar benar sudah menjadi ibu rumah tangga yang telat bangun untuk menyiapkan makanan untuk suaminya.


Keenan terkekeh melihat sikap dan tingkah Cinta, senyuman hangat dan tatapan hangatnya, mungkin selama ini yang diinginkan oleh lelaki arogan ini hanyalah sebuah kehangatan keluarga kecil, keluarga yang tidak dipenuhi dengan sandiwara seperti keluarganya selama ini.


Keinginan untuk menjaga keluarga kecilnya, yang sudah ia anggap sebagai harta karun semakin besar.


Dia bangkit dengan percaya diri, hendak memperhatikan istrinya memasak makanan untuknya.


Setelah bersama dengan Cinta, banyak hal favorit baru yang disukai oleh lelaki ini, seperti memeluknya dan berdekatan terus menerus, Keenan juga suka memperhatikan istrinya melakukan sesuatu, seperti contohnya memasak dan masih banyak lagi.


Rutinitas sederhana seperti ini, sangat berharga bagi Cinta maupun Keenan yang sebenarnya sama sama mendambakan sebuah keluarga dan kehangatan juga ketulusan tanpa pura-pura.


Setelah itu, kemarahannya tadi saat melihat ibu tirinya lenyap sudah, yang ia lihat hanyalah istrinya seorang dan bagaimana kebahagiaan ini begitu sederhana dan membuatnya ketagihan.


Saat ia pergi ke kantor pun, kebahagiaan dan senyuman di wajahnya masih merekah, sampai sampai Bram sudah beberapa kali tidak dihiraukan oleh atasannya ini.


“Heh, manusia jika dimabuk cinta memang akan lupa segalanya, tapi bagus lah, Bos tidak akan terlalu berisik dan merepotkan aku!’ ketus Bram melangkah dengan sangat bahagia ke ruangannya, setelah mendapatkan dokumen yang hendak ia kerjakan dari Keenan.


***


Waktu akhirnya berlalu, sudah beberapa hari Keenan dan Cinta merasakan hubungan mereka semakin membaik, apalagi Cinta kelihatan memang sudah mulai memberanikan dirinya membuka hati, dia bahkan sudah curhat kepada Isya dan Rita jika mungkin selama hidup ini, hubungannya dengan Keenan mungkin bukanlah sebuah bencana namun sebuah harapan atas keinginannya selama ini.


***


Malam hari di kediaman Keenan,


Malam ini sedikit berbeda dari malam sebelumnya, setelah Cinta memasak dan Keenan menghabiskan makanannya seperti biasa, wajah Keenan kelihatan murung dan bahkan dia tidak berbicara sejak tadi.


Cinta sedikit khawatir, padahal hubungan nya dan Keenan sudah membaik.


"Ada apa dengan nya? apakah aku melakukan kesalahan? kenapa dia kelihatan murung sekali?"


Cinta bertanya para dirinya sendiri, melihat pantulan cermin wajahnya di kaca yang ada di hadapannya.


Setelah makan malam biasanya Cinta memang akan membersihkan wajahnya lagi di kamar mandi, dan dia sedang ada di depan wastafel dan sedang membersihkan wajahnya.


Cinta kebingungan dengan sikap aneh suaminya ini sejak tadi pagi, jadi Cinta merasa dia harus menanyakan sebenarnya apa yang terjadi pada suaminya itu.


Cinta keluar dari dalam kamar mandi, sembari mengusap wajahnya menggunakan handuk kecil, pemandangan yang pertama ia lihat adalah bagaimana suaminya yang sepertinya biasanya hanya akan mengenakan piyama tidur sedang membaca sebuah surat kabar bisnis diatas ranjang.


Cinta bisa melihat dengan jelas sekali bagaimana Keenan langsung mengerucutkan bibirnya kelihatan kesal saat Cinta keluar dari dalam kamar mandi.


"Aih, dia sungguh menghiraukan dan menghindari aku, ada apa sebenarnya?" geram Cinta sudah ikut kesal.


Dia naik keatas ranjang dan membuka selimut dengan kuat, dia duduk dan bergerak selugas dan seberisik mungkin agar Keenan melihat kearahnya, akan tetapi Keenan malah memalingkan tubuhnya dan wajah ngambek nya semakin kelihatan jelas.


Cinta menghela nafasnya dalam dalam dan dia menatap kearah suaminya dengan tajam.


"Apakah makan malam yang aku masak terlalu sedikit? kenapa kau kelihatan kesal padaku hari ini?" Cinta langsung bertanya, suaminya ini benar-benar penuh misteri, Cinta tidak tahu kesalahan apa yang sudah ia perbuat sampai Keenan harus bersikap seperti ini.


Mendengar itu, Keenan langsung melipat majalah bisnis yang sebenarnya tidak ia baca sama sekali.


Dia langsung membalikkan badannya dan menatap tajam kearah istrinya.


"Sayang, aku kesal!" ketus Keenan benar-benar kelihatan manja sekali, wajah kesal ini bukanlah wajah kesal Keenan yang mengerikan seperti biasa, akan tetapi wajah kesal menggemaskan yang selalu membuat Cinta langsung berdebar-debar.


"Kesal kenapa? apakah karena makanan yang aku masak kurang? besok aku akan memasak lebih banyak jika itu mengganggu mu," balas Cinta dengan eskpresi yang kelihatan lega.


Saat melihat ekspresi suaminya, dia langsung tahu jika masalah kali ini bukanlah masalah yang berat.


"Besok kau akan pulang ke rumah mu bertemu ibumu, aku kesal karena aku tidak akan bisa memeluk mu beberapa hari, aku kesal karena tidak akan bisa melihat mu lebih sering, aku kesal!"


"Tidak bisakah kau jangan kesana sayang? disini saja bersamaku! yah?"


Dengan ekspresi wajah yang menuntut, Keenan akhirnya mengatakan apa penyebab kekesalan nya Hari ini.


Dia tidak suka karena besok istrinya akan pulang sebentar, walau hanya beberapa hari, tetap saja Keenan tidak rela.


Sedangkan Cinta yang mengetahui jika suaminya kesal hanya karena dia akan pulang ke rumahnya beberapa hari langsung terkekeh lucu, dia tertawa kecil dan merasa terhibur.


Cinta meraih tangan Keenan dan menggenggam nya, "Sayang, kau sudah berjanji padaku, kau akan mengijinkan aku pulang, aku bahkan bekerja keras sepanjang malam agar kau mengijinkan aku kan?" Cinta sedikit keceplosan saat berbicara.


Seharusnya dia tidak perlu membahas bagaimana beberapa hari belakangan ini dia berjuang sepanjang malam di habisi oleh suaminya, hanya agar Keenan tidak akan terlalu mempermasalahkan saat Cinta pulang ke rumahnya nanti.


Saat mendengar ucapan Cinta itu dan melihat genggaman tangan istrinya di tangannya, membuat Keenan menyeringai nakal.


"Sayang, kau akan bekerja keras malam ini juga loh, ha ha ha!" Keenan langsung menarik tangan Cinta dan mendekapnya.


Tatapan tajamnya dan senyuman super duper nakalnya membuat Cinta geleng kepala dan melebarkan matanya karena dia sudah tahu akan selelah apa dia malam ini.


"Curang, kau pasti hanya berpura-pura kesal kan? kau mencari kesempatan dalam kesempitan hanya agar bisa melakukan itu lagi!" ketus Cinta bersungut-sungut sembari mengerucutkan bibirnya.


Tampilannya malah semakin menggemaskan bagi Keenan.


***