Boss Playboy

Boss Playboy
Hadiah dari Josh Thomson.


Episode 162 : Hadiah dari Josh Thomson.


***


Kembali ke mansion keluarga Thomson,


Saat mendengar ucapan dari Desmon, Gordon Kertia kemudian berdiri.


“Ini adalah urusan keluarga kalian, setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Keenan saya merasa tidak memiliki kewajiban untuk mendukung kejahatan anda, saya dan keluarga saya akan undur diri dan pernikahan antara putri saya dan Tuan Keenan akan dibatalkan,” Gordon berdiri dan hendak berlalu diikuti oleh seluruh keluarganya yang hadir termasuk Clara.


Clara tersenyum kearah Keenan dan dibalas oleh Keenan, lalu saat itu dia mengikuti ayahnya untuk pergi.


“Tuan Gordon, anda sudah berjanji untuk mendukung saya, apa ini? kenapa anda mengkhianati saya?” teriak Desmon benar-benar seperti orang gila, semua perjuangannya seolah berakhir hanya dalam satu malam saja.


Gordon Kertia yang mendengar itu bahkan tak menolehkan wajahnya, dia tetap berjalan dan melangkah menjauh.


“Kau! ini semua karena kau! sialan! anak bajingan! seharusnya aku juga membunuhmu seperti aku membunuh Dahlia, seharusnya kau tidak hidup!” teriak Desmon secara tak langsung mengakui jika dia lah dalang dibalik kecelakaan Dahlia.


Desmon yang sudah kehilangan akal mengeluarkan senjata api dibalik jasnya, dia mengarahkan senjata itu kearah Keenan yang tetap berdiri tegap disaat yang lain sudah berteriak menunduk dan sebagain langsung bersembunyi dibawah meja.


“Brak!”


“Bruk!"


Akan tetapi baru beberapa detik Desmon mengangkat senjatanya, beberapa petugas kepolisian yang sejak tadi sudah mengawasi segera melumpuhkan Desmon sebeb dia telah menodongkan senjata api yang berbahaya.


“Lepaskan aku!’


“lepaskan aku!"


“Apa kalian tidak tahu siapa aku? Bajingan, harusnya kalian menyembah dan memohon kepadaku, beraninya kalian mendorong dan menyakitiku!”


Desmon berteriak-teriak, anak dan istrinya hanya bisa menangis, juga para rekannya yang juga para tetua itu segera diringkus juga oleh para keamanan.


“Diam! Jangan bergerak!” suara polisi yang memang sudah disiapkan oleh anggota Keenan segera memenuhi ruangan, semuanya diringkus dan dibawa ke penjara.


Setelah ini pengadilan akan dilakukan, dimana banyak pasal yang akan menjerat Desmon dan rekannya.


Yaitu, pemalsuan dokumen, rencana pembunuhan kelas 1, pembunuhan kelas 1, pengancaman kelas 1, kepemilikan senjata api ilegal dan percobaan penculikan kelas 1, dan masih banyak lainnya.


Pengacara yang tadi datang itu juga dibawa oleh polisi, bagaimanapun semua hal sudah direkam dan semua sudah didapatkan buktinya.


Pengacara itu tetap harus ditangkap dan dijerat hukum sebab dengan sengaja telah menyembunyikan barang bukti dan membantu tersangka melakukan aksinya, akan tetapi mungkin hukumannya akan diringankan karena dia melakukannya atas dasar ancaman.


***


Dia merinding dan bergetar ketakutan, semua saudarinya juga telah kabur pulang karena tak ingin ikut campur dengan masalah keluarga Keenan.


Sedangkan Keenan yang kurang tidur dan lelah sekali seperti kehilangan tenaganya, dia lega seperti perhitungannya dia berhasil melakukannya, akan tetapi dia tetaplah manusia biasa, dia yang sudah terlalu lelah itu akhirnya memejamkan matanya dan sepertinya pingsan disitu karena kelelahan akut.


Untung saja disitu masih ada Lucia dan beberapa pelayan, jadi Keenan segera dibawa ke rumah sakit.


***


Dua hari kemudian,


Matahari yang menyelinap di gorden menyilaukan pandangan mata Keenan, dia menutupi matanya sebentar dengan tangannya lalu duduk.


“Apakah aku tertidur?” tanyanya saat melihat ada ayahnya di sisinya.


“Kau pingsan selama dua hari, kau kelelahan sekali jadi selama dua hari ini kau tertidur disini,” seru Josh Thomson dimana wajahnya lebih cerah dari biasanya.


“APA? DUA HARI? aku harus segera kembali karena ….” Dia berbicara cepat sekali, bahkan infus yang ditangannya segera ia cabut dengan kasar.


Dia tak ingin membuat istrinya menunggu terlalu lama.


“Hei tenang dulu, kau mau bertemu dengan istrimu saat kau sakit seperti ini? yang ada dia akan khawatir padamu, lagian Ayah mau memberikan hadiah kepadamu karena berhasil melakukan semuanya, yang seharusnya itu adalah tugas Ayah,” Josh berbicara dengan pelan dan lembut.


Sekarang hatinya memang menjadi damai, walau istrinya belum juga bangun akan tetapi dendamnya telah terbalaskan, semua bukti yang begitu akurat membuat pengadilan sedang memproses hukuman Desmon Thomson, juga kerajaan mencabut gelas bangsawan mereka karena kekejian itu jadi sekarang setengah keluarga Thomson telah kehilangan nama belakangnya yaitu gelar bangsawan mereka.


“Tapi Ayah, dia sudah menungguku,” seru Keenan seolah tak peduli apa yang dikatakan ayahnya.


”Aku bisa tidur di pesawat, tenang saja aku kuat kok,” serunya lagi hendak melangkah dengan sangat cepat.


“Hais ... anak ini keras kepala sekali, sebelum itu pergilah dulu ke atap rumah sakit, disana aku sudah mempersiapkan sebuah hadiah untukmu,” seru Gordon kepada Keenan yang sudah hampir melesat pergi begitu saja.


“Aku tidak memiliki waktu untuk hadiah Ayah, aku …” Keenan membalikkan badannya dan melihat kearah Ayahnya, dan saat itu Ayahnya langsung menatap tajam.


“Pergi atau ….” Belum selesai Josh mengatakan ucapannya, Keenan langsung menghela nafasnya dalam dalam.


“Baiklah … baiklah, hanya sebentar,” ketus Keenan langsung berlari kearah lantai atas rumah sakit.


Dia masih mengenakan baju pasiennya dan dia ingin cepat mengambil hadiah nya dan pergi menemui istrinya.