Boss Playboy

Boss Playboy
Aku telah menculik Cinta!


Episode 160 : Aku telah menculik Cinta!


***


Di mansion keluarga Thomson,


Saat Desmon terduduk dan marah besar, Keenan mempersilahkan seseorang yang sudah ia persiapkan datang ke pertemuan mereka malam ini.


“Katakan sekarang, dan jelaskan dengan terperinci,” seru Keenan kepada pengacara keluarga Thomson yang sebenarnya telah dinyatakan hilang selama bertahun-tahun, namun ditemukan oleh Keenan lagi di persembunyiannya.


Pengacara itu membawakan dokumen yang ia simpan selama ini, “Ba … baik Tuan,”


Pengacara itu duduk dengan perasaan takut, sebenarnya dia ingin mengubur rahasia ini selamanya dan hidup tenang, akan tetapi Keenan datang dan mengancam akan melakukan hal mengerikan kepada keluarga nya jika dia tak membicarakan apa yang ia ketahui.


Suruhan Keenan yang sejak satu minggu lalu bekerja keras memang hendak mencari pengacara yang tiba-tiba hilang itu, dan benar saja suruhan Keenan mendapatkan lokasi nya.


Ia selama ini menyamar jadi orang lain dan mengganti namanya sendiri demi untuk bebas dari kejaran Desmon Thomson.


Desmon Thomson yang memang dulu memerintahkan untuk membunuh pengacara itu tak menyangka jika dia masih hidup dan ada di hadapannya sekarang.


Dia memang menyebarkan gosip mengenai hilangnya pengacara itu akan tetapi sebenarnya dia telah memerintah suruhannya untuk membunuhnya.


Karena pengacara itu adalah saksi kunci atas semua rencana nya, dan hal itu pastinya merupakan kelemahan Desmon Thomson.


“Bagaimana mungkin kau ada disini? berhenti berbicara atau aku akan membunuhmu!” Desmon berteriak tak lagi memperhatikan tata krama seperti yang ia bicarakan.


Saat mendengar ancaman itu, sang pengacara melirik kearah Keenan dengan mata yang takut, “Kau harus mengatakan apa yang kau sembunyikan, seorang budak tak memiliki kekuasan lebih dari seorang Tuan, jadi jangan takut!” Keenan melanjutkan ucapannya.


Membuat Desmon semakin murka tentunya.


“KAU! BAJINGAN!” geram Desmon saat pengacara itu mulai membuka berkas yang ia simpan selama ini.


Dia menelan salivanya dan mulai berbicara.


“Disurat ini tertulis sebuah perjanjian pemindahan saham yang ditanda tangani oleh Tuan Josh Thomson dan diserahkan kepada Desmon Thomson, dan saat itu tanda tangan basah yang seharusnya didapatkan untuk mengalihkan saham sebenarnya bukan tanda tangan Tuan Josh Thomson,”


“Melainkan Tuan Desmon Thomson meminta saya untuk memalsukan tanda tangan Josh Thomson dan mengambil stempel perusahaan untuk mencantumkannya di dokumen, yang dimana saat itu Tuan Desmon Thomson mengancam saya dan saya tak memiliki pilihan lain,”


Saat pengacara itu berbicara dengan gemetaran, Keenan menimpali lagi.


“Jadi?” sahut Keenan mengambil berkas itu dan melihat benar ada tanda tangan ayahnya yang dikatakan palsu.


“J … jadi atas dasar dokumen palsu ini, Tuan Desmon Thomson berhasil memindahkan saham atas namanya atas bantuan beberapa notaris dan rekannya, akan tetapi karena tanda tangan di dokumen ini palsu maka saham itu akan kembali ke tangan Josh Thomson, dimana saya selaku pengacara dan saksi mata menjadi alasan jika dokumen pemindahan saham tidak resmi dan sebenarnya tak bisa dilakukan,”


“DIAM KAU BAJINGAN!” Desmon berdiri dengan tubuh gemetaran dan pucat, semua rekannya yang menyebut diri mereka tetua segara ketakutan, mereka merasa kejahatan mereka sudah terbongkar dan hidup mereka akan berkahir.


“HAHAHAH! Kau anak sialan, baru datang langsung merusuh! Kau kira siapa dirimu ha? Aku sudah berhasil mendapatkan apa yang selama ini berhak aku dapatkan, kau kira aku akan kalah begitu saja? kau akan lihat apa balasan dari semua ini, karena orang terkasih mu sudah ada di tanganku!” seringai Desmon begitu yakin.


Hal itu akan menjadi senjata terakhirnya.