Boss Playboy

Boss Playboy
Keenan perhatian pada cinta


"Tok ... Tok ... Tok!"


"Pak, apakah anda masih didalam? pertemuan kita dengan perusahaan rekanan sudah akan dimulai," Bram mengetuk kamar istirahat yang ada di ruangan pribadi atasannya.


Hal itu mengejutkan Keenan dan Cinta yang serasa lupa dengan dunia, mereka berpelukan layaknya teletubbies, seolah pelukan yang mereka rasakan telah menjadi obat penat mereka.


"Srek!"


"Ehem! jangan salah sangka! aku hanya tidak ingin karyawan ku menangis karena aku! sudah dulu, aku harus pergi meeting!"


Dengan cepat Keenan melempar Cinta dari pelukannya, dia sepertinya juga malu dan salh tingkah.


Sungguh seorang playboy yang suka main wanita merasa malu hanya karena sebuah pelukan semata.


Sesampainya di pintu, "Kau bisa istirahat dulu sebentar disini, tunggu aku selesai, kita pulang bersama!" seru Keenan sampai akhirnya menutup pintu itu.


"Keenan, kenapa wajahmu merah? apakah ini gejala demam?" ketus Keenan saat sudah ada di luar ruangan.


Tetapi dia harus mengesampingkan masalah pribadinya dahulu dan menjadi serius, karena meeting terakhir ini sangat penting untuk kelanjutan proyek baru perusahaannya.


Sedangkan Cinta yang lagi-lagi sudah terlempar ke lantai harus mengusap dadanya, dia merasa seolah jantungnya bisa copot kapan saja karena berdetak cepat.


"Cinta Cinta, kau benar-benar menyedihkan! dia peduli padamu karena kau adalah bawahannya! lagian dia itu monster yang sedang menjebakmu, jadi sadarkan dirimu!" ketus Cinta bangkit dan membenarkan penampilannya. ***


Disaat Keenan baru saja pergi dan Cinta mengalami perdebatan dalam dirinya sendiri, tiba-tiba saja ada pesan masuk ke ponselnya.


"Kau tahu kan aku ulangtahun besok, ada acara di rumah, aku tidak ingin mengundang mu, tetapi aku tidak ingin dipandang buruk oleh teman-temanku, jadi sebaiknya kau datang!"


Itulah pesan yang membuat hari Cinta menjadi sangat buruk.


Yang memberikan dirinya pesan adalah saudara tirinya yaitu Rara Heit, dia melihat tanggal dan ponselnya dan memang benar jika besok Rara ulangtahun.


"Ahhh!" Cinta merebahkan dirinya di kasur Keenan, melihat langit-langit.


"Aku benci setiap dia ulangtahun, itu mengingatkan aku pada ulangtahunku juga, aku benci saat dia merayakannya dengan ayahku sedangkan aku hanya akan mendapatkan telepon atau hanya pesan!" ketusnya membenci hari ulangtahun.


Dia tidak suka berulangtahun, hari ulangtahun Rara dan dirinya berada di saat yang sama, walaupun Cinta lebih tua satu tahun tetapi mereka memang lahir di tanggal yang sama dahulu.


Sejak dulu, setelah perceraian ayahnya dan ibunya, Cinta sudah membenci hari ulangtahun, itu semua karena setiap kali dia ulangtahun maka yang akan mendapat semua kasih sayang ayahnya hanyalah adik tirinya yaitu Rara, sedangkan dia seolah terabaikan.


Bukannya Cinta ingin sekali diperhatikan tetapi setidaknya hanya sekali dalam satu tahun, setidaknya dia ingin diberikan ucapan selamat ulangtahun yang tulus dari ayahnya.


Kalau ibunya, ibunya akan selalu menghubungi Cinta di jam 12 malam, Cinta mengerti perasaan ibunya, mungkin rasa sakit setelah dikhianati membuat ibunya tidak bisa tetap tinggal berdekatan dengan mantan suaminya.


Ibunya pergi ke pedalaman dan membantu pendidikan juga pengobatan orang-orang tidak mampu disana, dimaksud agar bisa menyibukkan dirinya dan tidak menjadi gila karena perselingkuhan suaminya dahulu.


Tetapi korban dari hubungan mereka adalah Cinta, alasan apapun yang orangtua mereka buat tetap saja Cinta lah yang paling menderita, harus bisa hidup mandiri tanpa kasih sayang.


Mungkin itulah yang membuat Cinta tidak berpacaran hingga sekarang, dia merasa percuma saja memiliki pasangan jika akhirnya semuanya sama seperti ayahnya, berselingkuh dan pergi dengan wanita lain melupakan istri pertamanya dan juga putrinya sendiri.


"Seandainya besok dunia hancur! aku tidak ingin bertemu mereka semua!" gumam Cinta berharap dunia hancur saja, dia tidak ingin bangun dan melihat tanggal ulangtahunnya besok.


***


"Ting!"


*Ada pesan masuk*


"Woy, kau masih hidupkan? bagaimana rasanya menjadi karyawan baru disana?"


"Cepat jawab!"


"Cintaaaaaa!"


"Dia sedang mengetik Rita! sabarlah!" ketiakn pesan Isya saat mendapatkan pesan bertubi-tubi di grup pesan mereka yang bertujuan untuk Cinta.


Melihat pesan dari groupnya membuat Cinta tersenyum kembali, lupa dengan kebencian dan rasa sakitnya.


"Nanti aku cerita saat kita bertemu," jawab Cinta di pesan group obrolan itu.


Akhirnya obrolan mereka berlanjut sampai Cinta lupa waktu, mereka membahasa banyak hal, ini itu, layaknya anak muda yang sedang berbincang asyik di grup obrolan mereka.


"Pfftt! hahahah!" tawa Cinta menggelegar saat membaca pesan Rita yang mengatakan jika dia adalah seekor ikan di masa lalu, entah kenapa Rita selalu membahas hal-hal random namun membuat orang tertawa.


Keenan yang baru saja selesai meeting langsung dengan cepat kembali ke ruangan pribadinya, saat tadi melihat Cinta menangis dengan tiba-tiba membuat Keenan sedikit merasa bersalah.


Dia ingin segera membawa Cinta pulang dan memenangkannya.


Tetapi yang ia lihat di ruangan adalah bahwa ranjang yang tadinya rapih sudah berantakan karena ditarik oleh Cinta secara tidak sengaja.


Bahkan Cinta tertawa terbahak-bahak karena membaca pesan di ponselnya.


"Aku pasti sudah gila! membayangkan dia masih sedih dan takut!"


"Haahhh!" Keenan menghela nafasnya berat.


"Ah, sudahlah lupakan!" ketus Keenan membuat Cinta sadar jika Bosnya sudah ada di depan pintu.


"Eh, Pak, umm maksudku Tuan, apakah anda sudah selesai meeting?" Cinta segera menyembunyikan ponselnya dan tersenyum begitu polos kearah Keenan.


"Mampus mampus! dia melihatku bermain ponsel disaat masih jam kerja! tamatlah riwayatku! ini semua salah Rita!" gumam Cinta belum sadar jika hari sudah malam, dan jam kerjanya sudah lama usai.


Karena terlalu asyik berbincang di grup obrolan membuat Cinta sama sekali tidak memperhatikan jam.


"Kau pasti seekor bunglon ya kan? kau bisa berubah kapan saja! ah, aku yang bodoh karena mengkhawatirkan gadis bar bar seperti dirimu!" sahut Keenan melangkah keluar dari ruangan itu, menuju mejanya dan mengambil tas kerjanya.


"Kha ... Khawatir? pada diriku?" gumam Cinta tiba-tiba seperti ada angin yang menghempaskan rambutnya sampai terurai.


Suasana menjadi melambat dan berwarna pink muda, depe ada percikan cahaya di sekelilingnya.


Hanya karena Keenan mengatakan kata khawatir membuatnya benar-benar bermimpi terlalu jauh.


"Apa yang kau lakukan!" seru datar Keenan tiba-tiba saat Cinta senyam senyum sendiri di atas kasur.


Cinta terkejut dan kembali ke dunia nyata tanpa percikan cahaya dan kehangatan yang berdebar-debar yang baru saja ia bayangkan.


"Ayo pulang, aku lapar! kau masih harus memasak, membereskan kamarku dan ruang tamu apartemen ...."


Keenan menjelaskan sembari berjalan, dia memberitahukan secara rinci apa yang harus dilakukan oleh Cinta saat mereka sudah sampai di apartemen.


Cinta melihat pantulan dirinya di cermin lift, dia sudah bersama dengan Keenan hendak pulang.


"Apasih yang ku pikirkan! kenapa aku selalu membayangkan hal-hal aneh di kepalaku!" gumam Cinta lesu, tidak bergairah dan lunglai.


Sungguh berbeda dari beberapa menit yang lalu, saat ia tertawa dan senyum senyum sendiri.


Keenan mengangguk kepalanya melihat keanehan Cinta.


"Yah, akulah yang aneh karena bisa penasaran dengan orang aneh! apa lagi yang ada di kepalanya itu, ckck!" gumam Keenan menunjukkan keprihatinan kepada Cinta yang keras kepala tetapi memiliki sifat yang sangat ekstrim menurut Keenan.


Keenan kemudian mengingat ucapan Cinta yang mengatakan jika seumur hidup dia selalu mengalah dan tidak pernah melakukan apapun demi dirinya sendiri.


"Kau, selama bersamaku kau bisa melakukan apapun sesukamu, asal kau jangan lupa posisi dan tanggung jawabmu padaku! kau tidak perlu mengalah demi oranglain!" seru Keenan saat lift terbuka, dia melangkah ke luar meninggalkan Cinta yang sedang terkejut saat memproses kata-kata bosnya.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Tiba-tiba wajahnya memerah dan jantungnya berdegup cepat sekali.


"Ini berbahaya, dia berbahaya! untuk seorang jomblo yang tidak pernah diperhatikan ini terlalu mengkhawatirkan! apakah dia sengaja? main tarik ulur, dan saat aku sudah memakan umpan, dia akan mempermalukan aku kan?"


Karena terlalu lama bergumam dan bertanya-tanya, lift yang tadi terbuka tertutup lagi dan membawanya ke lantai GF.


Dengan cepat Cinta memencet tombol lift karena panik, dia pasti telah membuat Keenan menunggu dirinya terlalu lama.