
Episode 129 : Fakta tersembunyi.
***
Saat Josh menatap tajam kearah Keenan, saat itulah Keenan sadar jika ayahnya sedang marah besar, mungkin karena perkataan Keenan yang ingin melepaskan diri dari hubungan keluarga atau mungkin karena Keenan membentaknya.
"Ayah bilang makan dulu, dengarkan aku dan jangan membuat keributan! kau mau wanita kecilmu itu mati sekarang juga? jika tidak mau maka ikuti Ayah!"
Sama seperti Keenan, Josh memang memiliki sikap begitu keras dan juga kejam, bagaimanapun buah takkan jatuh jauh dari pohonnya, sifat Josh tentunya menurun kepada putranya.
Keenan membalas tatapan ayahnya seolah menantang tetapi ia tahu jika ancaman ayahnya bukan ancaman biasa saja, begitu banyak musuh yang sedang mengincar Keenan dan Cinta.
Untuk saat ini mungkin dia harus menuruti apa kata ayahnya, dan mengurangi ketegangan diantara mereka, karena tujuan utama Keenan adalah memberikan peringatan keras kepada semua tetua dan juga keluarga Clara untuk tidak mengirimkan suruhan nya lagi untuk mencelakai Cinta.
Dengan perawakan yang gagah dan dominasi yang sama, ayah dan anak ini benar-benar sangat mirip, bahkan wajah kesal mereka dan cara jalan keduanya benar-benar sangat mirip.
Karena tidak mau mengambil masalah yang tak diinginkan, Keenan menuruti apa kata ayahnya, mereka melangkah menuju perjamuan makan yang sudah disiapkan dengan begitu megahnya.
"Cih!" Dengan sinis dan matanya yang tajam dia seolah mengejek ayahnya, dengan semua persiapan ini pastinya keberadaan mata-mata ayahnya sangat dekat dengan Keenan dan Cinta sampai-sampai tahu jika Keenan akan kembali pulang.
"Sialan, sepertinya diantara pelayan ada mata-mata Ayah, nanti aku akan menyeleksi ulang semuanya, kenapa sih lelaki tua ini begitu hebat dalam segala tindakannya!" geram Keenan masih menggerutu.
Keenan sudah menyeleksi sendiri pelayan di rumahnya, akan tetapi sepertinya masih ada yang benar-benar ahli dalam menyamar.
Dan itu pasti suruhan ayahnya.
Saat makan di meja makan super mewah dan besar itu, jarak antara Keenan dan Josh Johnson juga ibu tirinya begitu jauh, seolah Keenan sengaja memang tak ingin berdekatan dengan ayah dan ibu tirinya itu.
Lucia yang masih memerankan peran sebagai ibu dan istri yang baik mencoba mencairkan suasana, "Wah, senang sekali akhirnya keluarga kita bisa berkumpul utuh lagi," serunya tersenyum begitu lebar.
Akan tetapi tak disambut oleh Josh maupun Keenan.
"Ehem ..." karena sedikit malu hanya berbicara sendiri membuat Lucia terdiam dan melanjutkan makannya.
"Ayah dan anak ini memang berbakat mengacuhkan orang lain! darah memang tak bisa berbohong!" geram Lucia dalam hatinya merasa jengkel dengan keduanya.
"Bagaimana perusahaan mu?" setelah selesai makan dan semua sudah rapih dan bersih, akhirnya Josh mengajak putranya yang telah lama tidak pulang ini berbicara.
"Sudahlah, aku juga sudah mengikuti ucapan mu untuk makan disini, sekarang gantian, Ayah harus mengikuti ucapan ku untuk mengumpulkan semua para tetua besok, agar aku bisa bicara!"
Persitegangan yang begitu panas langsung mencuat seketika, para pelayan yang memang bertugas melayani setiap saat sudah jantungan dan takut apa yang akan terjadi selanjutnya.
Bagaimana tidak, setelah sekian tahun, ada juga sesekali yang berani membantah dan bahkan menantang seorang Josh Johnson, walau itu anaknya sendiri tetap saja kelihatan mengerikan.
"Aku mau pergi ke ruangan ku!" setelah mengatakan itu, karena tak mau menghabiskan waktu lebih banyak dengan ayahnya, Keenan hendak beranjak dan pergi.
Akan tetapi ....
"BRAK!"
Josh langsung memukul meja sekuat nya dan menimbulkan suara yang menggelegar, semua ketakutan, para pelayan dan bahkan istrinya sendiri, Lucia.
Lucia sampai mengambil kesempatan untuk bisa pergi secara senyap dan tak terlihat, agar dia tidak kenal amuk suaminya.
"Kalian pergi semuanya dari sini! aku ingin berbicara dengan anak berandal ini berdua saja!" perintah Josh dengan lantang dan tegas.
Saat mendengar itu semua pelayan yang bertugas melayani di ruangan itu langsung dengan cepat berlalu dari ruangan dan tak memiliki keberanian menguping pembicaraan kedua orang mengerikan itu.
Keenan hanya diam saja, dia menunggu apa yang hendak dikatakan oleh ayahnya, apapun itu Keenan tidak akan mau mengalah dan akan selalu menentang ayahnya ini.
Josh melangkah dengan raut wajah yang mengerikan, dia melangkah melewati Keenan, saat ia sudah membelakangi Keenan, "Ikut aku! ada yang ingin aku tunjukkan!" geram Josh meminta kepada Keenan untuk segera mengikutinya.
***
Sungguh setelah kepulangan Keenan, situasi di rumah menjadi semakin menegangkan, seolah akan ada petang yang akan terjadi dalam waktu yang tak terduga, karena Keenan juga memiliki sikap yang sama dengan ayahnya.
Jika keduanya bersitegang maka semua orang di rumah megah ini akan terkena imbas nya.
***
Keenan mengikut langkah ayahnya yang kembali menuju ruangan pribadinya, Josh membuka laci mejanya dan mengambil sesuatu, tetapi sebelum ia memberikan apa yang ia ambil itu ia terlebih dahulu memberitahu sebuah fakta kepada Keenan.
Yang membuat Keenan terbelalak dan tak mampu berkata-kata, yang jelas hatinya bergemuruh dan semuanya menjadi kacau.