Boss Playboy

Boss Playboy
Apakah Cinta hamil?


Episode 130 : Apakah Cinta hamil?


***


Kejadian saat Keenan dalam perjalanan menuju Inggris,


Cinta yang sudah ditinggal beberapa jam merasa bosan, dia melihat langit-langit kamar lagi, dia ingin mengirim pesan kepada suaminya akan tetapi pasti suaminya sedang ada di pesawat sekarang, jadi percuma saja dia mengirim pesan.


"Kalau tidak ada kau rasanya sepi sekali, tapi kalau ada kau terlalu berisik dan membuat lelah, apa sih yang aku rasakan?"


Cinta sedang memegangi liontin yang diberikan suaminya kepadanya, dia menatap langit-langit dan berbicara sendiri.


"Aku sangat merindukan mu padahal baru beberapa jam kau pergi, rasanya berbeda ketika kau hanya sekedar pergi ke kantor, aku merasa hampa dan jarak kita pasti semakin jauh kan? huhu, aku ingin kau cepat pulang,"


Cinta benar-benar kelihatan seperti orang gila berbicara dengan liontin pemberian suaminya.


Entah kenapa juga beberapa minggu ini dia sangat haus akan kasih sayang suaminya, ingin dekat terus walau ujung-ujungnya kelelahan dan encok, tetapi Cinta tidak jera, dia malah semakin ingin dekat.


"Rasanya mencintai suami sendiri entah kenapa rasanya beribu kali lipat lebih menyenangkan, tapi aku tak mampu mengatakan kepadanya secara langsung,"


"Walau dia suamiku, kenapa aku malu sekali sih?"


"Ah, pokoknya nanti saat dia pulang aku akan katakan padanya jika aku sebenarnya sudah cinta, aaahh, aku malu,"


Cinta yang sepertinya sedang dimabuk cinta itu lagi-lagi berbicara sendiri, dia terkekeh sendiri dan seperti orang yang sedang kasmaran biasanya, dia mengusap-usap sprei dengan telunjuk jari dan senyam senyum tak jelas.


Sampai sampai sejak tadi panggilan ponselnya berbunyi sudah beberapa kali, sejak ia mengirimkan pesan kepada Isya dan Rita, saat itu kedua sahabatnya sudah tahu nomor baru Cinta.


Di tengah lamunan seorang yang sedang kasmaran, tiba-tiba saja dia mendengar suara pengganggu yaitu ponselnya sendiri.


"Astaga ... apakah ini suamiku?" Cinta tiba-tiba berharap jika suaminya akan menghubungi nya, ia lupa pasti sekarang Keenan masih ada di pesawat.


Karena saat Keenan lepas landas, Keenan sempat menghubungi nya, jadi Cinta tahu jika Keenan masih ada di pesawat.


"Aih, si Rita, kenapa aku kesal sih? suamiku kan masih di pesawat?" gerutunya sendiri saat mengetahui yang menghubungi dirinya bukanlah Keenan melainkan sahabatnya.


"Halo Ta?"


"Cin ... kenapa kau lama sekali mengangkat panggilan nya, aku sudah jamuran biar kau tahu!" ketus Rita langsung marah marah ketika Cinta mengangkat panggilan nya.


"Ta, kau juga mengganggu lamunan ku ya, kenapa kau yang marah? harusnya aku yang marah!" balas Cinta tak mau kalah tentunya.


"Huh, dasar kalau sedang jatuh cinta memang akan seperti orang gila, ah sudah lah, aku ingin ke rumah sakit, temani aku yuk Cin, suami tercinta mu kan sedang pergi,"


"Ke rumah sakit? kau sakit apa Ta? yaampun? kau dimana sekarang?" Cinta langsung heboh, tadinya dia masih berbaring, sekarang dia sudah duduk dan langsung mau berlari menjemput Rita.


"Jangan panik dulu Cinta sayang, bukan aku yang sakit, tapi keponakan ku, aku harus kesana menjaga nya karena kakak ku sedang ada urusan penting, si Isya tidak bisa karena dia sedang melakukan pendekatan dengan calon suaminya,"


Rita masih saja berbicara dengan nada seolah sedang menancap gas jika membahas mengenai Isya yang akan menikah.


"Haaahh!"


Cinta mengusap dadanya lega, dia segera berdiri dan beranjak tentunya.


"Yasudah Ta, aku jemput saja ya ke rumah mu,"


Cinta dan Rita akhirnya sepakat, untuk pergi ke rumah sakit, Cinta juga ingin memeriksa sesuatu disana.


Karena sudah beberapa hari dia tidak datang bulan, lewat dari tanggal yang seharusnya.


Sebenarnya ia bisa memeriksa sendiri menggunakan testpack, akan tetapi mumpung Rita minta ditemani ke rumah sakit, lebih baik periksa secara langsung saja.


Siapa tahu dia memang sudah hamil.


***


Beberapa saat kemudian,


"Cin, kapan ya aku dapat jodoh? dimana jodoh ku? huhu," ucapan pertama kali yang dikatakan oleh Rita saat masuk mobil adalah mengenai jodohnya yang tak kunjung datang.


Cinta mengusap pundak sahabatnya yang sedang merangkul nya ini.


"Sabar Ta, aku ramal jodohmu akan datang dalam beberapa saat kedepan, percaya deh sama aku," seru Cinta sedikit menghibur dengan menjadi peramal dadakan.


"Kau memang sahabatku yang terbaik, menjadi peramal disaat yang tepat, baiklah aku tidak jadi bersedih, jodohku pasti akan datang secepatnya, ho ho ho!"


"Tapi kalau boleh berikan Chanyeol ya Tuhan jodohku, pertemukan aku dengan dia dan buat dia jatuh cinta padaku ...." dengan tangan berdoa dan senyuman nya, Rita yang memang memiliki sikap ceria sedang bersikap sedang berdoa meminta Chanyeol menjadi jodohnya.


"Haih," Cinta sudah tak mendengarkan ucapan nyeleneh sahabatnya dan memilih memperhatikan jalanan saja.


***


Sekitar 35 menit kemudian di ruang sakit,


Rita sudah berbicara dengan kakaknya, dan sedang menjaga keponakannya yang sedang dirawat di rumah sakit.


"Ta, aku tinggal sebentar ya, aku ingin ke luar mencari udara segar," Cinta sedang meminta ijin untuk pergi ke tempat periksa kandungan.


Dia tidak ingin terlalu berterus terang mengatakan hendak memeriksa apakah dia sudah hamil atau tidak, karena Cinta merasa hal itu masih harus di rahasiakan.


"Baiklah Cin, aku akan disini menjaga keponakan ku," balas Rita duduk di sisi keponakan nya yang sedang tertidur lelap.


Setelah itu Cinta melangkah dengan mantap dan hati yang berdebar-debar menuju ruangan dokter kandungan, dia tidak tahu akan tetapi dia sangat bersemangat kali ini.


***