Boss Playboy

Boss Playboy
Menghukum siang dan malam.


Episode 91 : Menghukum siang dan malam.


***


Setelah Cinta menerima cincin yang kelihatan super mahal itu, tak luput bagi Keenan yang tidak bisa mengontrol dirinya lagi-lagi tidak bisa jika tidak menekan istrinya sendiri.


"Awas jika kau hilangkan cincin ini!"


"Aku akan menghukum mu siang dan malam, kau bahkan harus menanggung nya sampai pagi!"


Geram Keenan begitu arogan yang sekarang ini begitu terlalu terpampang nyata .


Lalu setelah memberikan ancaman-ancaman itu, seperti biasa Cinta tetap harus memberikan kecupan pagi, pelukan pagi dan harus benar benar tersenyum menyeringai mengantarkan Keenan ke mobil, jika tidak Keenan akan merantai Cinta dan membawanya ke kantor.


***


Keenan tetap harus ke kantor, banyak hal yang harus ia lakukan, dia memang senang menghabiskan waktu dengan istrinya, akan tetapi dia adalah seorang CEO, dia memiliki tanggung jawab besar di pundaknya.


Dia tidak ingin pekerjaan nya malah merosot karena pernikahan mendadaknya.


***


Setelah Keenan pergi kantor, Cinta masih belum bisa pergi keluar, sampai Cinta benar-benar sembuh, juga entah kenapa setelah menikahi wanita ini, sebenarnya Keenan tidak ingin wanitanya melakukan pekerjaan yang membuat sakit kepala dan membutuhkan waktu yang banyak.


Seolah Keenan tidak rela istrinya meluangkan lebih banyak waktu dengan perkejaan ketimbang dengan dirinya sendiri.


Tetapi saat Keenan pergi, terlihat sebuah mobil memasuki loby rumah Keenan dan ternyata temannya, Rita datang ke rumah Keenan.


Cinta sedikit terkejut, “Cinta ....” Rita berseru dan berlari memeluk Cinta.


“Pak Keenan menyuruh saya membawa teman Nona, emm, ma ... maksud saya Nyonya besar kesini karena dia tidak ingin Nyonya besar merasa kesepian,”


Ucap Bram entah kenapa merasa malu karena sekarang entah mengapa dia sudah memiliki Bos batu, alias istri Bos, Keenan tadi menyampaikan jika Cinta adalah Nyonya besar di rumah ini dari mulai saat pernikahan mendadak mereka.


Setelah itu Bram segera pergi ke kantor mengikuti Bos nya.


Sedangkan Rita yang masih belum bisa memproses langsung terkejut sekali saat mendengar kata kakak ipar.


“Nyo ... Nyonya besaaarrr? Cin, k ... kau s ... sudah menikah? Tega sekali kau padaku dan Isya tidak memberitahu kami, padahal kami adalah sahabat mu yang paling setia, huhu!”


Rita yang merasa ter khianati langsung menangis dengan kuat, membuat seisi rumah menjadi ramai sekali.


“Rita, aku sebenarnya mau menceritakan padamu, tetapi kemarin kau tahu lah apa yang terjadi, kita duduk saja dulu yuk, banyak hal yang mau aku ceritakan,” seru Cinta dengan wajahnya yang sangat bersemangat dan senang sekali saat Keenan telah bermurah hati mengirimkan Rita ke rumahnya.


Cinta merasa Keenan sangat peduli padanya, walaupun Cinta tetap harus berhati-hati tetapi setidaknya Keenan benar benar tulus kepadanya.


"Eh, Isya dimana? kenapa hanya kau saja yang diundang Keenan?" tanya Cinta merasa penasaran, kenapa hanya Rita saja yang datang.


"Anak itu lagi banyak urusan, nanti Sabtu kan kita ketemu lagi jadi dia menyelesaikan masalahnya dulu agar nanti pas Sabtu dia tidak sibuk," balas Rita menjelaskan kronologi ketidakhadiran Isya


***


Disaat yang sama gelagat Clara yang sedikit gugup sudah membuat ibu tiri Keenan sedikit curiga, dia merasa ada yang aneh dengan semuanya ini.


Dia curiga jika Keenan pasti memiliki wanita simpanan, karena itulah mengapa Clara berada di hotel.


"Tring ... Tring ... Tring!"


Dia segera menghubungi suruhannya yang selalu membantunya melakukan dan mencari tahu apapun dalam waktu singkat.


"Halo Nyonya?" seru orang yang sedang di telepon oleh Ibu tiri Keenan itu.


"Saya ingin kau mencari tahu dengan siapa Keenan dekat akhir-akhir ini, dan sekalian cari tahu apakah ada wanita lain yang tinggal di rumahnya," ketusnya memiliki firasat yang tidak enak dalam hal ini.


***


"Hu ... hu ... hu!"


Clara sedang menangis tersedu-sedu, banyak tisue bertebaran di seluruh kamar hotelnya, dia sedang menonton sebuah film romantis yang berakhir sedih, persis seperti cintanya yang sepertinya tak akan pernah berlabuh.


"Menjadi wanita yang tidak dicintai memang menyakitkan, sedih, hu ... hu!" dia masih menangis tersedu-sedu, sejak malam dia menangis karena menonton, dia ingin melupakan rasa sakit hatinya dengan melihat film romantis.


Tetapi siapa sangka hatinya menjadi semakin sakit.


"Tring ... Tring ... Tring!"


Ponselnya berdering lagi, wajahnya yang sudah memerah dan kantung matanya yang telah membesar mewarnai wajahnya sekarang ini.


"Halo?" ketus Clara masih dalam mood patah hati.


"Saya Bram, assiten Pak Keenan, Pak Keenan meminta ada ke kantor nya sekarang, ada hal yang harus ia bicarakan di sana," seru Bram atas suruhan Keenan.


Clara yang mendengar hal itu tidak tahu jika dia bisa sebahagia ini, dia merasa Keenan mungkin akan segera membuka hatinya.


"Keenan, aku sudah duga kau pasti tetap tidak tega padaku!" ketusnya segera memilihkan pakaian terbaiknya hari ini.


***


Sedangkan di sisi lain, Rara yang sudah pusing bagaimana cara mengundang Cinta ke hotel yang sudah di siapkan oleh ibunya sore ini.


Rara sama sekali tidak peduli apa yang akan terjadi pada Cinta, yang jelas kata Ibunya setelah rencana ini berhasil maka Rama akan menjadi milik Rara.


"Apapun itu, aku percaya pada Mamaku, si Cinta memang harus diberikan pelajaran!" ketus Rara masih tidak terima jika Kak Rama sungguh akan menyukai Cinta, saingan terberat dalam hidupnya.


Dan segera setelah berpikir begitu lama, akhirnya Rara memiliki sebuah rencana.


Dia akan mengirimkan pesan melalui nomor asing yang mengaku-ngaku jadi ibunya, dia bisa menjebak Cinta disana, dan akan membuat Cinta jera kali ini.


***


Di kantor Keenan,


Wajah Keenan yang kelihatan lepas dan puas sedang menyelesaikan semua pekerjaan nya sama seperti sebelumnya dia tidak sabar ingin segera pulang dan bertemu dengan sang istri tercinta.


Baru saja Bram keluar dari ruangannya setelah melakukan beberapa diskusi, juga meminta Bram untuk memanggil Clara ke kantor.


Dia ingin memberikan sebuah pernyataan kepada Clara, usaha untuk menutupi identitasnya Cinta menggunakan Clara.


Bagiamana pun, Cinta hanyalah gadis biasa, pernikahan mendadaknya tidak akan pernah diakui oleh keluarga besar, dan bisa-bisa Cinta benar-benar akan berada dalam bahaya.


***


Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.


Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.


Makasih ya semuanya, lope you.


***


Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho


Kalian bisa DM dan tanya2 disana