
Episode 117 : Kau tidak akan bisa melindungi nya.
***
Lucia yang sudah tahu jika suruhannya telah tertangkap oleh Keenan memegangi kepalanya, “Keenan, kenapa kau keras kepala sekali? kau tidak akan bisa melindungi gadis itu, apapun yang kau lakukan, kau tidak akan bisa! Jadi …” belum selesai Lucia menyelesaikan ucpannya, Keenan langsung mematikan panggilan dan melempar ponsel milik tawanan mereka.
“Brak!”
“Memang kalian pikir kalian siapa? hendak mengatur kehidupan ku!” geram Keean berteriak.
Nafasnya menjadi berat dan terengah-engah.
Keenan tahu, semuanya ini hanyalah permulaan.
Setelah memberikan ancaman kepada ibu tirinya, Lucia.
Keenan benar-benar semakin waspada tentunya, entah siapa lagi kali ini yang akan datang hendak mencelekai istrinya.
“Bereskan mereka semua, dan kembalikan mereka kepada wanita itu dalam keadaan babak belur sebagai peringatan keras!” geram keenan hendak kembali dan menenangkan dirinya.
Sebelum pergi Keenan berhenti sejenak dan menanyakan mengenai kabar terbaru mengenai perusahaan Rehan Heit.
“Bagaimana dengan kabar perusahaan itu apakah sudah terkabar di berita?” tanya Keenan memastikan mengenai perusahaan milik ayah Cinta.
“Sejauh ini sudah masuk ke berita utama Tuan, Pak Bram sudah menyelesaikan sesuai dengan perintah anda,” seru anak buah Keenan mengenai laporan mengenai penghancuran perusahaan Rehan Heit.
“Heh bagus, jangan sampai kabar ini memasuki penginapan ini, katakan pada Bram untuk menyelesaikan semuanya sebelum aku dan Cinta kembali ke kota!” perintah Keenan lagi sebelum akhirnya berlalu dan meninggalkan ruangan itu.
Keenan memang memiliki bawahan yang lain, yang memang khusus menjaga keamanan nya, apalagi sekarang ada Cinta, yang jelas-jelas sudah merupakan sasaran empuk para lawannya, bukan saja dari keluarganya saja, keluarga Clara juga saingan bisnis yang lain.
Karena itulah salah satu alasan mengapa pernikahan nya dengan Cinta tidak ia rayakan dan umumkan, karena saat ini dia masih memiliki terlalu banyak musuh.
***
Keesokan harinya,
Di kediaman Rehan Heit,
Belum lagi hutang-hutang perusahaan yang langsung menagih secara bersamaan membuat Rehan benar-benar pusing tidak karuan.
“Ini semua karena Layla, kenapa dia harus mengatakan menikah dengan lelaki itu! sudah lah lelaki itu sok mau melindunginya! Sialan!” Rehan melemparkan semua barang yang ada di atas mejanya.
Dia sudah emosi dan pusing disaat yang bersamaan, jika perusahaan nya hancur maka aset yang dijual tidak akan seberapa untuk melunasi hutang-hutang yang dimiliki perusahaannya, dia akan benar-benar hancur sampai ke dasar.
“Tring … Tring … Tring!”
Dengan emosi yang meluap-luap dia segera menghubungi mantan istrinya, dia tidak rela perusahaannya bangkrut, dan semuanya berawal dari berita pernikahan mantan istrinya.
Entah terbawa emosi pribadi karena sang mantan istri telah mendapatkan lelaki yang tepat, Rehan pun tidak tahu kemarahan gilanya ini berasal darimana.
Layla yang masih bertahan di kediaman lamanya karena memikirkan kembali bagaimana ia telah menelantarkan Cinta selama ini mengangkat panggilan dari Rehan.
Tetapi sebelum Layla berbicara, Rehan sudah langsung marah marah dengan suara yang sangat menggelegar.
“Kau lihat? Perusahaan ku bangkrut karena kau! sekarang tidak ada lagi yang tertinggal, karena kau memberitahukan hendak menikah dengan lelaki asing itu, Tuan Keenan menarik investasinya dari perusahaan ku!”
“Tahu kah kau selama ini kenapa obat-obatan masih bisa tetap disalurkan ke desa antah berantah mu itu? itu karena Tuan Keenan memberikan investasinya! Kenapa kau harus melukai perasaan Cinta dengan pemberitaan pernikahan mu dan menghancurkan segalanya? KENAPA?”
“Aku sudah susah payah memperbaiki perusahaan dengan mengorbankan Cinta, tetapi kau merusak segalanya!” Rehan berteriak dimana dia sudah hampir gila.
Sejak tadi pagi banyak sekali telepon masuk ke panggilan telepon kantornya untuk segera melunasi hutang-hutang yang dimiliki perusahaannya.
Bagaimana pun ditariknya investasi perusahaan besar seperti perusahaan Keenan membuat para pemberi pinjaman dahulu tidak memiliki kepercayaan lagi kepada perusahaan Rehan Heit dan menagih secara serentak.
Rehan sama sekali tidak sadar, jika karena kemarahannya dia mengakui secara tidak langsung kepada Layla jika dia sebenarnya telah menjual Cinta dengan nilai investasi fantastis itu.
Layla memejamkan matanya sejenak, tangannya bergetar hebat. “A … apa maksud mu? apakah maksudmu lelaki yang kemarin bersama Cinta adalah yang memberikan investasi ke perusahaan mu?”
“Apakah kau sedang mengatakan kepadaku jika kau sengaja memberikan Cinta kepadanya agar perusahaan mu diberikan dana? apa kau mau bilang kau menjual putrimu sendiri? katakan dengan jelas! Kau bajingan!”
Tubuh Layla gemetaran dengan hebat, wajahnya menjadi pucat, dia berlari kearah ruang tamu menyalakan televisi.
Saat televisi menyala, wajah Keenan, lelaki yang ia temui kemarin bersama putrinya memenuhi layar, dimana diberitakan jika tiba-tiba Keenan menarik semua dana investasi dari perusahaan Heit, yang mengakibatkan perusahaan Heit hancur dalam satu malam.