
23 Februari, 2073.
Sudah setahun lebih waktu di dunia Re:Life telah berlalu semenjak aku memberi Tasmith Trait barunya. Ia nampak begitu menyukainya.
Aku juga telah memberikan beberapa Trait lagi kepada Oliver dan Knox. Walaupun membuang banyak levelku, tapi kurasa itu merupakan pilihan yang tepat.
Meskipun itu hanyalah sekitar satu bulan setengah dalam waktu dunia nyata. Akan tetapi….
“Tasmith! Aku datang untuk….” Teriakku sambil membuka pintu toko Tasmith dengan keras.
Di hadapanku nampak sosok Tasmith yang tidak sedang sibuk bekerja. Melainkan….
“E-Eric?! Ke-kenapa kau ada disini?!” Teriak Tasmith kaget sambil menjauh dari Liz yang sebelumnya duduk di sebelahnya.
“Hah? Apa maksudmu? Aku datang kemari untuk melihat pesananku! Apakah sudah jadi?” Tanyaku mengabaikan situasi ini.
Meskipun hanya dalam sekilas ini aku sudah memahaminya. Nampaknya telah terjadi sesuatu antara mereka berdua. Tak ingin dibuat pusing, aku tak menanyakannya.
“Pesanan… pesanan….” Gumam Tasmith pada dirinya sendiri sambil mengotak-atik gudang penyimpanannya. Jujur saja ini baru pertama kalinya aku melihat Tasmith tidak rapi akan pekerjaannya sendiri.
“Ah! Ini dia! Kau memesan cincin….”
Belum sempat menyelesaikan perkataannya aku segera memotongnya.
“Bodoh! Aku memesan pelindung kepala! Tepatnya mahkota yang tidak jahat! Setidaknya layak untuk digunakan di kota manusia! Kenapa bisa jadi cincin?!”
“Eh? Mahkota?! Uh….” Jawab Tasmith dengan wajah yang nampak kebingungan.
“Jangan katakan padaku….”
“Maaf, Er…. Uh maksudku Tuan Eric! Nampaknya aku belum membuatnya….” Balasnya sambil menundukkan kepalanya.
“Baiklah, aku akan menunggunya lebih lama lagi. Dan juga…. Aku akan menanyakannya sekarang, Tasmith. Apa kau berencana untuk pindah lokasi?
Dungeon milik para vampir akan segera selesai jadi mungkin… kau tahu kan? Pikirkanlah baik-baik.” Ucapku sambil meninggalkan tokonya.
Aku tak pernah menyangka bahwa Tasmith akan berubah menjadi seperti itu. Tapi kurasa ini bukanlah hal yang buruk. Selama mereka berdua bahagia, apa yang perlu kubingungkan.
Sesaat setelah itu, aku pergi ke lantai 5. Tepatnya menuju ke Dungeon baru buatanku yang khusus untuk digunakan tempat tinggal Deus dan Liz. Rencananya aku juga akan terus menerus memanggil Vampir baru untuk menambah populasi di sana.
Tapi aku masih bingung….
“Efek khusus apa yang akan kuberikan pada Dungeon itu ya? Dan juga apa namanya?” Ucapku pada diriku sendiri sambil memandangi kastil yang sudah hampir selesai itu.
Pemandangannya sungguh luarbiasa. Sebuah kastil berukuran sangat besar dikelilingi oleh dinding yang setinggi 7 meter. Di bagian dalam dinding terdapat cukup banyak bangunan yang akan digunakan oleh para Vampir tingkat tinggi nantinya.
Sedangkan di bagian luar dinding terdapat perumahan yang tersusun rapi. Semua fasilitas sudah disiapkan oleh para pengrajin. Lahan pertanian, peternakan, pengairan, lampu-lampu jalanan, toko, dan bahkan menara tinggi yang terdapat di tengah kota itu.
Bagaimanapun, kini jumlah populasi Goblin yang telah mencapai 250.000 dan Kobold yang telah mencapai 150.000 memungkinkan pembangunan Dungeon baru ini berjalan dengan sangat lancar.
Saat masih tenggelam dalam pikiranku sendiri, Deus tiba-tiba menghampiriku.
“Eric…. Kau tahu?! Dungeon ini jauh lebih indah daripada yang bisa kubayangkan! Kurasa aku akan sangat menyukainya! Sudah kuputuskan! Aku ingin memiliki setidaknya 12 bangsawan! Tolong wujudkan hal itu, ya?!” Ucap Deus secara tiba-tiba.
Meskipun dia sering memerintahku, aku merasa tidak terbebani sama sekali.
Bagaimanapun, kemampuan yang diberikan oleh Deus yaitu [Ascension] sangatlah berguna. Aku mampu memberikan Trait yang tepat pada para petinggi Goblin untuk semakin meningkatkan kemampuan mereka.
Tak hanya itu….
Menurut pendapat dari Elin, hadiah dari Quest yang diberikan oleh Deus memang tidak dapat diprediksi oleh Genesis. Dengan kata lain, semua itu tergantung dari seberapa baik aku membantu dan memenuhi keinginan Deus. Bukankah bisa jadi aku memperoleh kekuatan besar nantinya? Entahlah.
“Tenang saja, Deus. Aku akan mengusahakannya.” Balasku sambil tersenyum.
“Yey!!! Terimakasih Eric! Tenang saja! Ratu Iblis yang Agung ini akan selalu berada di pihakmu selamanya!!!” Teriak Deus kegirangan sambil mengocehkan hal yang tidak masuk akal.
Jika perkataannya benar apa adanya, maka kehidupanku di dalam Re:Life akan aman selamanya. Terutama jika ada serangan lagi seperti pada saat serbuan Leo. Tentu saja hal ini hanya dimungkinkan jika Deus telah memperoleh kembali kekuatannya.
Aku pun segera berkeliling ke dalam kasti itu. Desain Interiornya begitu indah. Bahkan jauh melebihi ekspektasiku. Setiap perabotan yang ada di dalam merupakan kualitas yang sangat tinggi.
Meskipun….
Total biaya yang kuperlukan untuk membangun semua ini mencapai lebih dari 500.000 Koin Emas. Yah, itu dimungkinkan karena semenjak aku mengalami restriksi selama 45 hari, Elin terus menerus menabung di dalam ruang harta di lantai 5.
Aksesori buatan Tasmith juga mengalami lonjakan harga yang sangat tinggi semenjak aku memberinya Trait Gemologist. Sebuah cincin tingkat Unique yang pada awalnya mampu terjual hingga 15.000 koin emas kini melonjak hingga setidaknya 25.000 koin emas!
Walaupun Tasmith akhir-akhir ini sedikit kurang produktif, tapi nilai akhirnya tetap saja jauh lebih baik!
Siapa yang membeli cincin semahal itu?
Aku sendiri kurang tahu. Tapi menurut pernyataan Elin, sebagian pembelinya merupakan player sultan yang memiliki kekayaan luarbiasa di dunia nyata.
Selain itu juga player profesional yang memang bisa menghasilkan banyak uang dari dalam maupun dari luar game ini.
Sebagai contoh yaitu seorang player yang saat ini sedang Trending di berbagai mesin pencarian.
Namanya adalah Angelica, dengan Nickname di dalam game yaitu Angie. Ia merupakan seorang player dari Amerika yang baru saja bergabung 2 bulan yang lalu. Akan tetapi Ia mampu membuat prestasi yang sangat mengerikan.
Bahkan dengan level yang masih 60an, Ia berhasil mengalahkan Field Boss yaitu Fire Salamander yang memiliki level 125 sendirian.
Videonya saat bertarung melawan Fire Salamander itu sudah terunggah di MeTub dan di Share berkali-kali oleh banyak orang. Disitulah awal mula ketenarannya yang membuatnya kini menjadi seorang artis Re:Life.
Meskipun, Angelica sebenarnya sudah menjadi MeTuber terkenal sejak lama. Tapi Ia belum pernah menyentuh atau membahas Re:Life sebelumnya.
Tak hanya karena berkemampuan tinggi, parasnya yang cantik juga mendukung hal itu.
Aku tak tahu apakah Angelica telah membeli banyak item dari Tasmith. Tapi yang jelas Ia merupakan salah satu MeTuber yang paling terkenal saat ini.
“Oliver, kapan kira-kira Dungeon ini akan selesai?” Tanyaku kepada Oliver yang saat ini masih nampak sibuk mengurusi berbagai hal.
“Tuan Eric! Mungkin jika diperkirakan, akan selesai selama 2 minggu lagi.” Balasnya yang kini sudah mulai tidak kaku lagi. Jujur aku sangat senang melihat perubahan ini.
“Baiklah, aku akan menantikannya. Teruskan kerja kerasmu.”
Aku melanjutkan keseharianku dengan mengamati berbagai pekerjaan yang dilakukan oleh para monster bawahanku. Sesekali aku juga memberikan hadiah kepada mereka. Meskipun bukan hal yang besar, tapi aku sangat senang ketika melihat mereka bahagia menerima hadiah itu.
Tentu saja, Deus selalu mengikutiku dan membicarakan banyak hal.
Sedangkan Elin?
Saat ini Ia lebih sibuk bersama dengan adikku, Rina. Nampaknya mereka berdua membuat Party dan berburu di suatu tempat. Mengingat kini Elin dan Rina telah mengenakan perlengkapan buatan Tasmith, aku yakin mereka berdua akan baik-baik saja.
...***...
Akhirnya….
Hari itu tiba. Setelah 2 minggu lebih penantian.
Hari dimana Dungeon ketiga buatanku akan segera selesai.
“Deus, aku akan menanyakannya padamu. Efek khusus apa yang kau inginkan di dalam Dungeon milikmu ini nanti? Dan juga, apa namanya?” Tanyaku pada Deus yang saat ini melompat-lompat kegirangan mengetahui Ia akan segera tinggal di Istana itu.
“Eric!!! Terimakasih banyak!!! Aku sangat menyukai ini!!!” Teriak Deus kegirangan. Dengan segera Ia menenangkan dirinya dan menjawab pertanyaanku.
“Untuk namanya, aku serahkan padamu Eric! Apapun itu aku akan menyukainya! Sedangkan untuk efek khusus…. Aku sedikit bingung mengenai pertanyaanmu. Tapi mungkin aku menyarankan sesuatu yang berhubungan dengan kemampuan Vampir.” Lanjut Deus sambil menyilangkan lengannya.
“Baiklah, kalau begitu…. Install Dungeon!” Teriakku sambil mengarahkan lenganku ke depan.
Muncul sistem yang memintaku untuk mengatur luasan Dungeon yang diinginkan. Aku pun hanya memilih satu ruangan gua raksasa ini yang telah memuat seluruh wilayah Vampir. Meskipun aku juga sedikit menambahkan wilayah di sekitarnya jika diperlukan perluasan di masa depan.
...[Silakan beri nama Dungeon!]...
“Forteresse de Deus” Ucapku singkat sambil mengetikkan nama itu. Sebuah nama Dungeon sederhana yang berasal dari bahasa Prancis. Artinya? Benteng Deus.
...[Tentukan Efek Spesial Dungeon Forteresse de Deus!]...
“Sesuatu yang memaksimalkan potensi kekuatan ras Vampir!” Ucapku. Aku sendiri tidak yakin apakah sistem dari Genesis mampu memahami maksud perkataanku. Tapi aku menyerahkan semuanya pada sistem dan berharap yang terbaik.
...[Memproses Informasi….]...
...[Menganalisa Informasi….]...
...[Mempelajari Sejarah….]...
...[Menganalisa Dungeon….]...
...[Peningkatan Kekuatan Ras Vampir telah ditentukan!]...
...[Seluruh Status Vampir yang berada di dalam Dungeon ini akan meningkat sebesar 25%]...
...[Dungeon memiliki efek Eternal Darkness, meningkatkan kemampuan makhluk Nocturnal sebesar 50%]...
...[Dungeon memiliki efek Blood Moon, memberikan pencahayaan alami berupa merah darah! Meningkatkan kemampuan ras Vampir sebesar 50%]...
...[Status Defense Vampir yang berada di dalam Istana akan meningkat sebesar 100%]...
...[Peningkatan Reproduksi ras Vampir secara signifikan! Memungkinkan pertumbuhan populasi dengan cepat!]...
...[Dungeon Forteresse de Deus telah resmi didirikan!]...
Notifikasi yang menunjukkan efek khusus itu akhirnya selesai. Aku yang melihatnya hanya bisa ternganga karena efek yang sangat gila! Jika Vampir berada di dalam Dungeon ini, maka kekuatannya akan meningkat secara signifikan.
Dengan kata lain, Dungeon Forteresse de Deus dapat menjadi garis pertahanan terakhir bagi seluruh monster bawahanku! Apapun itu, Kota raksasa dengan istana megah ini dapat memberikan tempat perlindungan yang sempurna bagi siapapun!
Aku menengok untuk melihat sosok Deus. Di dalam kepalaku sudah terbayang sosoknya yang melompat-lompat kesana kemari karena kegirangan.
Tapi tak kusangka.
Aku melihat sesuatu yang berbeda dari Deus.
Tak ada sepatah kata pun yang terlontar darinya.
Meskipun seluruh monster, Elin, Rina bahkan Oliver sudah bersorak-sorak gembira karena telah menyelesaikan Dungeon ketiga buatanku.
Tapi….
Untuk pertama kalinya….
Aku melihat Deus tersenyum lebar sambil meneteskan air matanya.
...___________________________________...
...[Sebelum lanjut membaca]...
...[Ada baiknya untuk menekan tombol Like]...
...[Dan juga meninggalkan komentar dalam bentuk apapun]...
...[Tak ada ruginya bagi kalian]...
...[Tapi percayalah, hal sederhana itu yang menyemangatiku untuk terus menulis]...