
Sesaat setelah Elin meninggalkan Eric, muncul notifikasi yang membahagiakan bagi seluruh pemain di dunia.
[Summoner telah dikalahkan oleh Inquisitor Leo Celestica!]
[Kekuatan Summoner telah berhasil dihapuskan dengan berkah Dewi Celestine!]
Di sisi lain….
[Quest telah selesai!]
[Anda memperoleh hadiah sebagai berikut!]
8 Growth Point
500.000 Koin Emas
Afinitas dengan Kerajaan Suci Celestine meningkat sebanyak 10%
Afinitas dengan Dewi Celestine meningkat sebanyak 1%
Sebagai pemimpin Party Quest, Anda memperoleh Senjata Suci!
[Heaven’s Spear of Celestine]
[Rarity : Legendary]
“Hah? Apa maksudnya ini?!” Teriak seorang wanita berambut perak.
“Entahlah….”
“Bahkan kami belum melihat sosok Summoner itu!!! Kenapa misinya sudah selesai?!”
“Anggap saja ini merupakan hari keberuntungan kita….”
Dan begitulah, 4 orang anggota Guild Seven Star berhasil menyelesaikan misinya bahkan sebelum sempat meninggalkan markas mereka.
...***...
Sementara itu, Elin masih terus berlari menuju ke Dungeon Origin. Dibelakangnya nampak seorang Pria yang kini terlihat begitu kelelahan. Meski begitu, Pria itu mampu menyusul Elin.
“Tunggu…. Aku harus…. Hah…. Meng… hentikan… mu….” Ucap Pria yang tak lain adalah Leo.
“Hah?! Kenapa aku harus menunggumu?!” Teriak Elin dengan nada marah.
Ya, Elin juga melihat notifikasi itu. Di satu sisi Ia marah pada Leo dan Kerajaan Suci Celestine karena telah menghapus kekuatan Eric. Tapi di sisi lain dia juga kesal dengan Eric karena tidak menjelaskan secara detil rencananya. Dan inilah hasil akhirnya.
‘Dasar Eric…. Jika situasinya sekarang menjadi seperti ini, apa yang akan kau lakukan?’ Pikir Elin dalam hati.
Dari kejauhan, nampak banyak sekali gua di Pegunungan Alpa. Sebagian besar merupakan gua untuk penambangan. Tapi Elin tahu, gua mana yang akan membawanya ke Dungeon Origin.
Sesaat setelah memasuki gua itu, Ia dikejutkan oleh serangan dadakan.
‘Bruuk!!!’
“A-apa yang kalian laku….”
Belum sempat menyelesaikan perkataannya, mata Elin terbuka lebar. Ia kaget melihat sosok yang menyerangnya. Seorang Pria berambut pirang dengan badan yang cukup kekar. Chris.
Dibalik Pria itu nampak banyak sekali prajurit.
“Ka-kau! Apa yang kau….”
‘Jleb!’
Sebuah pedang besar telah menancap di dada Elin.
[Anda telah menerima 18.491 damage!]
[HP Anda telah mencapai angka 0!]
[Anda telah mati!]
[Bersiap untuk Log Out secara paksa]
‘Chris? Kenapa? Kenapa kau menyerangku?’ Pikir Elin dalam hati.
Dibelakang Elin nampak sosok Inquisitor yang telah sangat kelelahan mengejar Elin.
“Ah! Tuan Inquisitor! Selamat datang!” Ucap Chris dengan semangat.
Karakter Elin telah menghilang sebelum menyelesaikan kalimatnya. Leo yang melihat Elin terbunuh sebelum sampai ke dalam Dungeon nampak cukup bahagia.
“Raja dari Salvation, Chris. Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Leo dengan wajah yang kebingungan.
“Apa yang kulakukan? Tentu saja membantu Tuan Inquisitor dalam melenyapkan monster!” Balas Chris sambil memukul dadanya.
“Aku paham bahwa kerajaanmu pernah hampir dikuasai oleh Summoner, tapi tak kusangka kau akan membalasnya hingga sejauh ini.” Balas Leo.
Mendengar hal itu dari Leo, Chris hanya tersenyum.
Sebelum Inquisitor Leo sampai di Kerajaan Farna, Ia telah mengelilingi dan menyelidiki lokasi kemunculan Raja Iblis Behemoth di bekas Kerajaan Rena. Hasilnya? Leo memahami bahwa pada saat Chris dan seluruh anggotanya sedang mencari bantuan dari seorang pandai besi legendaris, Summoner muncul untuk menguasai Kerajaan yang kosong itu.
Summoner itu bahkan menyandera seluruh penduduk dan prajurit yang ada. Akan tetapi karena pasukan dari Federasi Pedagang telah bersiap menyerbu, mau tidak mau Summoner itu harus melawan mereka. Hasil akhirnya, Summoner kalah dan terpaksa memanggil Iblis.
Setelah mendengar penjelasan itu, Leo menjadi prihatin pada Kerajaan Salvation yang pernah dijajah oleh Summoner. Tapi Chris tidak membutuhkan rasa prihatin itu. Ia justru menawarkan bantuannya untuk melawan Summoner sebagai rasa balas dendam.
Tentu saja, itu semua hanyalah kebohongan yang telah disiapkan oleh Neo agar dapat lolos dari pengawasan Inquisitor.
Apakah Eric mengetahui semua hal ini? Tentu saja tidak.
Chris sangat terkejut ketika mendengar permintaan bantuan Eric. Ia sempat berpikir untuk menolak karena tidak ingin memusuhi Kerajaan Suci Celestine yang merupakan Kerajaan Netral di Benua ini.
Tapi kenyataannya berbanding terbalik. Eric meminta Chris untuk berpura-pura menghancurkan lantai 1 Dungeon Origin dan memamerkannya kepada Inquisitor. Untuk meningkatkan kepercayaan Inquisitor, Eric juga meminta Chris untuk menangani Elin sebisanya. Saran dari Eric yaitu untuk menyandera Elin atau menyembunyikannya di suatu tempat.
Dengan demikian, Dungeon Origin di lantai 2 hingga lantai 5 dapat selamat serta melepaskan pengawasan Inquisitor pada Dungeon ini selamanya. Itu karena jalan masuk ke lantai bawah tidak terlihat dengan jelas dan berada jauh di ujung.
“Ngomong-ngomong, Inquisitor Leo. Aku berhasil menyelamatkan salah satu bawahanmu.” Ucap Chris sambil menunjukkan Ksatria Suci yang telah diselamatkan dari para monster.
“Tuan Leo!” Teriak Ksatria Suci itu.
“Lucias! Syukurlah bahwa kau selamat! Jika tidak, Pamanku pasti akan menghabisiku.... Sebagai salah satu penerus Keluarga Celestica, kau tak boleh mati disini.” Teriak Leo sambil mendekati Ksatria itu dengan mata yang berbinar-binar. Ia nampak akan menangis kapan saja.
Setelah suasana haru yang singkat, Leo melihat keadaan sekitar di dalam gua monster ini.
Pemandangannya sangat mengerikan. Pasukan Chris yang jumlahnya ribuan bergerak kesana kemari dan membantai semua monster yang ada di pandangan mereka. Tak cukup sampai disitu, mereka juga menghancurkan dan membakar semua bangunan yang ada.
Tapi ini merupakan pemandangan yang indah bagi Leo dan pihak Ksatria Suci. Menghancurkan tempat tinggal monster…. Tak ada yang lebih indah dari ini.
“Raja Salvation, Chris. Aku mengucapkan rasa terimakasihku mewakili seluruh Ksatria yang telah gugur. Jujur saja aku tidak yakin mampu mengalahkan semua monster yang ada disini, tapi tak kusangka bantuan darimu akan datang….” Ucap Leo sambil sedikit menundukkan kepalanya.
“Tenang saja soal itu, Inquisitor Leo. Aku hanya ingin membalaskan dendamku pada Summoner terkutuk itu.” Balas Chris dengan santai.
Mendengar hal itu, Leo yang sejak awal telah melepaskan topengnya tersenyum puas. Ia pun segera duduk di tanah untuk melepaskan rasa lelahnya seharian ini.
Mereka semua menikmati pemandangan pembantaian dan penghancuran monster yang terjadi selama beberapa jam. Hingga seluruh bangunan rata dengan tanah dan semua monster yang ada telah dihabisi.
“Raja Salvation. Sekali lagi aku, mewakili seluruh Ksatria yang ada dan Katredal Suci, mengucapkan terimakasih. Aku akan membalas kebaikanmu di lain waktu.” Ucap Leo.
Melihat Leo dan Lucias melangkahkan kakinya dan bersiap untuk kembali, Chris menawarkan bantuan terakhirnya.
“Jarak antara tempat ini dan Kerajaan Suci Celestine sangatlah jauh. Biarkan temanku membantumu untuk kembali kesana. Alice, tolong antarkan Tuan Inquisitor Leo dan bawahannya Lucias untuk kembali ke Kerajaan Suci Celestine.” Ucap Chris.
“Raja Salvation…. Jika kau terus menerus membantu kami, maka aku tidak tahu bagaimana caraku untuk membalasnya.” Balas Leo.
“Mudah saja, Inquisitor Leo. Kau tidak perlu membalasnya.”
“Kalau begitu… aku akan menerima tawaranmu.”
Pada akhirnya, Leo dan Lucias diantar oleh Alice kembali ke Kerajaannya. Mereka berdua tampak takjub dan terheran-heran melihat kemampuan Alice untuk menggunakan sihir teleportasi. Chris dan Neo yang masih berada di dalam Dungeon Origin bernafas lega.
“Eric… rencanamu untuk menyelamatkan Dungeon Origin telah berhasil dengan baik. Tapi itu semua tak ada gunanya jika skill Dungeon Master milikmu telah dihapus….”
Mereka berdua menyayangkan fakta bahwa Eric harus kehilangan skill legendaris miliknya.
...___________________________________...
...[Sebelum lanjut membaca]...
...[Ada baiknya untuk menekan tombol Like]...
...[Dan juga meninggalkan komentar dalam bentuk apapun]...
...[Tak ada ruginya bagi kalian]...
...[Tapi percayalah, hal sederhana itu yang menyemangatiku untuk terus menulis]...