
“Magic Barrage!” Teriakku sambil mengarahkan Staff of Enigma milikku ke gerombolan Lizardmen dengan sisik kuning itu.
Tubuh mereka telah cukup babak belur setelah aku menghujani mereka dengan puluhan [Ex Magic Missile] sebelumnya.
‘Duaarr! Duuaaarr!! Duuuaaaarrr!!!’
Rentetan peluru sihir 60 tembakan tersebar ke seluruh arah di hadapanku. Ledakan yang terjadi tidak begitu besar. Akan tetapi, damage yang dihasilkan sangat lumayan bagi diriku yang telah kembali ke level 30 ini.
[Anda telah memberikan 7.832 damage!]
[Anda telah memberikan 7.459 damage!]
[Anda telah memberikan …. ]
[Anda telah membunuh Desert Lizardmen!]
[Anda memperoleh 21.342.996 Experience Point!]
[Anda telah naik level!]
[Anda telah naik level!]
[Anda telah …. ]
Rentetan puluhan notifikasi sistem itu terus menerus muncul di hadapanku. Pandanganku bahkan mulai terhalangi karena notifikasi yang muncul terlalu banyak.
Tapi aku cukup senang. Bagaimana lagi, aku hanya membunuh satu dari puluhan Desert Lizardmen yang menyerbuku dan kini aku telah naik level dari level 32 menjadi level 68 dalam sekejap!
“Bagus! Teruslah datang kemari kadal-kadal sialan!” Teriakku dengan suara yang keras kepada monster tak berakal itu.
“Tuanku. Aku menyarankanmu untuk membawa sisik kadal itu. Sisik itu memiliki tingkat kekerasan yang melebihi Obsidian dan kurasa akan sangat baik untuk digunakan sebagai bahan pembuatan Item.” Ucap Cathy dari dalam tubuhku.
Ya, aku telah berasimilasi dengan Cathy tepat sebelum memutuskan untuk berburu di lembah naga gurun ini. Cathy jauh melampaui harapanku karena Ia memiliki kemampuan khusus yang sangat luarbiasa.
[Scanning Eyes]
[Rating : SS]
[Tipe : Trait]
Efek : Memungkinkan pemilik kemampuan ini untuk menganalisa suatu objek dengan teliti. Pemilik dapat mengetahui karakteristik lengkap suatu objek, termasuk kelebihan dan kelemahan objek hingga potensi objek tersebut. Dapat digunakan untuk menganalisa makhluk hidup dengan batasan berupa waktu analisa yang lebih lama.
Kemampuan Cathy ini akan sangat bermanfaat bagiku untuk mencari material-material baru yang jauh lebih kuat dan juga mengangkat penuh potensinya.
‘Haruskah aku memberi Trait baru kepadanya? Akan kupikirkan lagi setelah aku melakukan Ascension setidaknya sebanyak 10 kali.’ Pikirku dalam hati.
Segera setelah itu, aku melanjutkan pertarunganku dengan gerombolan Lizardmen yang ada.
“Amplify! Incineration!!!” Teriakku sambil mengarahkan tongkatku ke depan.
Para Lizardmen yang masih berusaha berdiri setelah menerima rentetan peluru sihir itu tidak mampu bersiap untuk menerima apapun yang akan datang.
Sebuah lingkaran sihir berukuran cukup besar dan berwarna merah itu muncul di atas lingkaran sihir Amplify. Di hadapan lingkaran sihir itu, muncul semburan api berukuran raksasa yang ukuran dan kekuatannya telah meningkat sebanyak 50%.
‘WUUUUUOOOOOSSSHH!!!’
Semburan api itu membakar apapun yang ada di hadapanku. Hasilnya?
[Anda telah memberikan 28.322 damage!]
[Target telah terbakar …. ]
[Anda telah …. ]
Dan begitulah, aku menghabiskan hampir satu hari penuh di dunia ini untuk berburu Desert Lizardmen yang berada di kisaran level 200 itu.
...Desert Dragon Valley...
...Malam Hari...
“Hah…. Aku tak menyangka bahwa hari sudah malam. Mungkin aku perlu memasang Dungeon di tempat ini? Tapi permasalahannya adalah sebagian besar kekayaanku di Ruang Harta di Dungeon Origin telah habis. Sialan, aku tak menyangka bahwa pembangunan Apartement dan Mall itu menghabiskan uang sebanyak ini. Belum lagi Item dari Aamori.”
Aku berbicara pada diriku sendiri sambil duduk dan bersandar pada tebing batuan yang curam itu. Levelku setelah melakukan Leveling selama seharian penuh telah mencapai angka 118. Bukan angka yang buruk menurutku.
Sedangkan Cathy yang kini telah terbebas dari efek Asimilasi nampak berkeliling dan memperhatikan berbagai barang di sekitar tempat ini. Bahkan….
“Hmm…. Pasir ini cukup unik.” Ucapnya sambil mengambil segenggam pasir dan menaburkannya kembali.
Jika saja penampilannya tidak seanggun dan secantik itu, aku yakin semua orang akan menjauhinya sejak pertama melihat tingkahnya yang terbilang cukup aneh.
‘Tunggu…. Bukankah akhir-akhir ini aku selalu memperoleh bawahan yang aneh? Tasmith sudah sembuh dari sikap kasarnya, tapi Lucien masih terus menerus membawa nama kegelapan di setiap ocehannya. Sekarang aku bertemu dengan seorang Vampir pecinta pasir ini? Tunggu!’ Ucapku dalam hati.
Kini terlihat, Cathy yang nampak mulai memakan pasir itu. Dari bibirnya yang pucat dan sangat manis itu muncul sebuah kalimat yang sama sekali tidak sesuai dengan penampilannya.
“Rasanya…. Tidak enak.” Ucap Cathy sambil tersenyum lebar.
‘Tentu saja tidak enak! Apa yang kau harapkan dari pasir?!’ Teriakku dalam hati sambil memelototi tingkah Cathy.
Entah kenapa, aku merasa bahwa aku selalu dikelilingi dengan bawahan yang aneh. Semoga saja, aku takkan tertular dengan keanehan mereka.
“Cathy. Apakah kau sudah selesai dengan keperluanmu?” Tanyaku kepadanya.
“Tentu saja, Tuanku. Aku siap kapan saja.”
“Kalau begitu, mari kita selidiki bangunan aneh yang ada disana. Aku merasakan ada sebuah harta yang terpendam tanpa ada yang mengetahuinya. Bagaimana pun, daerah di padang pasir ini tidak ada yang menjelajahinya karena dipenuhi dengan Barbarian.” Ucapku sambil memandang sebuah bangunan aneh di kejauhan.
Bangunan ini berdiri agak menjorok ke dalam sebuah tebing. Dindingnya nampak sudah hancur sebagian, beberapa pilarnya telah patah, bahkan patung yang entah menggambarkan apa itu telah hancur lebur.
Meski begitu, pintu masuk yang megah di bangunan ini masih berdiri dengan kokoh.
Aku pun mencoba untuk mengotak-atik jendela menu di hadapanku. Tujuannya? Tentu saja untuk memeriksa informasi mengenai bangunan ini. Mungkin saja, tempat ini adalah sebuah Dungeon tersembunyi.
Tapi setelah beberapa menit berlalu….
“Tidak ada informasi apapun?!” Teriakku sambil memelototi bangunan ini.
Cathy yang mendengar perkataanku mulai berbicara.
“Tuanku. Jika dilihat dari batuan ini, maka umur bangunan ini telah mencapai lebih dari sembilan ratus tahun.”
“Se-sembilan ratus tahun?! Yang benar saja?! Bangunan apa ini? Apakah kau bisa mengetahui sesuatu?” Tanyaku dengan panik.
“Ini…. Tidak mungkin?! Tuanku! Kita harus segera pergi dari sini!” Teriak Cathy. Ia dengan segera menarik tubuhku dengan kuat.
“Tunggu! Apa maksudmu dengan itu?!” Tanyaku kebingungan.
Tapi Cathy tak menjawabnya. Ia terus menerus menarik tubuhku dengan kuat dan kini mulai terbang untuk keluar dari lembah ini.
Aku yang tak memahami apapun hanya bisa mengikutinya. Hingga akhirnya setelah kami sampai di permukaan….
“Cathy, aku ingin kau menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Aku tak paham kenapa kau menarikku seperti itu.” Ucapku kepada Cathy yang kini nampak memandang di arah kejauhan.
“Tuanku. Apakah kau mengetahui mitos mengenai Naga Gurun Kuno, Ruderioss?” Tanya Cathy kepadaku tanpa membalikkan badannya untuk menatapku.
“Naga Gurun Kuno, Ruderioss? Apakah maksudmu monster bersisik yang berukuran raksasa dan bersayap itu?” Tanyaku kepada Cathy.
“Yang kumaksud bukanlah Naga biasa yang dapat dikalahkan oleh makhluk seperti kita. Tapi yang kumaksud adalah salah satu dari Naga Kuno, Ruderioss. Ia adalah salah satu makhluk yang paling awal menghuni dunia ini serta mempunyai kekuatan yang setara dengan Dewa dan Dewi.”
Mendengar penjelasan Cathy, aku hanya bisa membelalakkan mataku.