
Padang rumput Milis, sebelah Barat pegunungan Selias, wilayah bekas Kerajaan Rena.
Pemandangannya cukup membosankan.
Rerumputan di segala penjuru. Sesekali nampak pohon yang berdiri sendirian di tengah luasnya padang rumput ini.
Di arah Timur terdapat pegunungan Selias yang membelah wilayah Kerajaan Rena menjadi 2.
Meski pemandangannya membosankan, Eric masih heboh dengan dirinya sendiri.
"Hah?! Kenapa aku bisa menjadi seorang PK?!"
"Sudah kukatakan padamu, Chris lupa memasukkanmu dalam daftar partisipan perang. Selain itu, bukankah itu berarti goblinmu baru saja membunuh player di luar sana?" Jelas Elin.
"Tapi... aku tidak menginginkan semua ini!" Teriakku seraya meraih nama merah di atas kepalaku.
"Tenang saja, aku akan memasukkan insiden ini sebagai tagihan tambahan untuk Chris." Jawab Elin dengan senyuman licik yang tergambar jelas di wajahnya.
'Chris sialan, dia sama sekali tidak memberitahuku soal ini! Aku pasti akan menagih semua ini kau tahu!'
Setelah puas berteriak dalam hati, aku kembali tenang menghadapi pertempuran besar di depanku.
15 ribu prajurit. Jumlah yang sangat mengerikan. Terlebih lagi pertempuran ini terjadi di padang rumput, memberikan Ksatria berkuda mereka keunggulan mutlak.
Menurut hasil pengintaian goblin yang telah kukirim, jumlah pasukan berkuda mereka setidaknya 3 ribu, dengan pemanah sebanyak 3 ribu dan sisanya merupakan prajurit pejalan kaki.
Lalu bagaimana denganku?
40 ribu goblin.
Ya, jumlahnya sudah meningkat sebanyak 4x lipat selama perjalanan 3 hari menuju padang rumput Milis ini.
Penyebabnya sangat sederhana. Elin menghubungi Chris melalui fitur pesan dan meminta lebih banyak lagi full mana potion. Hasilnya Chris mengirimkan 600 full mana potion melalui fitur transaksi. Ya, meskipun akan membangkrutkan keuangan Chris tapi aku tidak peduli lagi. Lagipula siapa yang meninggalkanku sendirian untuk melanjutkan peperangan ini?
Jujur saja, Elin ingin menyembunyikan pasukan goblin ini untuk memberikan serangan dadakan kepada mereka. Akan tetapi karena medan pertempurannya yang sangat tidak mendukung, Elin memutuskan untuk menghadapi mereka secara langsung.
Beberapa saat kemudian muncul notifikasi dihadapanku.
...[Player : Chris telah menambahkan Anda sebagai partisipan dalam peperangan Pemberontakan Guild Salvation melawan Federasi Pedagang!]...
...[Kini Anda tidak akan menerima penalti setelah membunuh pemain lain!]...
'Sialan, sudah telat sekali Chris!'
Nampaknya penyebab dari situasi ini yaitu Elin. Ia dengan segera menghubungi Chris mengenai registrasi partisipan perang untukku dan dirinya sendiri.
Dengan begini, Elin mampu ikut serta dalam pertarungan. Yang jelas kehadirannya akan mampu membalikkan keadaan terpuruk ini.
Saat aku menengok Elin, Ia telah mengubah seluruh Equipment yang Ia kenakan.
Pakaian yang sebelumnya hanyalah baju dengan corak merah dan hitam, kini telah berganti menjadi zirah perak yang tipis namun tetap memberikan pertahanan yang kuat.
Di kedua tangannya terdapat belati berwarna biru yang menyala.
Ya, itulah penampilan Elin ketika serius untuk bertarung. Bagaimanapun juga, Elin merupakan tipe Assassin dengan level 138!
[Crystal Dagger +6]
Rarity : Unique
Atribut :
Attack Power : 1680
Attack Speed : + 65%
Agility : + 20%
Itulah kemampuan belati yang digunakan oleh Elin. Dari segi kekuatan serangan memang tidak terlalu tinggi. Akan tetapi efek lain dari belati ini yang membuat Elin mampu bersinar sebagai Assassin.
Kecepatan serangan tinggi. Peningkatan Agility.
Jika digabungkan dengan kemampuan Elin sebagai pemilik Mana Authority dan Observer, Ia akan menjadi mimpi terburuk bagi siapapun.
Kemampuan untuk melihat kelemahan setiap lawannya.
Ditambah kemampuan untuk meningkatkan kecepatan regenerasi mana miliknya menjadi super cepat atau menguras habis mana milik musuh.
'Aku tak menyangka menghadapi monster seperti Elin, kelompok Chris bahkan memojokkannya secara sepihak.' Itulah yang terlintas di pikiranku.
Setelah semuanya siap, aku membariskan seluruh goblin dengan rapi.
Perlengkapan mereka sangat terbatas karena pertarungan terjadi secara mendadak oleh permintaan Chris. Tapi harapanku aku dapat memenangkan pertempuran ini dengan keunggulanku dalam jumlah.
...***...
"Goblin-goblin sialan! Kenapa jumlah mereka menjadi jauh lebih banyak! Apa yang dilakukan oleh pasukan pengintai!" Teriak Burner melihat situasi ini.
"Mereka hanyalah kumpulan monster rendahan! Di hadapan pasukan berkuda kita, mereka semua akan rata dengan tanah! Persiapkan semua pasukan!"
Dan begitulah, Federasi Pedagang memilih untuk mengambil posisi menyerang.
3 ribu pasukan berkuda dengan zirah berat berbaris dengan rapi. Mereka juga memegang tombak yang sangat panjang. Seluruh badan tombak itu terbuat dari besi tempa yang terlihat sangat kokoh.
Para Player yang berada di pihak Federasi Pedagang merasa ngeri melihat pasukan berkuda itu.
"Ya-yang benar saja! Mereka semua diatas level 60?!" Teriak salah seorang Player.
Ksatria berkuda merupakan pasukan elit dari Federasi Pedagang.
Setelah menerima aba-aba, mereka melaju dengan sangat kencang menyerbu barisan goblin yang jumlahnya mencapai 40 ribu itu.
Seluruh Ksatria nampak sangat percaya diri menghadapi situasi ini. Seakan mereka tidak akan kalah.
Kekalahan mereka di hutan atas sergapan pasukan goblin murni dikarenakan keterbatasan medan pertempuran yang berupa hutan lebat. Selain itu, serangan dari segala arah oleh para goblin itu mempersulit pergerakan para Ksatria berkuda.
Akan tetapi, jika medan pertempurannya adalah padang rumput yang tak memiliki banyak penghalang serta medan yang rata....
Semuanya telah diputuskan pada saat Jendral Burner memberikan aba-aba.
Ratusan, bahkan ribuan goblin mati seketika saat kuda dengan tubuh besar itu menginjak-injak mereka bagaikan sampah. Tombak panjang milik para Ksatria itu menembus tubuh goblin seperti selembar kertas.
Semuanya rata.
Setelah menembus barisan pasukan goblin itu, pasukan Ksatria berkuda itu segera menjauh dari para goblin untuk bersiap akan serangan berikutnya.
Hanya 1 kali serangan.
Menurut Elin, setidaknya 10 ribu goblin telah mati.
Korban di pihak Ksatria berkuda?
Dapat dihitung dengan jari.
Ya, inilah perbedaan kekuatan yang sebenarnya antara prajurit manusia yang terlatih dengan gerombolan goblin yang baru saja dipanggil.
Aku yang melihat kejadian ini merasa sangat ngeri. Kedua bola mataku terbuka lebar seakan tidak mempercayai apa yang terjadi di hadapanku.
"Si-sialan! Bukankah mereka terlalu kuat!" Teriakku pada Elin.
"Meski medan pertempuran yang datar merupakan keunggulan mutlak bagi pasukan berkuda, tapi aku masih tidak menyangka bahwa mereka akan sekuat ini. Kurasa mampu membunuh beberapa diantara mereka sudah termasuk keajaiban di situasi ini." Jelas Elin.
Elin yang dari tadi masih berdiri di sampingku bersama dengan 2 Goblin Warior dan 2 Goblin Shaman terus memperhatikan arus pertempuran ini.
Setelah beberapa saat, Elin membuka kembali mulutnya.
"Kita sudah dipastikan kalah di sini, Eric. Ayo segera mundur." Lanjut Elin dengan tenang.
"Mu-mundur?! Lalu bagaimana dengan para goblin itu?!"
"Mereka akan memberi kita waktu untuk meninggalkan tempat ini. Jika saja Alice masih ada di pihak kita, mungkin hasilnya akan sedikit berbeda."
Alice. Jika saja Ia ada di sini, sihir teleportasinya pasti akan sangat membantu. Tapi percuma saja mengharapkan bantuan dari yang tidak ada.
"Kalian.... Apakah kalian rela untuk bertarung demi diriku?" Tanyaku kepada 4 goblin yang telah berevolusi itu.
Aku mulai menyadari dengan melihat kemampuan pasukan berkuda itu. Kemenangan dalam pertempuran ini sangatlah mustahil.
"Kami akan dengan senang hati mempersembahkan nyawa kami demi Anda, Tuan dan Nona muda." Jawab Goblin Shaman dengan penuh rasa hormat.
"Segeralah meninggalkan tempat ini, Tuanku. Sisanya serahkan pada kami!" Teriak Goblin Warior sambil memukul dadanya yang berotot itu.
"Baiklah jika begitu, terimakasih banyak...."
Aku menjawab dengan tubuh yang lemas. Tak pernah kusangka hasilnya akan menjadi seperti ini.
"Ayo kita segera pergi Eric! Aku melihat setiap Ksatria berkuda itu memiliki level diatas 60. Bahkan jika kau bertanya padaku, aku hanya mampu menangani 20 dari mereka secara bersamaan. Jika lebih, sudah dipastikan aku akan kalah." Jelas Elin.
Mendengar hal itu aku mulai memahami kengerian dari situasi ini dan segera menuruti sarannya.
'Sialan! Sialan! Kenapa jadi seperti ini!'
...___________________________________...
...[Sebelum lanjut membaca]...
...[Ada baiknya untuk menekan tombol Like]...
...[Dan juga meninggalkan komentar dalam bentuk apapun]...
...[Tak ada ruginya bagi kalian]...
...[Tapi percayalah, hal sederhana itu yang menyemangatiku untuk terus menulis]...