
...Pelabuhan Tortuga...
4 Minggu lebih telah berlalu di dunia Re:Life ini.
Aku terus menerus membasmi Sea Serpent setiap harinya bersama dengan Marcus dan bawahannya. Jika dihitung, mungkin aku membunuh setidaknya 12 Sea Serpent setiap harinya.
Bukan jumlah yang mengesankan. Tapi mengingat Health Point mereka yang setidaknya berada di angka 5 juta keatas, itu adalah hal yang hebat.
Jujur saja, aku masih heran bagaimana bisa monster dengan level 200 itu memiliki HP sebesar itu. Mungkin karena memang rasnya? Atau pengaruh ukurannya? Entahlah. Tapi ada satu hal yang pasti.
Aku menjadi lebih ahli dalam membunuh monster di lautan ini. Bahkan….
‘Membangun Dungeon Bawah laut dan memanggil monster berupa Sea Serpent atau yang lainnya…. Sepertinya cukup menarik!’ Pikirku dalam hati sambil tersenyum lebar.
Sedangkan Rendy?
Aku akhirnya menemukan cara untuk membuatnya meninggalkanku dengan tenang. Tidak…. Lebih tepatnya menemukan cara untuk membuatnya sibuk sekaligus menaikkan levelnya terlebih dahulu.
“Masbro! Kau yakin aku boleh ikut serta dalam arena pertarungan ini?!”
Teriakannya sesaat sebelum dia ketagihan bertarung di Arena itu masih teringat jelas di kepalaku.
‘Apapun yang terjadi…. Setidaknya dia bahagia. Lagipula, levelnya masih terlalu rendah untuk ikut serta dalam penaklukan Sea Serpent ini.’ Ucapku dalam hati.
Tapi pada saat aku masih memandangi lautan malam yang indah ini, terdengar sebuah suara yang memanggil namaku. Sebuah suara yang cukup asing di telingaku. Meski begitu, aku segera mengenali sosoknya yang tertutupi jubah itu.
“Yo, Eric…. Sudah lama tak melihatmu.” Ucap Pria berkulit agak gelap itu sambil membuka tudungnya. Rambut hitam panjangnya yang bergerak kesana kemari karena terpaan angin itu hanya memperjelas suatu hal.
‘Sialan, bukankah dia terlihat jauh lebih keren dari yang sebelumnya?!’ Teriakku dalam hati. Tapi aku segera membalas perkataannya.
“Hah…. Kau ini, kenapa menghapusku dari daftar pertemanan? Kenapa kau mencariku melalui mata-mataku? Lalu apa-apaan karung besar di punggungmu itu?” Tanyaku keheranan kepada Aamori.
“Ceritanya akan panjang, apakah kau mau mendengarkannya?” Tanya Aamori sambil tersenyum dengan wajah yang seakan sedikit sedih.
“Tentu saja…. Lagipula, aku sedang sangat santai sekarang.” Ucapku sambil merebahkan badanku di pinggir dermaga ini.
Aamori terlihat meletakkan karung besarnya di samping lalu duduk di sebelahku.
“Kau tahu kekuatanku kan?” Tanya Aamori sebagai kalimat pembuka.
“Pandai besi legendaris kan? Memangnya kenapa?” Tanyaku keheranan sambil sedikit melirik ke arahnya.
“Aku telah membuangnya.” Balas Aamori singkat sambil tersenyum tipis.
‘Hah? Membuangnya? Kenapa? Apa maksudnya itu?’ Tanyaku kaget pada diriku sendiri.
Melihat betapa seriusnya situasi ini, aku segera bangkit dari tidurku dan kembali duduk. Setelah itu, aku segera menanyakan apa maksud sebenarnya dari Aamori.
“Oi…. Kau tidak serius dengan itu kan? Apa maksudnya dengan membuang kemampuan legendarismu? Lagipula, bagaimana caramu membuangnya?” Tanyaku dengan tatapan yang serius.
“Sebenarnya…. Aku telah memiliki Quest ini sejak pertama kali memperoleh skill legendaris itu. Tapi aku membiarkannya saja karena memang Quest itu sama sekali tidak masuk akal.” Ucap Aamori sambil membagikan informasi Quest miliknya kepadaku.
...[Quest Pandai Besi Legendaris]...
...[Ancient Fire Dragon's Invitation]...
...[Rank : SSS]...
...[Misi]...
...Ancient Fire Dragon, Arroth, telah mengundangmu ke kuilnya. Meski begitu, Ia ingin melihat kesungguhanmu dalam undangannya....
...Buktikanlah kesungguhanmu dengan membuang seluruh keterampilanmu hingga saat ini! Carilah peninggalan-peninggalan Arroth yang tersebar di seluruh Benua Tengah ini lalu temukanlah kuil Naga Api Kuno, Arroth!...
...[Konsekuensi Menerima Misi]...
...Kehilangan seluruh skill dan teknik yang selama ini telah dimiliki. Level akan terkunci pada level 1. Seluruh sistem yang diberikan kepada Player akan terkunci kecuali tombol Log Out....
...[Konsekuensi Menolak Misi]...
...Naga Api Kuno, Arroth tidak akan pernah mengundangmu lagi ke kuilnya untuk selamanya. Meski begitu, Ia akan memberikanmu skill legendaris [Fire Dragon Breath] yang akan membantumu dalam melakukan penempaan dan menjadikanmu sebagai legenda terkuat di Benua Tengah....
...[Hadiah Menyelesaikan Misi]...
Aku hanya bisa menganga melihat informasi Quest yang diberikan oleh Aamori. Bagaimana tidak, Ia telah kehilangan seluruh hasil kerja kerasnya selama ini. Tak hanya itu, ia bahkan tak bisa mengakses fitur yang seharusnya dimiliki oleh pemain.
“Jadi itulah kenapa kau tidak bisa menghubungiku dengan fitur pertemanan…. Terlebih lagi, itu adalah semua item milikmu di karung itu?” Tanyaku kepadanya.
Aamori hanya mengangguk secara perlahan.
“Sedangkan alasanku berjalan kemari juga karena untuk mencari petunjuk yang ditinggalkan oleh Arroth. Selanjutnya, aku ingin pergi ke Kerajaan Ilandis untuk mencari petunjuk. Sudah hampir 2 bulan ini aku tidak menemukan apapun. Meski begitu…. Aku sangat menyukai petualangan ini.” Jelas Aamori sambil tersenyum dan memandangi lautan.
Aku terdiam selama beberapa saat setelah mendengarkan penjelasannya. Pada saat itulah, aku menawarkan sedikit bantuanku kepadanya.
“Bagaimana jika aku memberikanmu beberapa vampir atau monster lainnya? Mereka bisa membantumu dan….”
Tapi sebelum aku menyelesaikan perkataanku, Aamori segera memotongnya.
“Tidak perlu, Eric. Aku sangat menikmati perjalanan ini. Lagipula, aku telah memiliki segudang kekayaan yang kini telah dikelola oleh ketiga saudaraku di dunia nyata. Terlebih lagi….” Ucap Aamori sambil membuka karung besarnya itu.
‘Sreett…’
Ia mengangkat sebuah pedang dengan bilah kebiruan yang indah dengan garis merah yang menyala di tengahnya.
“Dengan pedang ini saja…. Aku sudah bisa melindungi diriku sendiri dari apapun. Tak hanya itu….” Ucap Aamori sambil melepaskan jubahnya.
Terlihat sebuah zirah putih mengkilap dengan corak yang indah di balik jubah Aamori.
“Jangan katakan bahwa jubah itu….” Ucapku sambil membuka mataku lebar-lebar.
Aamori hanya tersenyum dan segera membalas.
“Tentu saja. Tingkat legendaris. Hahaha….”
Pada akhirnya, kami berdua melanjutkan pembicaraan ini sepanjang malam. Pertukaran cerita yang kami alami selama bermain di dunia ini…. Sungguh, aku merasa bahwa dia adalah sosok seorang teman yang begitu baik. Bahkan, ini adalah pertama kalinya aku berbicara santai dengannya.
Meski begitu…. Kenapa aku merasa begitu akrab dengannya?
“Hahaha…. Jadi Chris itu menipumu dan menjual item yang dia beli darimu seharga 400.000 koin emas dengan harga 2 juta lebih?”
“Benar sekali hahaha…. Setidaknya, aku telah membalas perlakuannya.”
Tanpa terasa, waktu berlalu begitu cepat.
Matahari mulai terbit yang menandakan akhir dari pertemuan ini.
“Eric, terimakasih banyak telah mendengarkan ceritaku. Kisahmu mengenai Inquisitor itu sungguh menarik.” Ucap Aamori sambil menjabat tanganku.
“Aku juga sangat berterimakasih padamu, Aamori. Kau bahkan rela membawa karung besar ini kemanapun kau pergi untuk menyerahkan pesananku dan Elin.” Balasku sambil tersenyum.
“Tenang saja soal itu, Eric. Sekarang, aku akan melanjutkan perjalananku ke Kerajaan Ilandis. Semoga kita bertemu lagi di lain waktu.”
“Apakah kau yakin tidak butuh bantuan dari monster bawahanku?” Tanyaku sekali lagi.
Tapi Aamori terlihat menggelengkan kepalanya.
Setelah itu, Ia menyerahkan karung besar itu kepadaku. Ia nampak menggantungkan pedang dengan bilah biru itu di pinggangnya serta mengenakan pelindung lengan berwarna hitam keemasan itu.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, Ia nampak berjalan menjauh ke arah salah satu kapal. Setelah beberapa saat berlalu, aku masih tidak bisa memalingkan pandanganku dari Aamori.
Ia terlihat membalikkan badannya dan melambaikan tangannya.
Yang bisa kulakukan saat itu hanyalah membalas salam yang kuanggap sangat sederhana ini.
Akan tetapi….
Aku yang saat itu sama sekali tak menyadarinya.
Tak menyadari bahwa aku baru saja melihat langkah pertama seorang yang rela meninggalkan gelar legendanya….
Seseorang….
Yang akan menjadi mitos di dunia ini.
Mythical yang berada jauh diatas legenda.