
Segera setelah aku menggunakan Dungeon Manifestation, pandangan kami semua berubah. Saat ini kami semua berada di dalam sebuah gua raksasa. Cahaya yang menerangi tempat ini adalah sebuah bulan berwarna merah darah di langit-langit.
Dalam gua ini, terdapat kota dengan gaya bangunan Eropa pada abad pertengahan. Di tengah kota nampak sebuah menara yang cukup tinggi dengan jam di keempat sisinya.
Saat melihat di kejauhan, nampak sebuah dinding yang menjulang tinggi, melindungi sebuah kastil raksasa yang indah. Kastil itu memiliki 3 buah menara.
Penghuni utama tempat ini?
Tentu saja Vampir!
“Buahahahaha! Terimakasih karena kalian sudah repot-repot datang kemari! Tapi maafkan aku karena tak bisa menjamu kalian dengan baik.” Ucapku pada 6 anggota Seven Star dan 500 lebih anggota Golden Dragon.
“Te-tempat macam apa ini?!”
“Apa-apaan ini?”
“Luna! Apa yang kau lakukan! Segera buka portalmu! Kita harus segera pergi dari sini!” Teriak seorang Wanita dengan rambut putih, Evalina.
“Sudah kukatakan aku tidak bisa! Sebuah notifikasi yang menyatakan adanya sihir distorsi ruang mencegahku untuk membuat portal ke dunia luar!” Balas Luna panik sambil terus mengotak-atik jendela menu miliknya.
“Sialan! Apa yang sebenarnya terjadi?! Dimana kita semua?!”
Semua orang nampak kebingungan dan panik menghadapi situasi ini.
Tapi aku tetap tenang. Tidak…. Aku justru sangat bahagia karena mendengar perkataan Luna yang tidak bisa pergi dari Dungeon ini.
Segera setelah kehadiranku di Dungeon semu atau tiruan ini, beberapa petinggi Vampir menghampiriku. Mereka adalah Vampir yang berada di tingkat Baron, atau satu tingkat dibawah Lucien.
Tanpa basa-basi, aku segera menggunakan Skill [Assimilation] milikku untuk menyerap salah seorang petinggi Vampir itu. Dengan segera, rasku berubah menjadi Half Demon Vampir.
Kenapa aku harus melakukannya?
Tentu saja karena Buff yang ada di Dungeon ini.
...[Seluruh Status Anda meningkat sebesar 25% karena merupakan ras Vampir di Dungeon ini!]...
...[Seluruh Status Anda meningkat sebesar 50% oleh efek Eternal Darkness karena merupakan makhluk Nocturnal di Dungeon ini!]...
...[Seluruh Status Anda meningkat sebesar 50% oleh efek Blood Moon karena merupakan ras Vampir di Dungeon ini!]...
...[Seluruh Status Anda meningkat sebesar 50% oleh efek Master of The Dungeon karena Anda berada di dalam Dungeon!]...
Buff yang kuperoleh sangat gila. Tapi aku segera undur diri dari tempat ini. Tujuanku? Tentu saja ke dalam Istana Deus yang kokoh dan aman. Aku tidak sebodoh itu untuk menghadapi mereka secara langsung.
“Lucien! Ikuti aku ke dalam istana! Sedangkan kalian semua! Bunuh semua penyusup ini!”
“Siap, Tuanku!” Balas mereka semua secara bersamaan.
Dengan segera, aku menumbuhkan sayap kelelawar di punggungku dengan menggunakan Skill Ras Vampir yang kuperoleh dari Assimilation. Aku dan Lucien segera terbang untuk meninggalkan tempat ini.
Sedangkan seluruh anggota Seven Star dan Golden Dragon harus menghadapi serangan dari ribuan vampir. Mereka semua muncul dari berbagai arah dan terus menerus melancarkan serangan. Situasi pertarungan nampak begitu ricuh.
Meskipun… aku tidak terlalu memperhatikan pertarungan itu.
Setelah sampai ke dalam Istana, aku disambut oleh seseorang yang sangat kukenal.
“Eric! Apa yang terjadi?! Siapa mereka?!” Ucap Deus dengan wajah yang panik.
Tapi aku tidak terlalu cemas. Bagaimana pun, Deus yang ada di Dungeon ini merupakan tiruan dari Deus yang sebenarnya. Dengan kata lain, meskipun Deus ini mati sekalipun itu takkan mempengaruhi Deus yang asli.
Tentu saja, aku tidak sedingin itu dan menggunakannya sebagai pionku. Deus tetaplah salah satu sahabat terbaikku di dalam Dungeon. Meskipun hanya tiruan, aku akan memperlakukannya sebaik mungkin.
“Tenang saja, Deus. Hanya terdapat penyusup di tempat ini. Aku sudah mengirimkan para Vampir untuk menyerang mereka.” Jelasku pada Deus.
Liz yang ada di sampingnya nampak sedikit kesal dengan situasi ini.
“Penyusup? Bagaimana mungkin? Maafkan aku, Yang Mulia. Tapi bolehkan aku membasmi mereka semua?” Tanya Liz kepada Deus.
“Aku mengijinkanmu! Habisi mereka semua! Ah! Bawa para bangsawan bersamamu!” Balas Deus.
“Terimakasih.”
Liz segera pergi bersama dengan 9 bangsawan yang ada di ruangan ini. Mereka semua berada pada tingkat Earl atau setara dengan Lucien. Meski begitu, mereka masih berada di tingkat Epic.
Setelah itu, aku duduk santai di dalam ruang tahta milik Deus sambil meminum teh kesukaanku. Tentu saja, aku menghabiskan waktu dengan mengobrol santai bersama Deus dan Lucien.
Aku berencana untuk menunggu mereka dihabisi terlebih dahulu oleh para Vampir. Jika mereka bisa menembus masuk ke Istana, maka aku akan menghadapi mereka semua yang selamat di sini. Bagaimana pun, Buff Dungeon milik Deus juga terdapat dalam istana ini.
...[Meningkatkan Defense seluruh Vampir sebesar 100% selama berada di dalam Istana!]...
Tentu saja aku akan memanfaatkannya semaksimal mungkin.
Sambil bersantai, aku mencoba untuk melihat status milikku.
[Eric]
[Ras : Half Demon – Human/Vampire]
[Level : 117]
Health Point : 241.223
Mana Point : 527.112
Stamina Point : 32.175
Attack Power : 4.218
Magic Power : 30.893
Defense : 10.779 (+ 100%)
[Status]
STR : 3.218 (+ 175%)
INT : 8.848 (+ 588%)
VIT : 5.019 (+ 258%)
STA : 2.574 (+ 175%)
DEX : 1.287 (+ 175%)
[Growth Point]
STR : 10
AGI : 7
INT : 11
VIT : 12
STA : 8
DEX : 4
Total Growth Point : 52
“Hmm…. Tak kusangka bahwa statusku dapat mencapai angka ini. Sungguh Buff yang luarbiasa dari Dungeon ini! Tapi….” Ucapku pada diriku sendiri setelah melihat jendela status itu.
Lucien dan Deus masih nampak menikmati minuman mereka. Tanpa menunggu lebih lama lagi, aku berencana untuk menyembuhkan lengan Lucien.
"Lucien, jika kau membiarkannya begitu saja.... Berapa lama lenganmu akan tumbuh kembali?" Tanyaku sambil meneguk cangkir teh.
"Jika lukanya sedalam ini.... Kemungkinan 2 hari, Tuanku." Balas Lucien santai. Tentu saja sambil meneguk minumannya.
"Terlalu lama. Ex-Healing! Ex-Recovery!" Ucapku sambil mengarahkan lengan kiriku ke Lucien.
[Ex] Merupakan imbuhan pada suatu Skill yang memiliki tingkatan jauh lebih tinggi daripada versi aslinya.
Cara untuk memperolehnya yaitu dengan membaca buku tingkat Unique bernama [Magic Enhancement]. Setelah membacanya, pengguna dapat memilih skill untuk ditingkatkan.
Tentu saja menggunakan buku ini tak semudah itu. Pasalnya harga tiap buku [Magic Enhancement] sebesar 40.000 koin emas! Benar-benar harga yang fantastis bagi player biasa.
Tapi bagiku? Bagi Dungeon Origin? Itu hanyalah penghasilan selama satu minggu waktu dunia game saja. Tentu saja penyumbang terbesarnya adalah Tasmith.
"Tuanku...." Ucap Lucien setelah mendengar perkataanku.
Seketika, cahaya berwarna hijau dan putih keemasan yang indah menyelimuti tubuh Lucien. Atau lebih tepatnya... menyelimuti lengan kiri Lucien yang telah terpotong.
Segera setelah itu, lengan Lucien tumbuh secara perlahan.
Hanya dalam 10 detik Casting Time dan 15 detik Activation Time, lengan Lucien yang hilang telah kembali seperti semula. Hanya saja bagian pakaiannya tidak ikut kembali.
"Terimakasih banyak, Tuanku...." Ucap Lucien sambil menundukkan kepalanya.
"Tenang saja, lagipula...."
Belum sempat menyelesaikan perkataanku, terdengar langkah kaki dari beberapa orang.
'Tap! Tap! Tap!'
Semuanya memiliki kesamaan dalam langkahnya. Yaitu mereka melangkah dari sebuah lingkaran portal.
Jumlah orang yang datang sebanyak 5 orang.
Tapi sayangnya aku hanya mengenali 3 orang diantaranya.
...[Luna]...
...[Grund]...
...[Evalina]...
Sedangkan dua orang sisanya merupakan Pria dengan badan yang cukup besar. Keduanya memiliki mata yang cukup sipit. Salah satunya nampak sudah menginjak usia 40 tahunan keatas.
...[Liu Ying]...
...[Jian Di]...
Kedua nama itu terlukis dengan jelas di atas kepala mereka dengan warna merah.
"Eric! Cepat katakan rahasiamu dalam menaikkan level atau kami akan membunuhmu berkali-kali!" Teriak Evalina dengan lantang sambil menodongkan pedang besarnya.
Tapi aku hanya berdiri dari tempat dudukku dengan santai. Bahkan aku masih memegangi cangkirku yang indah dengan tangan kananku.
'Sluuurrp....'
"Ah.... Segar sekali rasanya minum teh hangat. Apakah kalian mau?" Tanyaku setelah menyeruput teh hangat itu.
Tapi dalam sekejap, sebuah bilah pedang berukuran besar telah dihunuskan ke arah dadaku.
'Klaaaaang!!!'
Sayangnya, pedang Evalina tidak mampu menembus Obsidian Armor milikku. Tentu saja, itu semua karena status Defense milikku yang gila.
Sedangkan notifikasi yang muncul di hadapanku hanya membuatku ingin tertawa.
[Anda telah menerima 57 damage!]
"Buahahahaha! Silahkan saja! Cobalah bunuh aku disini jika memang kalian bisa!" Teriakku sambil bersiap untuk menghabiskan tehku.
Sedangkan Deus dan Lucien? Mereka masih duduk santai menikmati minuman mereka.
Tentu saja, rasa percaya diri itu muncul bukan tanpa alasan.
Tapi karena memang tak ada kesempatan bagi para penyusup untuk menang melawanku, Deus dan Lucien di tempat ini.