The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 275 - Kebangkitan


...[%2nOb?? !!q^14,);19oOG ?! rSS? sTqq N1)52&&81n bIDqlI!? @?vy2//\=9H2m0!]...


Pada tanggal 6 Agustus 2074, malam hari. Muncul sebuah notifikasi yang sepertinya merupakan Error dari sistem Genesis.


Seluruh Player yang melihat notifikasi itu terheran-heran bukan main. Itu semua karena mereka sama sekali tak bisa memahami apa yang dimaksud dalam notifikasi itu.


Kehebohan pun terjadi di seluruh dunia dengan berbagai orang yang mengaku sebagai 'Ahli' mengutarakan pendapat mereka. Semua orang beramai-ramai mengunggah pendapat mereka di dalam platform video terbesar di dunia, MeTube.


"Kemunculan notifikasi sistem yang error ini menunjukkan bahwa Genesis sudah rusak! Semua orang segeralah pensiun dari game Re:Life lalu bersiaplah untuk bermain game Full Dive VR kedua yang akan muncul beberapa tahun lagi!" Teriak seorang Pria yang cukup gendut dengan wajah yang dipenuhi jerawat itu.


Meski perkataannya begitu sensasional, apa yang Ia peroleh di kolom komentar sangatlah negatif.


Tanpa memungkiri komentar negatif yang Ia peroleh, Channelnya justru meledak dipenuhi orang yang bersiap menghujatnya dan justru memberikan orang itu banyak sekali keuntungan.


Selain Pria itu, seorang MeTuber terkenal dari Asia dengan nama channel [BunnyBunny] itu mengutarakan hal yang tak hanya sensasional tapi juga sangat logis. Semua itu Ia utarakan dalam sebuah Live Streaming.


"Apakah kalian ingat kapan saja notifikasi yang diberikan kepada seluruh pemain itu muncul? Yap! Notifikasi seperti ini hanya muncul apabila terjadi suatu hal yang sangat besar seperti pembacaan buku kuno, class legendaris yang diperoleh Angie, dan juga...."


Wanita yang mengenakan kostum kelinci berwarna putih dan pink itu mulai menjeda perkataannya. Sebuah kostum yang cukup imut dimana menutupi seluruh tubuh wanita itu kecuali wajahnya.


Beberapa penonton yang tidak sabaran mulai mengetikkan pendapat mereka di kolom komentar, berharap bahwa jawaban mereka benar dan memperoleh respon dari BunnyBunny.


"Fumu fumu.... Menarik! Jawaban kalian semua menarik tapi sayang sekali tidak ada yang benar!" Teriak BunnyBunny dengan wajah yang sangat ceria itu.


Tapi seketika...


"Ah! Ada yang menjawabnya dengan benar!"


Semua orang mulai bespekulasi mengenai siapa sosok yang berhasil menjawab tebakan BunnyBunny dengan benar itu.


"Selamat kepada user ID [Leaf Ninja] karena telah menjawab benar! Aku akan mengirimkan hadiahnya padamu nanti! Sekarang, mari kita bahas!"


BunnyBunny menjeda perkataannya selama beberapa detik sebelum melanjutkannya.


"Penyebab lain dari notifikasi itu adalah.... Jeng jeng jeng! Kedatangan Raja Iblis beberapa tahun yang lalu di wilayah bekas Kerajaan Rena!"


Pikiran semua orang pun mulai menjadi liar setelah mendengar hal itu.


Apakah Raja Iblis akan kembali muncul di dunia ini? Ataukah semua perkataan BunnyBunny hanyalah omong kosong demi meraih banyak Views?


Semuanya diserahkan kepada penonton untuk berimajinasi sambil melihat tingkah imut BunnyBunny.


...***...


...Amerika Serikat...


...Ruang Developer...


"Profesor Frederrick. Kejadian ini...." Ucap seorang wanita berambut pirang dengan kacamata yang membawa tablet cukup besar itu.


Frederrick hanya terdiam memandangi layar hologram yang ada di hadapannya sambil memperlihatkan rasa ketidakpercayaannya.


"Ini seharusnya mustahil.... Apakah kecerdasan mereka berevolusi? Atau ini hanyalah sebuah kebetulan? Tidak, seharusnya hal ini tidak bisa terjadi." Ucap Frederrick pada dirinya sendiri.


Di layar yang ada di hadapannya, terlihat ada 8 buah panel yang menunjukkan video yang berbeda.


8 video itu merupakan pemutaran ulang rekaman dunia Re:Life yang disimpan oleh superkomputer Genesis.


Pada layar pertama terlihat sosok seorang Pria dengan tubuh yang dipenuhi tanda menyerupai tato berwarna hitam itu sedang berbicara kepada seorang wanita dengan tubuh bersisik, bersayap serta memiliki ekor.


Pria itu terlihat tersenyum sangat lebar sambil memberikan sebuah buku kepadanya.


Dengan senyumannya yang terlihat sangat jahat dan keji itu, Ia berkata.


"Lemparlah buku ini ke dunia manusia dengan cara apapun. Seseorang yang cukup bodoh akan tergoda dengan kekuatan ini apabila menemukannya. Hingga suatu hari nanti, orang yang memiliki buku ini akan mengumpulkan sebagian besar kekuatan dan pada akhirnya memanggil para iblis.


Pada saat itulah, kau harus menerima panggilan darinya dan membujuk siapapun itu untuk membangkitkan diriku secara sempurna di dunia manusia. Sebuah kebangkitan yang sama sekali tak boleh diketahui siapapun termasuk para dewa." Jelas Pria itu.


Mendengar permintaan yang hampir mustahil itu, wanita yang tak lain adalah Lilith itu sama sekali tak ragu untuk menerimanya. Tapi ada sebuah pertanyaan yang mengganjal hatinya.


"Tuanku, mengapa melemparkan kekuatan sebesar ini kepada manusia? Bukankah sebaiknya menggunakan kekuatan buku ini...."


Tapi iblis pria yang ada di hadapannya segera memotong perkataan wanita itu dengan suara yang lembut.


"Celah dunia yang menghubungkan dunia iblis dengan dunia manusia dijaga dengan sangat kuat oleh 6 pahlawan yang mewakili setiap ras. Melewati mereka sangatlah mustahil meskipun dengan menggabungkan seluruh kekuatan para raja iblis kuno. Tapi bangkit secara diam-diam ke dunia manusia sangatlah dimungkinkan."


"Lalu bagaimana caranya melewati mata para Dewa dan Dewi itu?" Tanya Lilith sekali lagi.


Iblis itu pun kembali duduk di singgasananya yang dihiasi tulang dari berbagai jenis makhluk hidup.


"Seorang Dwarf pernah membuat sebuah boneka yang bisa menampung kekuatan apapun. Tapi sayangnya Ia mati sesaat setelah menyelesaikan benda itu. Hingga akhirnya benda sehebat itu jatuh ke tangan manusia yang tak memahaminya dan hanya menjadikannya sebagai hiasan di museum.


Ambil lah boneka kayu itu. Itulah jembatan utama diriku untuk pergi ke dunia manusia tanpa diketahui siapapun. Lalu jika memungkinkan, perkuatlah kebangkitanku di sana dengan beberapa Relik para Dewa dan Dewi. Tak perlu semuanya karena nanti aku akan mengambil sisanya sendiri."


Lilith yang mendengar penjelasan dari Tuannya hanya bisa terkagum-kagum atas semua itu. Akhirnya, Lilith melempar buku kuno [Necromancer] yang ditulis oleh Undead King Igvirueg. Salah seorang Raja Iblis yang dibunuh oleh Iblis yang dilayani oleh Lilith itu.


Ialah salah seorang Raja Iblis Kuno yang paling keji dan yang paling berbahaya di dunia Iblis.


Satu-satunya Raja Iblis yang layak untuk menyandang gelar Sang Pembawa Kehancuran.


"Dengan senang hati akan ku laksanakan perintahmu, Tuanku."


"Abaddon. Aku akan memberikanmu hak untuk memanggil namaku yang agung itu, Lilith. Jika kau menyelesaikan tugas ini, aku akan mengabulkan semua permintaanmu."


Sejak saat itu, Lilith menyamar dan menyelinap melalui celah dunia yang ada untuk melemparkan buku kuno [Necromancer] ke dunia manusia.


Ratusan tahun berlalu hingga akhirnya dunia manusia pun dibuka untuk para Player.


Buku Kuno [Necromancer] yang telah berpindah tangan berkali-kali itu pada akhirnya jatuh ke tangan Evan. Dan sesuai dengan rencananya, saat ini Abaddon telah bangkit.


Tak hanya itu, Ia bukan lagi seorang Iblis yang lemah akan kekuatan cahaya. Itu semua karena dua buah Artifak tingkat surgawi [Life Stone] dan juga [Soul Stone] yang dibawa oleh Lilith.


Saat ini, Lilith dan 5 Iblis yang bersamanya sedang melakukan ritual untuk menyalurkan kekuatan suci dari dua buah artifak itu ke dalam boneka kayu yang berisi Abaddon itu.


Pada kenyataannya, kekuatan suci dari dua artifak itu seharusnya bisa menyakiti bahkan membunuh seorang Raja Iblis. Tapi berkat dirinya yang memiliki tubuh berupa boneka kayu yang kosong itu, membuat Abaddon bisa memperoleh hal yang seharusnya mustahil dicapai. Yaitu menyerap kekuatan suci dari para Dewi.


Dua buah Artifak itu seakan terserap energinya sedikit demi sedikit ke dalam boneka kayu itu. Lilith dan juga lima iblis lainnya pun terus melanjutkan ritualnya demi terus menerus membangkitkan Abaddon.


Dengan menggunakan dua buah artifak itu, Raja Iblis Abaddon tak hanya bangkit secara sempurna tanpa diketahui oleh siapapun.


Tapi Ia juga memperoleh atribut suci yang menjadikannya satu-satunya Raja Iblis yang memiliki atribut kegelapan dan atribut suci.


Satu-satunya Iblis yang layak menyandang gelar Heavenly Demon karena memiliki dua atribut itu.


Ditambah lagi....


'Tap! Tap! Tap!'


Boneka kayu yang lambat laun hancur itu memperlihatkan sosok seorang Pria dengan wajah yang cukup menawan dan dihiasi tato berbentuk alur yang cukup aneh.


Rambutnya yang hitam dan cukup panjang itu menyentuh hingga ke sayap iblisnya. Ekornya yang jauh lebih tajam daripada pedang apapun itu mulai menghancurkan boneka kayu yang menjadi wadahnya itu.


'Kletak! Kraaak!'


Hingga akhirnya, Ia berhenti tepat di hadapan seorang Pria berambut putih dan bermata merah.


"Kau sudah bekerja dengan sangat bagus. Sekarang saatnya mengembalikan kekuatan itu kepada pemilik yang seharusnya." Ucap Abaddon kepada Evan yang hanya bisa diam ketakutan itu.


[Greedy Eyes] milik Evan menunjukkan bahwa orang yang di hadapannya bukanlah tandingan siapapun di dunia ini.


Evan juga menyadari bahwa jika dirinya menentang sedikitpun perkataan dari Abaddon, bisa dipastikan bahwa dirinya akan mati dan selamanya tak bisa lagi kembali ke dunia ini.


Maka dari itu... diam hanyalah satu-satunya hal yang bisa dilakukannya.


"Bagus-bagus.... Tenang saja. Aku akan mengampuni nyawamu itu, manusia." Ucap Abaddon sambil meletakkan tangan kanannya di kepala Evan.


Seketika notifikasi yang menjijikkan pun terlihat di hadapan Evan.


...[?*1jfFtkQ!? telah berusaha untuk mengambil seluruh kekuatan Anda!]...


...[Perbedaan level yang begitu besar membuat Anda tak bisa melakukan apapun!]...


...[Seluruh Status Point dan juga Growth Point Anda telah diambil!]...


...[Level Anda telah di reset ke Level 1!]...


...[Seluruh Skill Anda telah diambil!]...


...[Seluruh keahlian Anda telah diambil!]...


...[Seluruh Keahlian Anda telah di reset ke level pemula!]...


...[Ras Anda telah kembali ke manusia!]...


...[Anda telah kehilangan keabadian Anda!]...


Melihat semua itu, Evan hanya bisa merinding ketakutan atas kekuatan absolut yang ada di hadapannya.


'Jangan bercanda.... Level 1.158?! Iblis itu?! Apa yang baru saja ku lakukan?! Lupakan soal menguasai dunia, bukankah dunia ini akan hancur segera setelah ini?!' Pikir Evan ketakutan dalam hatinya.


"Bagus. Sekarang kau boleh pergi, manusia. Aku sarankan segeralah pergi sebelum aku berubah pikiran dan malah membunuhmu." Ucap Abaddon sambil berjalan kembali ke arah para Iblis bawahannya itu.


Tanpa ragu, Evan segera pergi dari istana kematian yang dulu adalah miliknya itu.


Dalam perjalanan, Evan melihat semua Undead dan Skeleton mulai hancur dan berubah menjadi debu.


Tujuannya saat ini hanya ada satu.


'Aku harus meminta bantuan Eric! Semoga saja Eric mau mendengarkan hal ini dan mengatasinya sebelum semua terlambat! Aku yakin jika dirinya pasti bisa melakukan sesuatu soal ini!' Pikir Evan dalam hati sambil mempercepat langkahnya.


Di dalam Istana Kematian yang kini telah diambil alih oleh Abaddon itu....


"Tuanku, apakah kau yakin membiarkan manusia itu pergi? Bagaimana jika dia memanggil bantuan?" Tanya Lilith dengan wajah yang cukup khawatir.


"Hmm? Bantuan? Meskipun aku belum memperoleh seluruh kekuatanku kembali, diriku yang saat ini bahkan bisa menyaingi Dewi Celestine yang dipuja-puja oleh manusia ini untuk beberapa saat. Melawan para Dewa dan Dewi tanpa pengikut, ataupun Penjaga yang disebut sebagai Pahlawan itu bukanlah masalah bagiku. Biarkan saja dia hidup." Balas Abaddon dengan nada yang sangat angkuh itu.


Lilith hanya bisa menunduk dan mengikuti perkataan Tuannya.


Setelah beberapa saat berlalu....


"Tuanku, seluruh persiapan yang Anda minta telah selesai." Ucap seorang wanita Vampir bernama Damlea itu.


"Bagus. Sekarang, bisakah kita mulai memanen jiwa manusia dengan menyebarkan tanah kematian ini ke seluruh dunia?"


Dengan senyuman yang terlihat begitu keji itu, Abaddon mulai menggunakan salah satu skill tingkat tertinggi yang ada di dalam dunia itu.


...[Death Plague]...


Sebuah skill tingkat ******Apocalypse****** yang bahkan bisa mengatur ulang tatanan dunia ini.