The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 80 - Ascension


Dalam sekejap, aku telah kembali ke Dungeon Origin di lantai 2. Seperti biasa, Alice segera pergi untuk melakukan penjemputan yang lain. Sungguh, dia benar-benar memenuhi tugasnya sebagai seorang Teleporter.


“Kalau begitu, sampai jumpa lagi Eric. Karena kau menawariku, aku akan meminta 1.000 koin emas lain waktu jika kita bertemu kembali.” Itulah kata-kata terakhir Alice sebelum menghilang di balik cahaya biru sihirnya.


Sekarang aku mulai bernafas lega. Aku sangat senang karena dapat kembali ke Dunia Manusia secepat ini. Meskipun sebenarnya aku agak menyesal karena EXP yang kuperoleh di dunia itu sangatlah banyak. Tapi itu hanyalah masalah kecil. Sekarang….


“Jelaskan padaku siapa dua Wanita itu, Eric?!” Teriak Elin sambil memasang ekspresi marah. Entah apa yang dia pikirkan.


“Uh… baiklah. Dia bernama Asmodeus, biasa kupanggil Deus. Sedangkan dia bernama Elizabeth, biasa dipanggil Liz.” Jelasku singkat sambil memperkenalkan mereka berdua kepada Elin.


Tak hanya itu, aku juga mengenalkan mereka kepada beberapa petinggi termasuk Oliver.


“Senang berkenalan dengan kalian semua. Aku mohon kerjasamanya.” Ucap Deus dengan anggun sambil mengangkat sedikit gaunnya dan menyilangkan kakinya seperti seorang bangsawan.


Sedangkan Liz hanya terdiam dan mengikuti Deus kemanapun dia pergi.


“Jadi, Eric! Kapan kau akan membangun Dungeon untukku dan Liz?” Tanya Deus dengan penuh semangat seperti biasanya.


“Baiklah, aku akan membangunkan wilayah khusus di sebelah lantai 5 Dungeon Origin untuk kalian berdua.” Balasku singkat.


Deus nampak kegirangan mendengar hal itu. Mungkin karena Ia telah menjadi perburuan dalam waktu yang sangat lama? Entahlah, yang jelas pada akhirnya mereka berdua kini dapat hidup dengan tenang sambil menunggu kekuatan Deus kembali.


“Terimakasih, Eric! Sebagai rasa terimakasihku, aku akan meminjamkan kedua Skill itu untukmu hingga aku bangkit! Sebagai gantinya lindungilah aku!” Ucapnya sambil mengikutiku dari belakang.


Aku tentu saja segera mengiyakan karena dua skill yang diberikan oleh Deus sangatlah luarbiasa.


Kami berempat pergi menggunakan lingkaran sihir teleportasi di lantai dua untuk menuju ke lantai 5 dengan segera.


Setelah itu aku membawa Deus dan Liz ke rumah terbaik di lantai 5. Aku menyarankan mereka untuk tinggal disana selama beberapa saat hingga pembangunan Dungeon milik mereka selesai. Mereka berdua menerimanya dengan baik. Aku pun ikut senang dengan hal itu.


Elin juga nampak senang karena kini Dungeon Origin memperoleh penghuni baru. Ras Vampir yang sangat kuat! Bahkan aku juga mampu memulai pemanggilan Vampir. Tapi aku akan menunggunya hingga Dungeon baru yang khusus untuk para Vampir itu selesai.


Desainnya sangat sederhana. Aku menggunakan kastil tempat kami bertemu dengan Elizabeth sebagai referensi.


Aku meminta para Goblin pekerja untuk menggali dan membuat ruangan yang sangat besar. Di tengah ruangan itu akan didirikan kastil dan perumahan di luar dindingnya. Sungguh sangat indah di bayanganku.


Tentu saja para pekerja dengan senang hati menerima pekerjaan ini. Itu semua karena sekarang mereka bekerja dan memperoleh imbalan selain makanan yaitu uang! Mereka dapat menggunakannya untuk melakukan pertukaran dengan semua yang ada di Dungeon ini.


...***...


Beberapa minggu telah berlalu….


Pembangunan Dungeon milik Vampir itu berjalan dengan cukup lancar.


Kini setelah semuanya sudah kembali tenang dan damai, aku mencoba untuk menggunakan skill [Ascension] yang telah dipinjamkan oleh Deus kepadaku. Kepada siapa? Untuk penggunaan yang pertama ini, aku memilih Tasmith sebagai objek percobaan.


Itu semua karena Tasmith merupakan salah satu Individu terpenting di dalam Dungeon ini. Kemampuannya untuk menghasilkan item tingkat tinggi sangatlah luarbiasa. Tentu saja aku harus memupuk bakatnya.


“Jadi apakah kalian berdua akan ikut?” Tanyaku kepada Deus dan Liz yang saat ini masih bersantai di rumah sementara mereka.


“Baiklah. Lagipula kami berdua sudah cukup banyak beristirahat. Aku juga ingin melihat sosok seekor Kobold yang menjadi pandai besi itu, Eric.” Jawab Deus sambil tersenyum dan menyilangkan kedua lengannya.


Seperti biasa, Liz hanya terdiam dan mengikuti Deus kemanapun Ia pergi. Meskipun Deus telah meyakinkannya berkali-kali bahwa dirinya bukan lagi Ratu yang harus dihormati, tapi tetap saja Liz bersikap kaku seperti itu.


Aku, Liz dan Deus segera pergi ke toko baru milik Tasmith. Itu karena toko miliknya yang ada di lantai 1 telah lama hancur. Meskipun semua karyanya masih utuh, tapi tetap saja itu merupakan kerugian yang cukup besar.


Di depan toko itu, Elin dan Rina sudah menanti kedatangan kami bertiga. Nampaknya adikku cukup akrab dengan Elin. Meskipun dia hanya bermain-main saja disini. Tapi bukankah itu tujuan dari game ini?


Tasmith yang kini berada di depan toko masih mengenakan kacamata pengrajin miliknya. Bahkan di tangan kanannya masih memegang peralatan pahat.


“Kenapa kau menggangguku saat masih sibuk bekerja, Eric? Kau tahu kan aku….” Ucap Tasmith dengan nada kesal.


“Sudah diamlah. Aku hanya ingin memberimu sedikit hadiah atas kerja kerasmu.” Ucapku memotong perkataan Tasmith. Dengan segera aku menggunakan skill [Ascension].


Sebuah cahaya keemasan muncul mengelilingi Tasmith diikuti dengan 3 buah bola cahaya yang berwarna kuning. Sungguh pemandangan yang sangat indah.


Di hadapanku muncul notifikasi yang menanyakan mengenai peningkatan yang ingin kulakukan pada Tasmith. Aku pun memilih pemberian Trait. Harga untuk melakukannya yaitu sebesar 150 level.


Karena Tasmith masih berada di level 122 maka aku memutuskan untuk menggunakan levelku sebagai pembayaran. Memang hanya sebentar aku berada di dunia bawah, tapi levelku melejit dengan cepat saat melawan Dark Elf selama beberapa hari. Kini aku telah berada pada level 203!


...[Deskripsikan Trait yang Anda inginkan!]...


‘Huh? Deskripsikan? Kupikir aku hanya dapat memilih dari pilihan yang disediakan.’ Pikirku dalam hati setelah muncul notifikasi sistem. Dengan segera aku menanyakan hal ini pada Tasmith.


“Hei, Tasmith. Bakat seperti apa yang kau inginkan? Aku tidak bisa menjamin apakah akan sesuai dengan keinginanmu tapi setidaknya aku dapat mencobanya.” Tanyaku dengan sikap santai pada Tasmith.


“Kau…. Apa kau serius, Eric? Baiklah jika kau memaksa. Jika diperbolehkan, aku ingin sesuatu yang berhubungan dengan permata.” Balasnya dengan sinis seperti biasa.


...[Memproses Informasi….]...


...[ …. ]...


...[Trait yang cocok telah ditemukan!]...


...[Gemologist]...


...[Rank : SS]...


...Seorang ahli permata yang mampu mengenali, memahami dan mengeluarkan seluruh potensi permata yang ada di hadapannya....


...Efek : Meningkatkan kemampuan pengolahan permata sebesar 150% dan potensi permata sebesar 75%. Meningkatkan kualitas atribut Item yang menggunakan permata sebesar 40%....


...[Apakah Anda yakin akan memilih Trait ini?]...


...[Ya] [Tidak]...


“Gi-gila!” Teriakku pada diriku sendiri setelah melihat notifikasi sistem di hadapanku. Bukankah Trait ini sangat kuat? Jika Tasmith dapat mengeluarkan potensi dari seluruh permata yang dikerjakannya, maka Item buatannya akan menjadi semakin kuat!


Meskipun aku harus mengorbankan 150 level milikku dan hasilnya aku akan kembali ke level 53. Tapi aku yakin penggunaan skill [Ascension] ini sangatlah tepat!


“Baiklah. Aku yakin dengan Trait ini!” Teriakku kepada jendela menu yang ada di hadapanku sambil menekan tombol [Ya].


Seketika, seluruh cahaya yang mengelilingi tubuh Tasmith bergerak dengan sangat cepat. 3 buah bola cahaya berwarna kuning itu segera masuk ke dalam tubuh Tasmith. Kemudian muncul notifikasi berikutnya yang menandakan [Ascension] telah berhasil.


...[Selamat!]...


...[Ascension telah berhasil!]...


...[Individu target telah memperoleh Trait Gemologist!]...


Aku yang melihat notifikasi itu sangatlah senang. Dengan begini, Tasmith dapat menghasilkan kerajinan permata yang lebih bagus lagi. Secara tidak langsung, hal itu juga akan mendukung keuangan di dalam Dungeon Origin ini. Tapi ada satu hal yang luput dari perhatianku.


“Terimakasih…. Tuanku….” Ucap Tasmith dengan suara yang sangat lirih sambil mengalirkan air mata. Ia nampak terus menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan hal itu.


“Hmm…. Skill ini sangat berguna! Sekali lagi terimakasih banyak, Deus! Kau telah meminjamkan skill yang luarbiasa ini untukku!” Ucapku setelah melihat hasilnya.


“Tenang saja, Eric! Jika kau memiliki banyak bawahan yang kuat itu juga berarti Aliansi yang kuat bagiku!” Balas Deus dengan senyuman yang lebar sambil menyilangkan kedua lengannya.


Sedangkan Liz? Dia masih terdiam seperti biasa.


“Selamat Eric! Kau berhasil membuat ladang ua… maksudku membuat Tasmith menjadi semakin kuat!” Teriak Elin kegirangan melihat Trait tingkat SS yang kini dimiliki Tasmith.


“Selamat, Kak. Meskipun sedikit disayangkan karena Kakak kehilangan sebagian levelnya.” Ucap Rina


“Sungguh luarbiasa! Hidup Tuan Eric!!!” Teriak Oliver kegirangan yang entah muncul darimana. Padahal aku sama sekali tidak mengajaknya kemari.


“Baiklah, sekarang segeralah kembali ke tempat kalian masing-masing. Aku ingin mengamati pengembangan Dungeon baru milik para Vampir. Oliver, mumpung kau disini temani aku.” Perintahku kepada semua orang yang ada disini.


Semuanya segera kembali ke tempat masing-masing. Elin dan Rina segera pergi entah kemana. Deus dan Oliver mengikutiku untuk melihat perkembangan pembangunan Dungeon baru.


Sedangkan Tasmith?


Dia masih berlutut dan menundukkan kepalanya. Seakan dia tak bisa mempercayai semua ini. Terlahir sebagai seseorang tanpa bakat, tapi kini…. Ia mampu memilih sendiri bakat yang dia inginkan. Bukankah tak ada lagi hadiah yang lebih besar dari ini baginya?


“Jadi… namamu Tasmith? Senang berkenalan denganmu.” Ucap seorang Wanita dengan rambut berwarna abu-abu dan gaun hitam itu sambil mengulurkan lengannya.


“Uh… ya, Aku Tasmith. Tapi siapa kau?” Tanya Tasmith sambil mengusap matanya.


“Elizabeth. Kau bisa memanggilku Liz.” Balasnya dengan senyuman yang bahkan belum pernah dilihat oleh Deus.


...___________________________________...


...[Sebelum lanjut membaca]...


...[Ada baiknya untuk menekan tombol Like]...


...[Dan juga meninggalkan komentar dalam bentuk apapun]...


...[Tak ada ruginya bagi kalian]...


...[Tapi percayalah, hal sederhana itu yang menyemangatiku untuk terus menulis]...