
"Seluruh peserta diharapkan bersiap untuk memasuki kapsul!" Teriak sang pembawa acara dengan keras.
Bersamaan dengan itu, ratusan.... Atau lebih tepatnya 428 pemain segera bersiap memasuki kapsul. Mereka semua adalah peserta yang mengikuti Team Boss Raid.
Mereka semua nampak antusias karena lawan yang mereka anggap paling berat yaitu Angie, tidak mengikuti Team Boss Raid.
Meski begitu, Angie mengikuti Solo Boss Raid dan mencetak rekor gila yaitu 57 detik untuk membunuh [Ice Dragon].
Pencapaiannya itu benar-benar membuat ngeri semua orang dan menyadarkan perbedaan kekuatan antara Pro Player dengan Player biasa.
Sedangkan peringkat kedua dalam Solo Boss Raid membutuhkan waktu 4 menit dan 21 detik untuk mengalahkan bossnya.
"Erik, apakah kau bisa melakukannya?" Tanya Ilham sambil melirik ke papan skor kompetisi lain yang menunjukkan rekor Angie.
Mendengar pertanyaan konyol itu, Erik segera menjawabnya dengan nada yang cukup kesal.
"Semua skillku membutuhkan waktu untuk menjadi kuat. Aku takkan bisa melakukan hal mengerikan seperti itu."
"Ilham, bisakah kau berhenti membandingkan Erik dengan Angie? Itu sedikit menjijikkan menurutku." Ucap Renata yang tiba-tiba ikut dalam pembicaraan ini.
Bersamaan dengan candaan ringan itu, mereka berempat memasuki kapsul. Kesadaran mereka segera berpindah ke dunia virtual.
Pemandangan yang ada cukup spektakuler. Yaitu gunung yang diselimuti salju dan badai yang tebal sehingga menyulitkan gerakan.
Tak hanya itu, hawa dingin yang sangat mencekam ini juga memberikan Debuff berupa Slow dan Frostbite. Frostbite adalah debuff yang memiliki sistem menyerupai Burn.
Player yang memiliki Debuff Frostbite akan menerima damage setiap detiknya selama suhu tubuhnya sangat rendah.
"Menyebalkan sekali. Kau tahu aku bukanlah Angie bukan?" Ucap Eric kesal sambil mengeluarkan tongkat sihirnya.
"Katakan itu lagi, Eric. Ilham memang nampaknya sangat memuja Angie setelah bergabung dalam kelompoknya." Sambung Febri dengan nada kesal.
"Baiklah baiklah.... Aku minta maaf oke?"
Menghiraukan permintaan maaf Ilham, Eric segera melangkah mendekati kubus yang merupakan hitung mundur sebelum kompetisi dimulai.
Telihat angka 29 di kubus itu dengan warna merah yang menyala.
"Kau bertanya apakah aku bisa menyaingi skor Angie? Baiklah. Kalau begitu.... Maafkan aku."
Mendengar perkataan Erik yang sama sekali tak masuk akal, tiga orang yang bersamanya nampak kebingungan.
"Jangan anggap serius perkataan bodoh Ilham. Kau cukup fokus saja dengan kerjasama dengan...."
'Teeeeeeeeet!'
Pada saat itu juga, kubus yang melayang-layang di udara itu menunjukkan tulisan [GO] dengan warna hijau terang.
Eric yang berada di dekatnya segera menggunakan skill [Fly] untuk terbang dalam ketinggian rendah.
'Duaaaaaarrrr!'
Sosok naga es yang begitu besar, tiba-tiba mendarat di hadapan kelompok beranggotakan 4 orang itu.
Ilham yang merupakan seorang tanker segera maju dan bersiap untuk melakukan rencana yang telah mereka buat.
Febri di sisi lain, segera berlari dengan sangat cepat dan menembakkan puluhan panah ke arah Elder Ice Dragon itu.
"Serahkan saja padaku dan...."
'Wuuuuooooossshhh!!!'
Semburan nafas Elder Ice Dragon yang sangat dingin itu menerpa apapun di hadapannya. Termasuk Ilham dan juga Febri.
"Sialan! Apa-apaan ini?!" Teriak Ilham kesal sambil terus mengangkat perisanya untuk melindungi Eric. Ia nampak menggunakan skill pertahanan yang meningkatkan daya tahannya terhadap hawa dingin ini serta defensenya.
Di bagian belakang party, Renata telah selesai melantunkan mantra buff tingkat tinggi kepada Eric.
Notifikasi sistem di hadapan Eric menunjukkan semuanya dengan jelas.
[Anda telah memperoleh Blessing of Powe-r!]
[Seluruh Status Anda telah meningkat sebesar 30% selama 3 menit!]
[Anda telah memperoleh Wisdom Blessing!]
[Status Intelligence Anda telah meningkat sebesar 50% selama 3 menit!]
Tapi apa yang dilakukan oleh Eric jauh berbeda dari rencana mereka semua.
"Wall of Fire." Ucap Eric sambil mengarahkan tongkat sihirnya ke segala arah.
Seketika, tercipta dinding api berbentuk lingkaran mengelilingi [Elder Ice Dragon] yang melelehkan semuanya.
Melihat kejadian ini, Ilham berteriak dengan keras.
"Eric! Ini memang diluar dugaan tapi bisakah kau...."
"Install Trap, Lightning Rod." Ucap Eric dengan lirih mengabaikan perkataan Ilham.
Seketika, sebanyak 60 batang besi terlihat jatuh dari langit dan membentuk formasi lingkaran bertumpuk 2 mengelilingi Elder Ice Dragon itu.
Ilham terlihat kebingungan dengan apa yang baru saja terjadi.
'Hah, skill apa itu? Menjatuhkan batang besi dari langit?' Pikir Ilham dalam hati kebingungan.
Sedangkan Eric yang bahkan hingga saat ini terus melakukan double casting, telah memiliki 2 buah lingkaran sihir amplifikasi.
Akan tetapi, Ia masih belum berniat menggunakannya.
Waktu pertandingan terlihat di pandangannya.
...[00 : 24]...
24 detik telah berlalu. Akan tetapi kondisi tim ini sangat buruk.
Semua rencana yang telah mereka persiapkan seakan tak bisa dilakukan di hadapan Elder Ice Dragon yang memiliki kekuatan mutlak itu.
Meski begitu, mereka tetap berjuang.
Elder Ice Dragon yang melihat batang besi itu, seakan merasa ada sesuatu yang aneh dan memutuskan untuk segera terbang.
Tapi Eric yang telah menyadari hal itu telah menyiapkan semuanya.
"Thunder Burst." Ucapnya santai sambil mengarahkan tongkat sihirnya ke udara.
Seketika, awan berubah menjadi sangat gelap dan terkumpul di atas tubuh Elder Ice Dragon itu.
Gemuruh terdengar begitu keras dan juga mengerikan. Hawa dingin yang sebelumnya dirasakan oleh semua orang, kini segera berubah menjadi rasa takut.
"A-apa ini?! Bukankah rencananya menggunakan Extermination Ray karena memiliki kekuatan terbesar?!" Teriak Ilham yang masih kebingungan.
Akan tetapi sebagai seorang profesional, Ia memahami bahwa Eric sedang melakukan improvisasi karena situasi yang berbeda dari pikiran mereka semua.
Ilham dengan segera berusaha untuk membantu Eric dalam menjaga naga es ini tetap diam ditempat.
Tak hanya Ilham, Renata dan Febri juga paham meski tak tahu apa yang direncanakan oleh Eric.
Pemahaman mereka didasarkan oleh satu hal.
'Batang besi itu, pasti adalah sesuatu yang berbahaya!'
"Binding Arrow!" Teriak Febri dengan keras sambil menembakkan 8 panah yang menancap kuat ke tanah. Panah cahaya yang membesar itu segera menahan gerakan Elder Ice Dragon.
Tak hanya diam, Ilham juga segera menggunakan skill sederhana namun sangat efektif yaitu [Taunt]. Skill itu memaksa lawannya untuk menyerang Ilham diluar keinginan mereka.
Sebuah skill sederhana yang cukup aneh karena target akan segera memasuki [Auto Battle Mode] yang dikendalikan oleh Genesis dan terus menyerang pengguna [Taunt].
Tapi selama itu efektif....
"Grrrrooooooaaaaarrr!"
'Dia kena!' Pikir Ilham senang.
Elder Ice Dragon itu pun segera menyemburkan nafas dinginnya lagi ke arah Ilham. Tapi kini Ilham memiliki tujuan yang tak memperdulikan nyawanya.
'Sepertinya, Eric bisa memenangkan pertarungan ini dengan cepat. Kalau begitu, yang perlu ku lakukan hanyalah melindungi batang besi yang aneh ini!' Pikir Ilham dalam hati sambil mengarahkan perisainya agak miring ke atas.
Semburan nafas es itu tepat mengenai perisai Ilham. Akan tetapi semua semburannya kini mengarah ke atas sehingga tak ada satu pun batang besi yang terkena.
Sementara itu, Renata yang paham bahwa Eric akan menggunakan sihir petir segera memberikan dukungan terbaiknya.
"Elemental Buff! Lightning!" Teriak Renata sambil mengarahkan tongkat sihirnya ke arah Eric.
Di hadapan Eric, terlihat notifikasi yang begitu menggembirakan.
[Anda telah memperoleh Elemental Buff : Lightning!]
[Kekuatan semua serangan berelemen petir akan meningkat sebesar 300% selama 1 menit!]
Eric segera tersenyum puas melihat kerjasama semua rekannya.
'Terimakasih banyak atas bantuan kalian. Jika terus seperti ini, kurasa aku bisa....' Pikir Eric dalam hati.