The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 59 - Tindakan Eric


“Sialan! Inquisitor? Apa-apaan ini?!” Teriakku dengan keras sambil menginjak-injak tanah.


“Tuanku? Apakah ada masalah?” Tanya Oliver kepadaku.


“Ikut denganku ke tempat Tasmith, Oliver!”


“Baik, Tuanku.”


‘Aku pikir bahwa Elin hanya bermain-main soal Inquisitor. 'Sang penjinak monster telah lama ditangkap oleh Inquisitor!' Jujur saja hingga sekarang aku heran kenapa semua orang percaya akan kebohongan yang sangat jelas itu. Tapi ternyata….’ Pikirku dalam hati sambil melangkahkan kakiku ke ruang kerja Tasmith.


Inquisitor.


Jika diartikan secara langsung yaitu Jaksa Pengadilan. Ya, mereka adalah Pengadil dari Dewi Celestine. Tugas mereka sederhana, yaitu menghukum siapapun dan apapun yang berhubungan dengan para monster atas nama Dewi Celestine. Sebagai gantinya, Dewi Celestine akan memberikan berkat kepada para Inquisitor demi mempermudah kerja mereka.


Semua orang tentu tahu itu dan paham akan kengeriannya.


Maka dari itu, pembelian monster pada Iblis Penjinak monster pada masa lalu dilakukan secara diam-diam oleh para Player. Tentu saja karena mereka takut akan diketahui oleh para Inquisitor.


Jumlah Inquisitor di Kerajaan Suci Celestine? Tidak ada yang tahu. Beberapa rumor menyebutkan bahwa jumlah mereka berada di kisaran 20. Ada juga yang mengatakan bahwa jumlah mereka sekitar 100. Tapi tidak ada yang tahu dengan pasti.


Tentu saja…


Eric tidak mengetahui semua ini dan menganggap bahwa alasan Elin hanyalah kebohongan yang mengatasnamakan Inquisitor.


‘Brak!’


Eric membuka pintu ruang kerja Tasmith dengan keras. Kini Tasmith telah hidup mewah, Ia memiliki ruang kerja yang besar, banyak pegawai dan peralatan serta tentunya 5 pelayan pribadi. Ruangannya penuh akan barang hasil pekerjaannya. Senjata, zirah, perisai bahkan perhiasan.


Tasmith tidak bekerja mati-matian setiap hari. Ada kalanya Ia bekerja ringan untuk menyelesaikan permintaan yang sederhana.


“Tasmith! Apakah pesananku sudah siap?!” Tanya Eric yang muncul dari balik pintu itu.


Tanpa menjawab, Tasmith hanya mengarahkan telunjuk jarinya ke suatu tempat. Di sana terdapat sebuah zirah ringan dengan warna hitam pekat dengan alur abu-abu serta permata biru yang besar di dadanya dan bagian bahunya. Di sebelahnya terdapat 2 buah cincin dengan batuan berwarna biru terang hingga bercahaya serta sebuah tongkat dengan kubus berwarna biru kehijauan.


Itu adalah pesanan pribadi Eric. Karena menunggu terkumpulnya uang untuk memesan ke Aamori terlalu lama, Ia memutuskan untuk meminta Tasmith membuatkannya.


“Oi Tasmith! Tuanmu sedang ada di hadapanmu! Setidaknya tunjukkanlah rasa hormatmu kepada….” Teriak Oliver.


“Diam saja kau. Aku sedang bekerja. Jangan ganggu aku.” Balas Tasmith singkat sambil mengerjakan sebuah cincin dengan permata berwarna hijau. Ia nampak sangat hati-hati memahat permata di cincin itu.


“K-kau! Dasar….” Balas Oliver setelah mendengar jawaban Tasmith.


“Oliver, sudah cukup. Aku tak terlalu mempermasalahkannya.” Ucapku setelah melihat tingkah mereka.


Tapi ini cukup gawat. Mereka memang memiliki tingkat kesetiaan yang sangat tinggi kepadaku. Tapi apakah mereka juga mampu hidup rukun antar sesama? Entahlah, aku akan memikirkannya lain kali.


Dengan segera aku melihat status tiap Item yang telah diselesaikan oleh Tasmith. Jujur saja semuanya sangat luarbiasa jika dibandingkan dengan itemku sebelumnya. Ya, bahkan hingga sekarang aku masih menggunakan pakaian pemula yang diberikan oleh Luna kepadaku.


[Obsidian Armor +10]


[Rarity : Unique]


[Pembuat : Tasmith]


[Atribut]


Defense : + 1.880


Health Point : + 32.000


Mana Point : + 32.000


Vitality : + 30%


Intelligence : + 20%


Movement Speed : - 10%


[Efek Khusus]


High Rune of Mana


Efek : Meningkatkan jumlah maksimum mana yang dimiliki sebesar 25% dan meningkatkan regenerasi mana sebesar 30%.


“Sungguh, zirah yang mengerikan….” Ucapku pada diriku sendiri. Kemudian aku beralih ke dua buah cincin yang ada di sebelahnya. Keduanya memiliki status yang sama.


[Ring of Ultimate Intelligence +10]


[Rarity : Unique]


[Pembuat : Tasmith]


[Atribut]


Magic Power : + 900


Magic Power : + 20%


Mana Point : + 18.000


Intelligence : + 40%


[Efek Khusus]


Small Rune of Mana


Efek : Meningkatkan jumlah maksimum mana yang dimiliki sebesar 8% dan meningkatkan regenerasi mana sebesar 10%.


“Bahkan dua cincin ini juga semengerikan ini? Kemudian untuk tongkat sihirnya….”


[Staff of Enigma +12]


[Rarity : Unique]


[Pembuat : Tasmith]


[Atribut]


Magic Power : + 6.850


Magic Power : + 30%


Mana Point : + 50%


Intelligence : + 50%


[Efek Khusus]


Ultimate Rune of Mana


Efek : Meningkatkan jumlah maksimum mana yang dimiliki sebesar 40% dan meningkatkan regenerasi mana sebesar 50%.


Enigmatic Property


Efek : Memungkinkan pemilik untuk mengunci Item sehingga mencegahnya untuk jatuh ketika mati atau dicuri. Mampu memanggil Item dari jarak jauh.


“T-tongkat ini sangat gila!!!” Teriakku sesaat setelah melihat semua item yang kupesan. Aku masih belum memiliki sepatu dan pelindung kepala yang baik tapi ini semua sudah lebih dari cukup.


Penampilan tongkat ini sangat indah. Pegangannya terbuat dari Mithril untuk meningkatkan afinitasnya terhadap sihir. Di ujung pegangan, tongkat ini mulai membelah menjadi 3 dan memutar mengelilingi suatu kubus berwarna biru kehijauan yang menyala dan melayang-layang di tengahnya.


Aku segera mengenakan semua Item itu. Seluruh statusku meningkat dengan drastis.


[Nama : Eric]


[Ras : Manusia]


[Level : 103]


Health Point : 80.410


Mana Point : 226.955


Stamina Point : 10.300


Attack Power : 1.030


Magic Power : 18.373


Defense : 2.683


[Status]


STR : 1.030


AGI : 721


INT : 2.832


VIT : 1.607


STA : 824


DEX : 412


[Growth Point]


STR : 10


AGI : 7


INT : 11


VIT : 12


STA : 8


DEX : 4


“Bukankah statusku yang saat ini sudah seperti suatu Boss? Hahaha… jadi inikah kekuatan dari item?” Ucapku pada diriku sendiri setelah melihat statusku yang sangat mengerikan.


Mana Point milikku saat ini sudah lebih dari 200.000. Bahkan tanpa bantuan Mana Link dari Elin, kini aku sudah bisa mengatasinya sendiri. Jika aku bertarung melawan Inquisitor itu… bisakah aku menang?


Akan tetapi suatu notifikasi yang membuatku merinding tiba-tiba muncul di hadapanku.


[Anggota Party Anda : Elin telah mati!]


“Hah? Elin mati? Apakah dia kalah saat bertarung melawan Inquisitor itu?”


Tapi aku cukup tenang karena status Dungeon Origin yang telah meningkat, kini Elin dapat membuat Respawn Pointnya disini. Dengan kata lain, Jika Elin kembali Log In maka dia akan muncul di Dungeon Origin yang aman.


Tapi tetap saja aku penasaran sekuat apa Inquisitor itu. Untuk itu aku harus menghubungi Elin. Dan satu-satunya cara untuk itu yaitu dengan Log Out dan menghubunginya di dunia nyata.


“Tasmith, aku sangat berterimakasih karena kau telah membuatkan Item yang sangat luarbiasa ini. Aku akan memberikanmu hadiah lain waktu.” Ucapku kepada Tasmith.


“Tenang saja, saat ini seluruh kebutuhan dan keinginanku sudah terpenuhi. Mungkin aku akan menerima hadiahnya lain kali saja.” Jawab Tasmith tanpa melihat ke arahku. Ya, aku sudah mulai terbiasa dengan tingkah Tasmith.


“Oliver, aku akan keluar sebentar. Tolong jaga Dungeon Origin untukku selama aku pergi.” Ucapku kepada Oliver.


“Baik, Tuanku. Akan saya jaga sebaik mungkin!” Balasnya sambil berlutut. Jujur saja aku lebih suka sikap Tasmith yang santai dan tidak kaku. Tapi mau bagaimana lagi.


“Aku mengandalkanmu, Oliver.”


Setelah itu, aku menekan beberapa tombol di jendela menu dihadapanku.


...[Apakah Anda yakin akan Log Out?]...


...[Ya] [Tidak]...


Dengan segera aku menekan tombol [Ya].


...___________________________________...


...[Sebelum lanjut membaca]...


...[Ada baiknya untuk menekan tombol Like]...


...[Dan juga meninggalkan komentar dalam bentuk apapun]...


...[Tak ada ruginya bagi kalian]...


...[Tapi percayalah, hal sederhana itu yang menyemangatiku untuk terus menulis]...