The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 263 - FFA PvP 16


Angie nampak tersenyum dengan sangat lebar segera setelah mengetahui ruang yang dipenuhi akan harta itu.


Pikirannya telah melayang kesana kemari, membayangkan dirinya yang memperoleh senjata dan perlengkapan baru. Apapun itu, Ia akan memakainya mengingat semua perlengkapannya saat ini telah rusak.


"Eric aku sudah memutuskan untuk mengambil tombak!" Teriak Angie dengan sangat antusias.


Meski begitu, Eric hanya terdiam di tempat.


Ia menundukkan kepalanya dan menghadap ke tanah.


Tangannya menggenggam pedang busur kayu yang seakan bisa hancur kapan saja itu.


Tak hanya itu, Ia nampak menggigit bibirnya sendiri hingga menimbulkan damage untuk dirinya sendiri.


"Eric?" Tanya Angie kebingungan mengapa Eric tidak senang setelah melihat ruang harta yang begitu luarbiasa ini.


Ruang harta ini adalah salah satu lokasi tersembunyi di Pulau Kompetisi ini. Pihak Developer memang sengaja meletakkan beberapa rahasia di dunia yang hanya hidup selama 4 hari ini. Semua itu bertujuan untuk menyetarakan antara Player yang memperoleh banyak dukungan dari para Supporter dengan mereka yang tidak namun pandai bermain.


Salah satu contohnya adalah Angie yang terlihat membuang-buang waktunya pada hari pertama, yang ternyata malah menemukan pandai besi legendaris yang membuatkannya senjata.


Kembali ke kondisi saat ini....


"Sialaaaaaaaaaaaaaaaaaan!!!"


Eric berteriak dengan sangat keras sambil melihat ke langit yang sudah gelap dan hanya diterangi oleh bulan sabit itu.


"Woah, Eric. Tenangkan dirimu. Apa yang terjadi?" Tanya Angie terkejut setelah melihat reaksi Eric.


"Aku tak bisa membawa semua koin emas ini ke dunia Re:Life yang sebenarnya kan?! Lalu kenapa kalian memamerkan semua ini kepadaku dasar Developer sialan!!! Jika saja aku bisa membawa sebagian, maka aku takkan susah payah lagi berjuang di kompetisi ini!!!"


Eric pun meluapkan seluruh amarahnya karena semua kekayaan yang ada di hadapannya, sama sekali tak bisa dijangkau apapun yang Ia lakukan.


...***...


...Di dunia nyata...


...Kantor Developer Pusat di Amerika...


"Buahahahaha! Lihat Pria itu!"


"Dasar gila, kenapa dia masih memikirkan soal uang di tengah kompetisi itu?" Ucap seorang pemuda yang sedang memonitor kondisi pertandingan dengan percepatan video rekaman yang Ia ubah sesuka hati.


Seorang Pria berambut putih yang terlihat begitu tua itu nampak akan berbicara.


Ia adalah salah satu tokoh kunci dalam pengembangan dunia virtual yang begitu nyata sehingga dianggap mustahil itu.


"Pria itu sangat menarik. Ia benar-benar menyadari ironi yang ada di hadapannya." Ucap Frederrick, salah satu dari 4 pengembang utama superkomputer Genesis.


"Tuan Frederrick, kau pasti bercanda. Pria itu?" Balas seorang wanita berambut pirang yang diikat rapi dan berkacamata itu.


Frederrick tua itu hanya tersenyum sambil kembali meneguk kopi hangat kesukaannya itu. Segera setelah itu, Ia kembali berbicara.


"Kau tahu? Aku sudah memantau pemain bernama Eric itu sejak Ia memperoleh kekuatan Summoner. Aku bahkan meminta Genesis untuk memprediksi dirinya sebanyak 8 kali. Tapi semua prediksi Genesis yang bahkan keakuratannya mendekati angka 100% itu runtuh di hadapannya."


"Tidak mungkin! Bukankah hanya ada 6 orang pemain di dunia ini yang jauh melampaui prediksi Genesis? Memang aku akui, seberapa sempurnanya Genesis sekalipun, Ia masih bisa melakukan kesalahan. Tapi sejauh itu?" Tanya wanita itu kembali.


"Kau mungkin belum memasukkan faktor personalitas Eric saja, Frederrick." Balas Pria lain yang juga seumuran dengannya.


Tapi Frederrick menggelengkan kepalanya ringan.


Segera setelah itu, Ia menekan beberapa tombol di ponselnya.


Pada saat itu juga, muncul sosok hologram yang menyerupai manusia. Atau lebih tepatnya seorang gadis dengan warna rambut perak yang begitu indah dengan setelan yang terkesan futuristik itu.


"Anda memanggilku, Tuan?" Ucap gadis hologram itu.


"Genesis, prediksi beberapa hal berikut pada pemain bernama Eric."


Frederrick pun segera menjelaskan semua parameternya. Termasuk juga meminta seluruh developer dan juga petinggi Re:Life itu melakukan prediksi berdasarkan pengetahuan dan pengalaman mereka masing-masing.


"Parameter, data, dan seluruh informasi berhasil diproses. Tingkat kemenangan player bernama Eric dalam Kompetisi Free For All Player Versus Player yaitu 0.03% apabila masih bersama dengan Angie dan memperoleh salah satu senjata suci di ruang harta itu. Perhitungan ini sudah termasuk asumsi bahwa Player Eric akan bertemu dengan Player ID 3284 dan juga ID 1956 yang memiliki peluang besar untuk berpapasan dengannya.


Jika di asumsikan bahwa Eric berhasil menyingkirkan lima pemain dari Eropa itu, dan harus berhadapan dengan Player lain termasuk Angie, peluangnya menang hanya sebesar 2.78%.


Membandingkan data dengan prediksi yang ku lakukan 7 jam 48 menit dan 27 detik yang lalu. Peluang kemenangan Eric dalam kompetisi ini yaitu 6.49%."


Genesis mengakhiri penjelasannya dengan memejamkan matanya lalu bertanya.


"Adakah lagi yang bisa ku bantu, Tuan?"


Frederrick menggelengkan kepalanya dan meminta salah satu salinan kesadaran Genesis ini kembali.


Gadis hologram itu pun menghilang seakan tak pernah ada sebelumnya.


Pada saat itulah....


"Jadi yang kau maksud, Eric akan menang meski dengan prediksi buruk itu?" Tanya wanita berambut pirang itu.


"Tidak tidak.... Aku sama sekali tidak bermaksud untuk mengatakan hal itu. Yang ingin ku sampaikan adalah kenyataan bahwa Eric pada awalnya memiliki peluang cukup besar untuk menang, justru tersingkirkan."


Perdebatan ringan pun terjadi diantara seluruh kalangan developer.


Mereka tak ingin mempercayai bahwa seorang pemain biasa itu harus disejajarkan dengan 5 orang pemain lainnya yang dianggap sebagai 'keajaiban' karena jauh melampaui prediksi Genesis.


Seperti halnya yang terjadi pada Angie.


Pada awalnya, Genesis memprediksi bahwa Angie akan mencapai tingkatnya yang saat ini dalam waktu 4 tahun. Tapi kenyataannya berbanding terbalik.


Angie justru menjadi salah seorang dengan level tertinggi di dunia hanya dalam waktu satu tahun.


Begitu juga empat orang lainnya yang semuanya hampir mustahil untuk di prediksi dan hanya bisa diungkapkan dengan kalimat "Lihat saja dan nikmati seluruh tindakan mereka".


Karena perdebatan tak kunjung berakhir, mereka akhirnya memutuskan untuk bertaruh.


Pertaruhan sederhana untuk bekerja lembur selama beberapa hari untuk menggarap proyek yang telah berjalan selama lebih dari 3 tahun ini. Yaitu proyek 'Full Augmented Reality' dengan memanfaatkan Genesis Versi ke dua.


Sedangkan pemenangnya? Akan memperoleh libur selama beberapa hari di tengah penatnya pekerjaan mereka.


Dan dengan kegilaan yang setara dengan kejeniusannya....


"Eric akan menang di pertandingan ini dan membawa semua hadiahnya."


Itulah prediksi yang diberikan oleh satu dari empat orang paling jenius di dunia ini yang bahkan bisa melahirkan superkomputer terkuat di dunia, Genesis.


Meski begitu, tak ada seorang pun yang mempercayai omong kosong seperti kemenangan saat menghadapi para Player dari Eropa itu.


...***...


...Dunia Kompetisi...


...Ruang Harta, di dasar Ngarai...


"Eric! Semua perlengkapan ini tingkat Unique! Kau tahu, aku selalu menggunakan tingkat normal selama ini karena tak memiliki uang untuk membeli tingkat yang lebih tinggi!" Teriak Angie dengan sangat antusias.


Ia berlari ke sana kemari untuk memeriksa semua jarahan... maksudnya hadiah yang ada di dalam ruang harta ini.


Di ujung ruangan yang dipenuhi dengan emas ini, terlihat sebuah altar yang seakan dijaga oleh dua buah patung seukuran manusia yang membawa pedang jenis Scimitar itu.


"Eric, sepertinya di sana akan ada hadiah yang lebih hebat! Cepat ambil semua senjata dan perlengkapan yang ada di sekitar sini untuk berjaga-jaga jika patung itu bisa bergerak!" Teriak Angie sambil terus menerus mengganti perlengkapannya. Ia nampak mengecek penampilan dari tiap perlengkapan baik pedang maupun zirah itu.


Sedangkan Eric sejak tadi tak bersuara, hanya bisa berjalan lemas seperti zombie. Mulutnya menganga dengan lebar, langkahnya terlihat berat dan lesu serta lengannya yang menggantung seakan tak ada tenaga sama sekali.


"Lima ratus delapan puluh empat jutaan koin emas.... Aaaaah andai saja aku bisa membawa semua ini.... Aaah.... kenapa?"


Dengan suara yang lemas itu, Eric nampaknya telah menerima damage yang terbesar selama mengikuti kompetisi ini.