
Setelah diputuskan, Aku dan Elin telah siap untuk meninggalkan pegunungan Alpa bersama dengan Chris, Neo dan Alice.
Elin telah menjelaskan semua situasinya kepada 3 Petinggi goblin yang mengikuti kami. Elin meminta agar mengelola Dungeon selama kami berdua pergi.
Swardia, Spire dan Knox menyanggupi perintah tersebut dan kembali ke dalam pegunungan.
"Apakah kalian semua telah siap?" Tanya perempuan penyihir bernama Alice itu. Ia merupakan seorang Top Player yang berasal dari Jepang.
Penampilannya cukup sederhana. Alice mengenakan topi penyihir kecil yang memiliki beberapa batuan Mana di beberapa sisi topi itu. Pakaiannya yaitu jubah penyihir dengan warna abu dan hitam. Rambutnya berwarna coklat sedikit keabu-abuan serta mata yang berwarna biru cerah.
"Ya, kami berdua telah siap." Jawab Elin.
Seketika lingkaran sihir besar berada dibawah kaki semua orang. Lingkaran sihir itu memancarkan cahaya biru yang indah.
Nampaknya pelaku dari sihir ini adalah Alice.
"Sihir apa ini?" Tanyaku pada semuanya.
"Bodoh, sudah jelas ini merupakan sihir teleportasi. Kau pikir bagaimana cara orang-orang ini sampai ke wilayah kerajaan Farna dari kerajaan Rena?" Jawab Elin.
'Aku tak ingin dikritik oleh seseorang yang bisa mengintip semua informasi mereka.' Pikirku dalam hati. Entah kenapa aku merasa Elin menjadi sedikit lebih galak.
"Ini adalah sihir dari Buku Kuno : Teleporter." Jawab Alice.
'Buku kuno?' Tanyaku pada diriku sendiri.
"Ah, ngomong-ngomong pria kurus itu juga pemilik buku kuno." Lanjut Alice.
'Lagi? Jangan bilang Chris juga? Kenapa aku merasa buku kuno seperti mudah didapat?' Tanyaku heran.
"Tenang saja, aku bukanlah pemilik buku kuno Eric. Aku hanya mengumpulkan mereka saja hahaha!" Jawab Chris dengan lantang. Nampaknya Ia menyadari keterkejutanku.
Pemandangan pegunungan yang ada di hadapanku terbungkus oleh lingkaran cahaya berwarna biru. Sesaat kemudian cahaya itu menghilang dan terlihat pemandangan kota yang sangat ramai.
Ya, seketika kami semua telah sampai di bekas Ibukota Kerajaan Rena, Reinard.
"Wow! Bukankah skill ini mirip dengan skill milik Luna?" Tanyaku dengan penuh takjub.
Akan tetapi semua orang menatapku dengan sinis ketika aku menyebutkan nama Luna.
"Uh, apakah ada yang salah?" Sambungku.
"Aku akan memberimu saran. Jangan terlalu sering menyebutkan nama itu ke sembarang orang, Eric." Jelas Chris.
"Kenapa?"
"Kau tidak tahu? Luna adalah salah seorang anggota guild Seven Star."
Aku yang masih kebingungan dengan jawaban Chris tak sanggup berkomentar. Memangnya kenapa jika anggota dari guild tersebut?
"Apa kau pernah bertemu dengannya?" Tanya Elin sambil berjalan mengikuti langkah kaki Chris.
"Ya, dia bahkan memberikanku Magic Device ini. Eh, bukankah aku sudah menceritakannya padamu Elin?" Jawabku sambil memperlihatkan sarung tangan besi di tangan kananku.
"Belum." Jawabnya singkat.
"Aku menyarankanmu untuk menyimpan item itu di inventorymu. Kau akan menyesal jika terus menggunakannya." Lanjut Elin.
Kenapa? Item ini sudah membantuku sangat banyak dalam mengatasi kebutuhan mana... tunggu bukankah aku sudah tidak membutuhkannya sejak kehadiran Elin? Dengan adanya Elin, kapasitas manaku bisa mencapai 100 ribu dengan menggunakan Mana Link.
Setelah memikirkannya dengan baik, aku memutuskan untuk melepas Magic Device ini dan menyimpannya di inventory. Sudah berapa kali aku diselamatkan oleh Elin? Aku seharusnya mempercayainya.
"Guild Seven Star adalah guild prajurit bayaran paling mengerikan di dunia ini. Mereka terdiri atas 7 player terkuat, bukan dari segi level melainkan kemampuan." Jelas Chris.
"Pokoknya, jangan sampai berurusan atau dianggap memiliki hubungan dengan mereka. Banyak yang memburu kepala mereka." Lanjut Chris.
"Tapi saat aku bertemu dengan Luna dan 4 orang kawannya, tidak ada yang memiliki nama dengan warna merah menyala. Bagaimana mereka membunuh tanpa...."
Belum sempat menyelesaikan pertanyaanku, Chris menjawab seakan sudah tau apa yang akan aku tanyakan.
"Executioner, atau bisa kau panggil Algojo. Salah satu anggota Guild Seven Star berperan sebagai algojo menggantikan keenam anggota yang lain. Maka dari itu keenam anggota lainnya dapat berkeliaran dengan bebas."
Aku terkejut mendengar jawaban Chris. Meski begitu, aku masih ingin mempercayai Luna.
Aku pun membagikan informasi mengenai player : Straf terhadap Chris sambil menanyakannya kembali.
"Aku tak mengenali orang ini. Jika mereka menyebut pengkhianat itu artinya adalah pengkhianatan yang dialami oleh klien atau penyewa jasa mereka. Hati-hatilah mereka pintar dalam memutarbalikkan kenyataan." Jawab Chris dengan tegas sambil memperhatikan wajah Straf di jendela menu.
'Tunggu, jadi Straf hanyalah target kontrak? Oleh karena itu Ia dihukum di pengadilan untuk memberi pelajaran? Tapi aku tidak percaya, semua anggota mereka... tunggu!'
Aku kemudian teringat dengan jawaban Luna ketika aku menanyai mengenai siapa sebenarnya Straf.
"Pengkhianat dari guild kami... mungkin itu saja yang perlu kau ketahui, Eric."
Ya, itulah jawaban Luna. Pada saat itu aku tidak berpikir banyak karena ketakutan dengan sosok Straf.
Jika dipikir kembali ada benarnya juga.
"Yang aku ingin katakan adalah mereka kelompok yang paling dibenci di dalam Re:Life karena selalu mencampuri urusan banyak orang. Maka dari itu sebaiknya kau tidak terlibat dengan mereka. Aku harap guild itu tidak mencampuri urusan kerajaanku." Jelas Chris.
"Sekarang giliranmu untuk bekerja, Eric. Buatlah sebanyak mungkin monster yang kau bisa. Aku akan memenuhi semua kebutuhanmu. Oh ya, uang mukanya...."
Belum selesai mengatasi kebingunganku terhadap Luna dan guildnya, notifikasi sistem muncul di hadapanku.
[Player : Chris ingin melakukan transaksi dengan Anda!]
[Player Chris ingin memberikan 20.000 koin emas kepada Anda!]
[Apakah Anda akan menerimanya?]
Aku segera menerima transaksi itu dan membagikan setengahnya kepada Elin. Elin nampak sangat bahagia menerima uang sebesar itu.
Begitu juga diriku.
10.000 koin emas. Jika kutukarkan menjadi Rupiah maka aku bisa mendapatkan setidaknya 300 juta Rupiah! Dengan begitu maka adikku....
Aku mengepalkan kedua tanganku.
"Berikan padaku sebanyak mungkin mana potion, dan jika ada... penyihir yang mampu membagikan mana miliknya padaku. Setelah itu aku memanggil sebanyak mungkin monster yang aku bisa untuk menekan serangan dari Federasi Pedagang!" Teriakku pada Chris.
"Semangat yang bagus! Aku suka dengan sikapmu, Eric. Tenang saja aku akan menyiapkan semuanya dan kau hanya perlu fokus pada skill milikmu."
Dengan demikian, persiapan peperangan antara pemberontakan Guild Salvation dengan Federasi Pedagang telah dimulai.
......***......
'Ttraang! Ttraang!'
Suara pukulan palu besi yang menghantam bilah besi di atas sebuah Anvil terdengar begitu keras.
Bara api yang berkobar membuat suasana menjadi sangat panas.
Tetes demi tetesan keringat berjatuhan dari tubuh pria itu.
Tanpa jeda, tanpa istirahat, pria itu terus menerus memukul bilah besi yang ada di hadapannya.
Matanya yang sangat tajam hanya menatap pekerjaannya tanpa sedikitpun menurunkan fokus tubuhnya.
Meski demikian, tak ada seorang pun yang ada di sisinya.
Semuanya telah lama pulang dan beristirahat, tapi Pria itu tak pernah beristirahat sedetikpun.
Seakan....
Tak akan ada lagi kesempatan baginya untuk menyelesaikan bilah besi itu.
Hingga pada akhirnya, suatu notifikasi yang akan menghebohkan seluruh dunia muncul.
...【Pandai Besi Legendaris telah terlahir!】...
...___________________________________...
...[Sebelum lanjut membaca]...
...[Ada baiknya untuk menekan tombol Like]...
...[Dan juga meninggalkan komentar dalam bentuk apapun]...
...[Tak ada ruginya bagi kalian]...
...[Tapi percayalah, hal sederhana itu yang menyemangatiku untuk terus menulis]...