
...28 Mei, 2073....
...Berlin, Jerman....
‘Ttriing ting….’
“Selamat datang.” Ucap seorang pelayan di Family Restaurant itu.
Wanita yang memasuki rumah makan ini segera mengikuti arahan pelayan. Ia memiliki rambut yang cukup panjang yang lurus dengan warna kecoklatan yang indah.
Setelah itu, Ia menerima sebuah buku menu yang cukup indah dan sangat lengkap. Tapi Ia hanya memperhatikan penampilan pelayan itu.
Pelayan itu merupakan seorang Pria yang memiliki paras tubuh yang cukup ramping dengan rambut berwarna kecoklatan yang pendek dan rapi. Ia nampak mengenakan seragam pelayan yang sangat cocok untuknya dengan corak berwarna hitam dan putih.
Sesekali, Wanita itu membuka ponselnya dan memperhatikan sebuah gambar di layarnya.
Setelah puas, Wanita itu segera menutup ponselnya dan mulai melihat-lihat menu yang disediakan.
“Bratwurst dan dua gelas Orangensaft.” Ucap Wanita itu singkat.
“Apakah ada pesanan yang lainnya?” Tanya pelayan itu.
“Ada. Seseorang yang berada di dalam jangkauan Epic Skill Pursuer milikmu, Straf.” Balas Wanita itu dengan tatapan yang dingin.
Pelayan itu kaget bukan main mendengar nama skill itu. Terlebih lagi….
“Ba-bagaimana bisa…. Uhum. Maafkan aku. Tapi kurasa aku tidak….”
Belum sempat menyelesaikan perkataannya, Wanita itu segera memotongnya dengan meletakkan sebuah koper yang cukup besar di atas meja. Ia dengan segera membukanya dan menghadapkannya kepada pelayan itu.
“Satu setengah juta Euro. Jika kau mau bekerja sama denganku, maka aku akan menyerahkan semuanya kepadamu. Aku akan menunggu di sini hingga shift mu berakhir. Tenang saja, aku juga akan memberikan banyak Tip untuk restoran ini.” Ucap Wanita itu.
Melihat banyaknya tumpukan uang yang ada dihadapannya, pelayan itu hanya bisa menganga. Setelah itu, Ia hanya bisa membungkukkan badannya.
“Ma-maaf. Aku akan kembali dengan pesanannya.” Jawabnya sambil pergi meninggalkan Wanita itu.
Waktu terus berlalu….
Wanita itu kini telah menghabiskan dua gelas jus jeruknya dan telah memesan gelas yang ketiga. Ia juga beberapa kali pergi ke toilet karena telah menunggu hingga 5 jam lebih disini. Meski begitu, pelayan itu tak kunjung kembali untuk menemuinya.
Hingga akhirnya, matahari sudah mulai terbenam.
“Maafkan aku karena shiftku baru berakhir.” Ucap pelayan itu sambil duduk di depan Wanita itu.
“Tidak apa. Jadi bagaimana? Apakah kau akan menerimanya?”
“Sebelum itu, sebaiknya seperti apa aku harus memanggilmu?” Tanya pelayan itu.
“Hilda. Panggil saja aku Hilda. Bagaimana denganmu?” Jawab Wanita itu.
“Schnieder, atau mungkin kau lebih mengenal diriku dengan nama Straf.” Balas Pria itu.
Mereka berdua pada akhirnya mulai membahas mengenai permintaan Hilda. Pada dasarnya, Guild Seven Star ingin meminta bantuan Straf dalam menemukan keberadaan seseorang. Orang itu adalah Eric. Straf masih mengingat nama itu. Itu adalah nama yang sangat buruk baginya.
Hilda bahkan menjelaskan situasi dan kondisi yang ada. Termasuk kenapa Eric dapat diburu oleh Guild Seven Star. Mendengar hal itu, Straf mulai memahami situasinya.
“Jadi…. Apakah kau telah memasukkan nama Eric di dalam Skill Pursuer milikmu?” Tanya Hilda setelah menyelesaikan penjelasannya.
“Ya…. Aku telah memasukkannya hanya untuk menakutinya. Tapi tak kusangka bahwa kalian akan muncul dan menghentikanku. Jadi aku hanya perlu memberi tahu kalian lokasi orang itu dan aku akan memperoleh ini semua?” Balas Straf.
“Setengah benar. Aku akan memberikanmu sepertiganya sebagai uang muka. Setelah kami berhasil memperoleh tujuan kami, maka sisa uangnya akan menjadi milikmu.” Balas Hilda tanpa ekspresi.
Mendengar itu, Straf hanya bisa tersenyum. Pekerjaannya sebagai seorang pelayan memang tidak terlalu banyak menghasilkan uang. Oleh karena itu Ia berusaha sukses di dalam dunia game Re:Life.
Tapi harapannya sirna seketika setelah dieksekusi oleh Guild Seven Star. Pada akhirnya, Straf memutuskan untuk menjual seluruh peralatannya termasuk kapsul VR dan hidup normal lagi. Sudah sejak saat itu Ia tak pernah kembali ke dunia Re:Life.
Dengan gajinya yang sekarang, Ia takkan pernah mampu mewujudkan cita-citanya untuk mendirikan sebuah kedai kopi. Tapi jika dengan uang ini mungkin saja….
“Aku akan menerimanya! Kapan aku bisa memulainya?!” Teriak Straf dengan penuh semangat.
Tentu saja, Ia takkan menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan kepadanya.
“Pilihan yang bijak. Kalau begitu, bagaimana jika kita mulai sekarang?”
Dan begitulah, Guild Seven Star telah menemukan kunci terbaik dalam mencari keberadaan targetnya. Yang tersisa hanyalah usaha Guild Seven Star untuk menguak rahasia dari Eric. Jika itu tidak mungkin, maka mereka harus mengambil langkah ekstrim.
...***...
“Selamat, Tuan Eric! Kau semakin baik dalam memanfaatkan skillmu! Bahkan beberapa skill yang baru saja diberikan oleh Alice! Kini aku hanya bisa semakin menghormatimu, Tuanku.” Ucap Lucien setelah melihat pertarunganku.
Aku yang sebelumnya membutuhkan waktu 15 menit untuk membunuh satu Oak Ent, kini hanya membutuhkan waktu 8 menit untuk membunuh tidak hanya satu, tapi tiga Oak Ent sekaligus!
Bahkan jika kau bertanya padaku, aku sangat bangga pada diriku sendiri!
“Akhirnya…. Setelah perjuangan kerasku selama hampir sebulan di hutan ini…. Yah, meskipun ini hanya selama beberapa hari saja di dunia nyata. Meski begitu…. Ah! Aku sangat senang! Terimakasih Lucien!” Ucapku sambil melompat-lompat kegirangan.
Alice sesekali menemuiku untuk memberikanku tips mengenai cara bertarung sebagai seorang penyihir. Tak hanya itu, Ia juga membawakan buku-buku sihir pesananku.
Sebagian besar buku pesananku merupakan tingkat Normal hingga Epic, tapi aku yakin bahwa pemanfaatannya di dalam pertarungan cukup besar.
Meskipun, aku juga memesan beberapa buku tingkat Unique. Harganya cukup gila yaitu lebih dari 50.000 koin emas!
Selain itu, Lucien selalu mengoreksi kesalahanku selama bertarung. Itu saja sudah sangat membantuku untuk berkembang lebih jauh.
Selama pertarunganku, Lucien selalu mundur dan menjagaku dari jauh. Tapi di saat aku sedang Log Out, Ia akan memburu habis seluruh monster yang ada di Hutan Besar Rodiria ini. Levelnya naik dengan sangat pesat dan kini telah mencapai angka yang mengerikan.
Untuk menghadiahi Lucien yang selalu mendukungku, aku ingin Ia menjadi jauh lebih kuat lagi. Oleh karena itu….
“Lucien. Aku akan memberikanmu sesuatu. Ascension!” Ucapku sambil mengarahkan lengan kananku kepadanya.
“Sebuah kehormatan untukku, Tuanku.” Balas Lucien sambil berlutut di hadapanku.
Seketika sebuah cahaya keemasan muncul mengelilingi tubuh Lucien. Tak hanya itu, tiga buah bola cahaya berwarna kuning juga nampak berputar ringan mengelilinginya.
...[Skill Ascension telah digunakan!]...
...[Tentukan peningkatan yang ingin Anda lakukan!]...
Dengan segera aku menekan sebuah tombol yang belum pernah kusentuh sebelumnya.
...[Peningkatan Rarity]...
...Mengorbankan 200 level untuk meningkatkan rarity target dari Epic ke Unique....
...[Apakah Anda yakin akan mengorbankan 200 level milik Anda?]...
...[Ya] [Tidak]...
Aku sangat paham bahwa levelku akan kembali dengan cepat. 200 level? Bagiku yang sekarang itu hanyalah 3 minggu duduk santai. Jika aku sendiri terjun untuk berburu mungkin hanya butuh 2 minggu.
Rebirth? Untuk apa aku menggunakan skill tingkat Normal itu jika aku memiliki skill tingkat Legendary bernama Ascension?
Tapi aku akan meningkatkan Growthku sendiri lain waktu. Sekarang aku harus fokus dalam memupuk bakat luarbiasa yang dimiliki oleh Lucien.
Bagaimana pun, Ia adalah aset terbesarku!
Segera setelah aku menekan tombol itu....
Cahaya emas itu tiba-tiba bergerak dengan sangat liar. Ketiga bola cahaya itu juga bergerak memutari tubuh Lucien dengan sangat cepat. Hingga pada akhirnya, semua cahaya itu menutupi tubuh Lucien dengan cahaya yang sangat terang.
Setelah itu, notifikasi yang membahagiakan muncul di hadapanku.
...[Peningkatan Rarity telah berhasil!]...
...[Individu Lucien telah meraih tingkat Unique!]...
...[Peningkatan Growth Point secara ekstrim telah terjadi!]...
...[Peningkatan kekuatan skill secara ekstrim telah terjadi!]...
...[Peningkatan kecerdasan AI telah terjadi!]...
...[Peningkatan selesai!]...
...[Selamat!]...
Aku tersenyum dengan sangat puas melihat notifikasi itu.
Saat aku memandangi sosok Lucien yang masih berlutut di hadapanku, Ia terlihat jauh lebih tampan dari sebelumnya. Bahkan aku merasa Ia menjadi lebih kuat!
Tubuh Vampire Earl yang putih pucat itu ditutupi dengan sebuah set pakaian bangsawan berwarna hitam dan putih seperti pada era Tudor. Pakaiannya sungguh sangat rapi dan indah. Pakaian yang Ia kenakan terbuat dari bahan tingkat Unique. Salah satunya yaitu Manticore Skin yang dibeli Elin di Auction Market.
Tentu saja, seluruh set pakaian Lucien berada di tingkat Unique. Termasuk senjatanya yaitu Magic Device yang berupa sebuah cincin yaitu Dimensional Ring.
Cincin ini memungkinkan pengguna untuk menyimpan berbagai jenis sihir yang dapat dilontarkan secara instan. Dengan kata lain, istilah Casting Time pada skill tidak lagi berlaku bagi pemilik Dimensional Ring.
Meskipun.... Terdapat batas akan jumlah sihir yang dapat disimpan. Tapi itu bukanlah masalah yang besar.
Pembuatannya membutuhkan waktu berbulan-bulan bagi Tasmith yang bekerja sama dengan Liz. Tapi hasil akhirnya sangat memuaskan.
Pada saat aku melihat status milik Lucien….
[Lucien, Vampire Earl]
[Ras : Vampir]
[Rarity : Unique]
[Level : 241]
Health Point : 283.355
Mana Point : 328.192
Stamina Point : 58.322
Attack Power : 16.721
Magic Power : 41.521
Defense : 6.285
[Status]
STR : 7.471
AGI : 8.917
INT : 5.061
VIT : 4.579
STA : 4.338
DEX : 2.651
[Growth Point]
STR : 31
AGI : 37
INT : 21
VIT : 19
STA : 18
DEX : 11
Total Growth Point : 137
Aku sangat puas melihat status gila milik Lucien. Dengan ini, aku bisa berlatih dengan tenang dimana pun. Aku yakin Lucien akan selalu melindungiku ketika dalam kondisi berbahaya. Lucien sendiri nampak begitu puas dengan peningkatan kekuatannya.
“Fufufu…. Aku merasakan kekuatan kegelapan yang luarbiasa! Tuan, Eric! Aku merasa sangat terhormat karena telah memperoleh kekuatan ini! Dari lubuk hatiku yang terdalam, aku mengucapkan rasa terimakasih yang paling besar.
Untuk itulah, kumohon terima sumpah setiaku selamanya kepadamu, Tuan Eric.” Ucap Lucien sambil berlutut dan menundukkan kepalanya.
“Aku, Eric Sang Penguasa Dungeon, menerima sumpah setiamu itu, Lucien.” Balasku mengikuti alur pembicaraan Lucien.
“Terimakasih, Tuanku.”
Aku masih tak menyadarinya saat itu….
Di saat aku masih berbahagia karena kenaikan Lucien menjadi Vampir tingkat Unique….
Nampak sebuah celah yang terbuka di gelapnya malam hari ini. Terlebih lagi, di tengah hutan yang sangat lebat.
Sebuah celah berbentuk lingkaran sebanyak dua buah. Ukurannya cukup untuk dilewati seseorang. Sedangkan warna ungu kehitaman yang dipancarkan celah itu terlihat memiliki kesan misterius.
Dibalik kedua celah itu, nampak sosok manusia yang hendak melewatinya.
...'Luna dan Brunhilda'...