The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 35 - Hasil Pertempuran


Elin menarikku secara paksa dan kabur dari padang rumput itu.


Aku masih merasa ngeri melihat pemandangan barusan. 10 ribu pasukan goblin yang sudah susah payah kupanggil hilang begitu saja.


'Bagaimana caraku melaporkan ini kepada Chris?' Pikirku dalam hati.


Aku takut jika kegagalanku disini akan membuat Chris marah lalu meminta ganti rugi. Jika begitu... bagaimana dengan adikku?


Pikiranku yang bercampur aduk membuat langkahku semakin pelan. Elin yang telah menyarungkan kedua belatinya menarikku dengan lebih keras.


"Oi Eric! Jika kau tidak bisa berlari lebih kencang maka Ksatria berkuda itu akan menyusul kita!" Teriak Elin.


Aku merasa bersalah atas semua ini dan tak menjawab perkataan Elin.


"Dasar bodoh! Jika kau memang tidak mau berlari...."


Elin kemudian menghentikan langkah kakinya. Ia kemudian membungkuk didepanku. Saat masih kebingungan apa yang akan Ia lakukan, Elin dengan cepat menarik tubuhku.


Ternyata Ia berencana untuk menggendongku seperti barang bawaan.


Sungguh penampilan yang memalukan bagiku.


"Apa yang kau lakukan Elin! Cepat turunkan aku!"


"Dasar bodoh, jika aku membawamu seperti ini kita dapat bergerak dengan lebih cepat!" Teriak Elin.


Memang benar, pergerakan kami berdua menjadi jauh lebih cepat. Atau bisa kukatakan pergerakan Elin.


Mengingat kembali, distribusi Growth Point milik Elin cukup mengerikan.


【Nama : Elin】


Level : 139


Growth Stats :


STR : 8


AGI : 13


INT : 5


VIT : 3


STA : 3


DEX : 1


Benar. Elin membuang pertahanannya demi kelincahan yang sangat tinggi serta kemampuan serang yang cukup tajam.


Total growth poin yang dimiliki oleh Elin yaitu sebesar 33 poin. Itu artinya Ia telah menyelesaikan beberapa Quest rahasia yang memberikan hadiah berupa growth poin atau telah meneguk Elixir yang merupakan salah satu item paling langka di dunia ini.


Dengan kalimat singkat, Elin merupakan sebuah Glass Cannon yang mengabaikan pertahanan demi kekuatan serangan.


Maka dari itu, kecepatan berlari Elin jauh melebihi diriku. Tak heran jika menggendongku justru membuat perjalanan ini menjadi lebih cepat.


Tapi sayangnya, status stamina Elin berkata lain.


"Hah... hah... hah... maaf Eric, tapi aku telah kehabisan stamina... hah...." Ucap Elin dengan nafas yang terengah-engah.


Jujur saja pemandangan ini cukup lucu mengingat Elin yang selalu bersikap seakan Ia selalu di atas semua orang. Tapi aku takkan membahas itu.


"Sekarang biarkan aku yang menggendongmu."


"Baiklah... hah... hah..."


Kami menuju ke arah hutan kecil yang ditunjukkan oleh Elin untuk bersembunyi. Setelah merasa kondisi sedikit aman, Elin segera menghubungi Chris.


"Hei Chris, nampaknya kami gagal menahan serangan di salah satu sisi kerajaanmu. Bisakah kau meminjamkan kekuatan Alice sebentar untuk memindahkan kami ke Ibukota? Kami akan menyusun ulang rencana di sana." Tanya Elin.


"Ah jadi begitu, baiklah. Aku akan meminta Alice untuk menjemput kalian. Berikan saja koordinat kalian. Ngomong-ngomong bagaimana pertempurannya?" Tanya Chris melalui fitur pesan suara di jendela pertemanan.


Setelah itu, Elin menjelaskan situasinya.


Ia menyebutkan bahwa wilayah bagian Timur tidak diketahui bagaimana kondisinya, namun Elin memprediksi bahwa pasukan yang dikirim kesana hanya berjumlah kecil sehingga peluang kemenangan pasukan goblin cukup tinggi.


Sementara itu, bagian Barat mengalami kekalahan telak. 40 ribu goblin yang dirasa akan mampu menghantam pasukan apapun dikalahkan dalam sekejap.


Chris memaklumi hal itu dan memuji kami karena telah berjuang sebaik mungkin. Ia juga berencana untuk menyumbangkan lebih banyak full mana potion dan meminta kami untuk mempertahankan Ibukota hingga mereka kembali.


Nampaknya Chris dan seluruh anggota Guild Salvation masih mencari keberadaan pandai besi legendaris ini.


Setelah semua percakapan selesai, muncul sebuah lingkaran sihir bercahaya di dekat kami berdua. Lingkaran sihir dengan warna biru yang Indah. Dibaliknya muncul sesosok perempuan.



Kami berdua segera memasuki lingkaran sihir itu dan berpindah tempat ke Ibukota Kerajaan Rena.


"Kalau begitu, aku pergi dulu. Masih banyak hal yang harus kulakukan." Ucap Alice.


Ia kembali membuka lingaran sihir baru dan menghilang begitu saja. Sejujurnya aku sedikit iri dengan kemampuan itu karena memungkinkan pergerakan jarak jauh dengan cepat. Tapi aku tak boleh serakah. Aku tahu akan hal itu.


"Mari kita susun ulang rencana pertahanan ini Elin!"


"Baiklah tunggu sebentar, aku akan memikirkan sesuatu." Jawab Elin.


...***...


"Hahaha! Rasakan itu goblin sialan!" Teriak Burner setelah memenangkan pertempuran ini dengan mudah.


"Sungguh luarbiasa, Tuan Burner. Ayahku pasti sangat menyukai kemenangan ini!" Ucap Arnold.


"Sekarang pasukan mereka telah hancur, kita hanya perlu bergerak lurus ke Ibukota mereka yaitu Reinard! Semua pasukan! Bersiap untuk bergerak!" Teriak Arnold.


"Jika kita bisa menguasai Ibukota itu, seluruh wilayah bekas Kerajaan Rena akan dibawah kendali Federasi! Kita harus segera memenangkan pertempuran ini!" Ucap Burner dengan tegas sambil mengepalkan tangannya.


Seluruh pasukan dari Federasi Pedagang bergerak menuju Ibukota Kerajaan Rena, Reinard.


Pergerakan mereka sangat rapi dan nampak di wajah mereka rasa percaya diri yang luar biasa.


Wajar saja karena mereka baru saja membantai 40 ribu prajurit goblin dengan sangat mudah.


Di sisi lain, mereka belum mengetahui kabar mengenai kekalahan pasukan mereka di hutan wilayah Timur. Tapi itu bukanlah hal besar bagi mereka karena pasukan itu hanyalah sebuah pengecoh.


Para Player yang ikut serta dalan Quest perang ini tersenyum lebar menantikan hadiah besar untuk diri mereka.


...***...


"Apa kalian mengetahui identitas dari pandai besi legendaris itu?" Tanya seorang pria dengan tubuh kurus di sebuah Tavern.


"Ya kami tahu! Tapi harganya 500 koin emas untuk informasi itu! Bagaimana?" Jawab player itu.


"Jika kalian ingin berbohong maka lakukanlah dengan lebih baik. Mari kita pergi dari sini, Alice." Balas pria kurus dengan nama Neo itu.


"Ayo, Neo. Nampaknya tidak ada informasi yang berguna di sini."


Lingkaran sihir muncul di lantai dan kedua orang itu segera menghilang.


"Ja-jangan bilang bahwa mereka adalah Alice dan Neo?!" Teriak kaget banyak orang yang ada di dalam Tavern itu.


Ya, Neo dan Alice adalah orang yang sangat terkenal. Mereka menduduki peringkat pertama dalam hal pengumpulan informasi. Semua orang tahu itu, tapi tidak semuanya mengenali penampilan mereka.


Pencarian pandai besi legendaris itu masih terus berlanjut siang dan malam tanpa kenal lelah.


...***...


"Apa kau bilang Elin? Menggunakan skill Demon Summoning jika kondisi memburuk?!" Teriakku kaget mendengarkan usulan rencana dari Elin.


"Ini adalah kesempatan emas bagi kita untuk mencoba skill itu. Jika situasi memburuk, biarkan saja para prajurit Federasi yang menanganinya. Jika hasilnya baik, mungkin saja kita akan memenangkan pertempuran ini." Jawab Elin dengan tegas.


"Bagaimana jika hasil panggilannya hanyalah monster lemah?"


"Jika pada akhirnya yang keluar hanyalah monster yang sedikit lebih kuat daripada goblin, kerajaan ini akan jatuh ke tangan Federasi. Dan tentu itu semua salah Chris karena meninggalkan kita berdua di situasi ini." Jawab Elin dengan tenang.


"Kau benar juga ya. Ya! Sejak awal ini adalah kesalahan Chris yang menelantarkan kita berdua! Jika dia memang peduli dengan kerajaan ini pastinya dia akan ada di sini sekarang!"


Begitulah, semua sudah diputuskan.


Dalam waktu 3 hari ini, aku akan terus memanggil goblin sebanyak mungkin dan bertarung dengan baik.


Tapi jika kondisinya memburuk, aku akan mencoba untuk menggunakan skill yang sejak lama dilarang oleh Elin.


...【Demon Summoning】...


...___________________________________...


...[Sebelum lanjut membaca]...


...[Ada baiknya untuk menekan tombol Like]...


...[Dan juga meninggalkan komentar dalam bentuk apapun]...


...[Tak ada ruginya bagi kalian]...


...[Tapi percayalah, hal sederhana itu yang menyemangatiku untuk terus menulis]...