
"K-kau! Kau bisa melihat status dan skill orang lain?!" Teriakku dengan penuh ketakutan. Kakiku tanpa sadar melangkah mundur untuk menjauhi Elin.
"Kau baru sadar sekarang?" Jawabnya dengan santai.
'Monster! Perempuan ini sangat berbahaya. Di saat dia mengetahui segalanya tentangku, aku bahkan tidak tahu levelnya! Terlebih lagi jika dia membocorkan identitasku....'
Selama ini aku memperkenalkan diriku sebagai seorang Tamer yaitu skill tingkat Epic yang mampu menjinakkan monster untuk dijadikan bawahan. Bahkan aku mengatakan kalau aku seorang Unofficial Ranker dengan level lebih dari 100 untuk menjamin keamananku saat bertransaksi.
Unofficial Ranker. Itu merupakan istilah bagi para player dengan level tinggi yang tidak mengirimkan data levelnya kedalam Leaderboard sehingga tidak ada yang mengetahui mengenai nama dan level mereka yang sebenarnya.
Cara ini dilakukan oleh orang-orang yang tidak begitu memperdulikan peringkat dan beberapa organisasi gelap yang tidak ingin diketahui kekuatan anggotanya.
Dengan kata lain, siapapun tidak akan menemukan levelmu di Leaderboard jika kau tidak menyerahkannya atau menjadi seorang Unofficial Ranker.
Itulah informasi yang aku peroleh selama browsing di dalam Re:Life dengan santai. Aku pun menerapkannya dengan baik dan hasilnya tidak ada yang berani bermacam-macam padaku selama transaksi.
Tapi Elin mengetahui kemampuanku yang sebenarnya.
Jika Ia membocorkannya, maka peluangku untuk berdagang monster dengan tenang akan hancur.
Sementara itu, Elin masih sibuk mengotak-atik jendela menu yang ada di hadapannya. Sepertinya Ia sedang mempelajari mengenai cara kerja seluruh skill yang aku miliki.
'Tolong jangan dilihat please... kemampuanku sungguh memalukan....' Doaku dalam hati.
Elin yang nampak puas menutup jendela menu di hadapannya.
"Kau punya skill yang sangat menarik! Dan aku, punya cara untuk menghasilkan uang sebanyak-banyaknya dengan memanfaatkan skill itu!" Teriak Elin dengan wajah sombong.
"Memangnya bagaimana caranya?" Tanyaku dengan penuh keraguan.
"Sebelum itu, kita harus membuat kesepakatan terlebih dahulu! Aku tidak melakukan semua ini secara gratis kau tahu?"
"Baiklah, apa yang kau inginkan. Lagipula aku tidak bisa menolaknya kan." Jawabku dengan penuh kesedihan.
"Keinginanku yaitu : keuntungan yang diperoleh dari rencana dan bantuanku harus dibagi dua. Setengahnya untuk dirimu, dan setengahnya untukku. Sebagai gantinya, aku akan berjanji untuk mendukungmu serta mengembangkan kemampuanmu. Bagaimana? Bukan tawaran yang buruk kan?"
Tanpa kusangka, Elin memberikan kondisi yang tidak terlalu parah. Jujur saja aku pikir dia akan meminta seluruh keuntungan untuk dirinya tapi malah membagi dua keuntungan yang diperoleh.
Meskipun setengah terdengar cukup banyak, tapi jika rencannya sangat baik tentu aku akan untung besar. Mungkin lebih besar daripada aku sendiri.
Ya, aku harus ingat. Aku butuh banyak uang untuk pengobatan Rina.
"Baiklah, aku menerima permintaanmu. Tapi kau harus janji bahwa rencanamu akan memberikan banyak keuntungan ya! Aku saat ini sedang butuh banyak uang."
"Tentu saja, Erik. Jika rencanaku buruk tentu saja aku akan ikut rugi. Lagipula, aku juga membutuhkan banyak uang."
Setelah percakapan singkat itu, kami pun berjabat tangan menandai diterimanya kesepakatan itu.
...***...
"Maafkan aku, Chris. Aku tak menyangka akan menjadi seperti ini."
"Tak masalah, Neo. Hal ini sudah berada di luar kemampuan kita semua. Tapi tak kusangka bahwa pasukan barbar dari timur akan menyerbu wilayah Kerajaan Rena."
Kedua pria itu berdiri di atas tembok batu suatu benteng. Di sekeliling mereka terdapat ribuan prajurit yang memegang pedang, tombak dan panah.
Dihadapan benteng itu terdapat puluhan ribu pasukan barbar. Penampilan mereka cukup mengerikan. Pasukan barbar itu memiliki tubuh berotot yang besar, dengan tinggi hampir 2 meter dan menggunakan zirah besi yang minimal.
Persenjataan mereka kebanyakan menggunakan kapak dan tombak tanpa menggunakan perisai.
Jika dibandingkan dengan pasukan pemberontakan yang dipimpin oleh Chris, mereka memiliki level yang berkisar antara 30 hingga 45.
"Perbedaannya sangat signifikan antara pasukan kita dan pasukan barbar. Secara kualitas maupun kuantitas kita kalah jauh. Bagaimana menurutmu, Chris?" Tanya Neo setelah mengamati keadaan sekitar.
Pertarungan tidak dapat terhindarkan.
Pasukan barbarian merupakan NPC yang dikategorikan sebagai Enemy atau musuh. Mereka dapat berbicara dan mengambil tindakan sendiri berdasarkan AI yang mereka miliki seperti NPC di desa dan di kota.
Perbedaannya adalah mereka disetting oleh pihak pengembang Re:Life sebagai musuh peradaban.
Barbarian akan terus bergerak dari padang pasir Averna bagian Utara menuju peradaban manusia untuk menghancurkan semuanya.
Seharusnya, peristiwa ini akan menjadi sebuah Event dimana Quest besar-besaran akan dibagikan oleh Kerajaan Rena kepada seluruh Player dan Ksatria dan prajurit NPC.
Setelah pembagian Quest ini, pemusnahan puluhan ribu pasukan barbar akan selesai dengan mudah.
Tapi sayangnya kerajaan Rena saat ini telah hancur dan seluruh kekuatan militer yang tersisa masih sibuk melawan pemberontakan yang dilakukan oleh Guild Salvation.
Maka dari itu, situasi saat ini menjadi sangat buruk.
"Sialan, siapa yang bisa menghentikan mereka.... Neo, prediksi ke arah mana mereka akan bergerak setelah mengambil alih benteng ini!" Tanya Chris dengan tegas.
Neo segera membuka sebuah gulungan kertas tua yang berisi gambar mengenai berbagai lokasi di dunia Re:Life.
Lokasi benteng tempat Neo dan Chris berada saat ini yaitu di ujung deretan pegunungan Ranias. Di balik benteng itu terdapat hutan yang cukup lebat.
Setelah menganalisa selama beberapa saat, Neo mulai membuka mulutnya.
"Sayang sekali, mereka akan terus bergerak hingga melewati kaki pegunungan Ranias. Akan tetapi, setelah sampai di sana aku yakin mereka akan bergerak ke arah Barat menuju ke Federasi Pedagang. Kota-kota yang ada di Federasi pedagang sangat makmur dan padat penduduk. Jika kita mengorbankan benteng ini serta 1 kota dan 5 desa yang ada di baliknya, kita semua bisa selamat dari invasi pasukan barbar sambil mengevakuasi penduduk di sepanjang jalan dan membawa mereka ke ibukota."
Neo menjawab dengan sangat rinci.
"Baiklah, kita akan menjalankan rencana itu. Aku percayakan semua padamu Neo."
"Serahkan saja padaku!"
Dengan demikian, mereka memutuskan untuk menarik mundur seluruh pasukan dan penduduk di sepanjang jalan yang mereka lewati.
Jumlah rombongan pengungsian itu mencapai 200 ribu orang dimana 8 ribu diantaranya merupakan prajurit pangkat rendah yang baru mengalami pertempuran satu kali.
Pada akhirnya, rencana mereka sukses dan mampu menyelamatkan seluruh penduduk. Pasukan barbar juga bergerak sesuai perkiraan Neo dan menyerang wilayah kekuasaan Federasi Pedagang. Meski demikian, Kerajaan masa depan Chris kehilangan setidaknya seperempat wilayahnya.
Tapi kedua hal itu merupakan kisah untuk lain waktu.
...***...
"Hei! Ngomong-ngomong kau sudah mengetahui semua Skill milikku kan? Sekarang giliranmu untuk memberitahuku semua Skill milikmu!" Teriakku pada Elin.
Elin yang masih duduk santai menolehkan kepalanya ke arahku.
"Hah? Kenapa aku harus memberitahumu mengenai Skill yang aku miliki? Lagipula hal itu tidak terdapat dalam kesepakatan barusan jadi aku tidak memiliki kewajiban untuk melakukannya." Balas Elin dengan wajah yang seakan meledekku.
'D-dasar gadis sialan!' Teriakku.
Setidaknya dalam hatiku.