
“Jadi senjata seperti apa yang kau inginkan?” Tanya seorang Pria dengan kulit yang agak gelap itu.
“Sebuah pedang dua tangan, Greatsword untukku!” Ucap Pria berbadan kekar yang tak lain adalah Chris.
“Baiklah, lalu bahan yang ingin kau gunakan?” Tanya Pria yang tak lain adalah Aamori.
“Hmm… Apa yang kau rekomendasikan untuk membuat pedang yang kuat dan memiliki daya serang tinggi?” Tanya Chris.
“Jika kau hanya menginginkan kekuatan saja, maka aku menyarankan pembuatan pedang dengan menggunakan Black Iron yang telah ditempa. Pengerjaannya akan membutuhkan waktu tapi daya serangnya akan sangat tinggi. Kelemahannya adalah hasilnya sangat berat dan akan menurunkan kecepatan seranganmu.” Jawab Aamori dengan rinci.
Ketiga saudaranya yang masih menempa peralatan nampak sibuk dengan dunianya sendiri.
“Hmm… akan sedikit percuma jika serangannya tinggi tapi lambat. Apakah ada yang membuatnya menjadi lebih ringan?”
“Jika kau ingin sesuatu yang lebih ringan, aku menyarankan penggunaan Mithril. Daya tahannya sangat bagus dan ringan, akan tetapi kekuatannya kalah dengan Black Iron tempa dan Adamantite. Harganya aku yakin kau sudah tahu sendiri kan, Chris?”
“Ya, aku tahu. Apakah bisa mencampurkan antara 2 logam itu menjadi satu?” Tanya Chris dengan penuh rasa penasaran. Jika hal tersebut mungkin dilakukan, maka kekuatannya akan tinggi tapi tetap ringan.
“Hmm… kurasa aku bisa mencobanya. Jika hasilnya jelek jangan salahkan aku ya?”
Setelah diputuskan, Chris akhirnya pergi untuk membeli material yang dibutuhkan di pasar Auction. Bahan yang Ia butuhkan sangat banyak karena ukuran Greatsword sangatlah besar. Lebih dari 6.000 koin emas melayang hanya untuk memenuhi kebutuhan materialnya. Belum termasuk biaya jasa pengerjaan yang dilakukan oleh Aamori.
“Kuharap Aamori dapat menghasilkan item yang luarbiasa untukku….” Ucap Chris dengan lemas setelah melihat informasi status di jendela menu miliknya. Uang yang Ia miliki hanya tersisa 87.581 koin emas.
“Oh?! Bukankah ini Chris sang Raja?” Ucap salah seorang yang lewat di jalanan.
“K-kau?! Executioner?!” Teriak Chris kaget. Wajar saja karena Chris telah mengetahui kekuatannya yang sebenarnya berdasarkan informasi dari Elin.
“Kenapa kau kaget seperti itu? Hahaha….” Evalina tertawa keras melihat reaksi Chris.
“Ah, ya… aku memang mudah kaget haha…. Ngomong-ngomong, apa yang kau lakukan di Reinard?” Tanya Chris.
“Tenang saja, aku hanya melihat-lihat kerajaan baru yang didirikan oleh seorang Player. Terlebih lagi aku juga akan menjaga ketertiban jika ada sesuatu yang salah. Bukankah kau seharusnya berterimakasih kepadaku?” Jawab Evalina dengan senyuman.
“Ah, jadi begitu…. Baiklah, semoga kau suka dengan kerajaanku. Meskipun masih banyak masalah kecil disana-sini.”
“Ya, kurasa aku cukup suka dengan kerajaanmu. Kalau begitu sampai jumpa, Chris.”
Evalina pun melangkah pergi dari jalanan ini.
“Hah… semoga dia menepati janjinya untuk tidak mengganggu kerajaanku….” Ucap Chris dengan lirih.
Ia pun bergegas kembali ke wilayah kastilnya. Disana sudah dibuat tempat kerja Aamori dan 3 saudaranya. Fasilitas pandai besi yang ada di kastil sangat lengkap sehingga mampu menarik seluruh potensi dari Aamori.
“Aamori, aku telah membawakan materialnya untukmu.” Ucap Chris.
Aamori yang nampaknya masih mengajari saudaranya segera menjawab Chris.
“Ah, baiklah. Aku akan mulai bekerja sekarang.”
Tampilannya yang terlihat santai dengan badan yang sedikit berotot itu berubah drastis ketika telah memegang palu. Ia bekerja tanpa henti seakan tiada lagi kesempatan baginya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Jika saja yang melakukannya adalah seorang NPC, dia pasti sudah mati karena kelaparan dan haus serta rasa lelah yang ekstrim.
Tapi tidak bagi Aamori yang merupakan seorang Player. Lingkungan hidupnya di Afrika Tengah yang keras mengharuskannya bekerja keras setiap saat untuk mampu bertahan hidup.
Ia bersama ketiga saudaranya bekerja sebagai pandai besi di desanya. Membuat berbagai alat kebutuhan warga desa sekaligus memperbaikinya. Saat dia mendengar bahwa ada dunia game yang mampu menghasilkan banyak uang, mereka berempat memutuskan untuk pergi ke kota.
Berbekal uang tabungan keluarga untuk menyewa sebuah kamar kecil, mereka berempat bekerja keras di Re:Life setiap harinya sebagai pandai besi. Hasilnya jauh lebih baik jika dibandingkan dengan pekerjaan sebelumnya. Ia selalu rutin mengirim uang penghasilannya ke desanya untuk membantu hidup keluarganya.
Semua itu berubah sejak Ia kontrak kerja dengan Chris.
Ya, Chris mengangkatnya terbang tinggi. Melepaskannya dari belenggu kesengsaraan. Ia kini mampu membiayai seluruh penduduk desanya dengan makanan yang enak setiap hari. Kamar berukuran 3x3 meter yang digunakan bersama ketiga saudaranya kini telah lama ditinggalkan.
Setidaknya Ia telah menyewa sebuah rumah tua yang cukup murah agar Ia dan ketiga saudaranya hidup lebih nyaman.
Kini, Ia harus membalas semua itu.
Dengan bekerja sebaik mungkin untuk membalas kebaikan Chris.
‘Ttraaang!!!’
‘Ttraaaang!!!’
Suara pukulan palu besi itu memekikkan telinga semua orang. Akan tetapi Aamori tidak gentar sama sekali. Ia terus menerus bekerja selama beberapa hari.
Ia melelehkan material itu, menempanya, memanaskannya kembali, menempanya kembali. Semua itu Ia lakukan berulang-ulang kali untuk menghasilkan logam tempa yang terbaik.
Hingga pada akhirnya, setelah lebih dari 5 hari mengerjakan pedang besar pesanan Chris, Ia berhasil. Sebuah mahakarya yang belum pernah Ia lihat sebelumnya. Bahkan seorang pandai besi seperti Aamori dapat menjadi pendekar pedang hebat dengan item ini.
“YEESSS!!! Terimakasih banyak Aamori!” Teriak Chris.
Ia pun dengan segera menyerahkan hampir seluruh sisa uang yang Ia miliki di Inventorynya kepada Aamori. 80.000 koin emas. Jumlah yang sangat fantastis.
Jika ditukarkan menjadi rupiah? Bisa mencapai 3 miliyar rupiah! Tapi Chris tidak berhenti di situ.
“Aamori, maafkan aku tapi saat ini hanya ini yang kupunya. Setelah berburu dan menghasilkan lebih banyak lagi, aku akan melunasinya!” Teriak Chris kegirangan.
“Eh?! Tapi aku bahkan sudah bahagia dengan uang….”
Belum sempat menyelesaikan perkataannya, Chris dengan segera memotongnya.
“Aamori, kau harus lebih memahami mengenai kemampuanmu. Kau harus menghargainya dengan lebih pantas. Percaya dirilah! Aku akan menghargai pedang ini sebesar 200.000 koin emas! Nantikan saja ketika aku melunasinya!” Teriak Chris.
“A-apakah kau yakin? Sudah kubilang 80.000 koin emas sudah sangat besar bagiku.”
“Ya, aku sangat yakin!”
“Baiklah kalau begitu, aku akan menantikannya. Ah, tenang saja. Aku tidak akan memintamu membayarnya dengan segera. Santai saja, mengingat kaulah yang memahami mengenai kemampuanku dan mensejahterakan hidupku.” Jawab Aamori sambil menggaruk-garuk kepalanya.
“Baiklah! Tapi sungguh, ini adalah sebuah mahakarya, Aamori!” Teriak Chris sambil mengangkat Greatsword itu dengan kedua tangannya.
Penampilan pedang itu sangat indah. Dengan panjang mencapai 1,5 meter lebih serta cukup lebar dan tebal seharusnya membuat pedang ini sangat berat. Tapi pada kenyataannya tidak.
Pedang berwarna perak dengan alur hitam di beberapa bagian bilah pedang ini nampak memberikan kesan yang sangat kuat.
[Aamori’s Great Sword]
[Rarity : Legendary]
[Pembuat : Aamori]
[Atribut]
Attack Power : 12.800 – 16.700
Attack Speed : +10%
Strength : + 40%
Stamina : + 30%
Vitality : + 15%
[Efek Khusus]
Super Reinforced Material
Efek : Pedang ini tidak akan pernah patah karena penempaan yang sangat ekstrim. Meningkatkan durabilitas pedang sebesar 200%.
Lightweight Greatsword
Efek : Pedang yang dibuat dari gabungan Forged Black Iron dan Forged Mithril menjadikannya sangat ringan. Hal itu memungkinkan pengguna dapat menggunakan pedang ini dengan satu tangan tanpa menerima penalti apapun.
Skill : Fortify
Efek : Meningkatkan Defense pengguna sebesar 1.000 dan mengurangi damage yang diterima sebesar 20% selama 2 detik. Cooldown penggunaan : 30 detik. Mana : 0.
Setelah itu, Chris membagikan informasi mengenai senjata ini kepada seluruh anggota Guildnya. Tak lupa Ia juga memamerkannya kepada Eric dan Elin.
“Chris sialan! Kenapa Ia memamerkan barang semengerikan ini kepadaku!!!” Teriak Elin sambil memukuli jendela menu di hadapannya.
...___________________________________...
...[Sebelum lanjut membaca]...
...[Ada baiknya untuk menekan tombol Like]...
...[Dan juga meninggalkan komentar dalam bentuk apapun]...
...[Tak ada ruginya bagi kalian]...
...[Tapi percayalah, hal sederhana itu yang menyemangatiku untuk terus menulis]...