The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 222 - Eric Vs Miyamoto 2


'Pantas saja semua orang kalah dalam waktu 3 detik! Dengan Damage di luar nalar seperti ini bahkan dengan HP milikku sekarang maka aku sudah akan mati 14 kali dengan satu tebasan itu!'


Aku begitu heboh dengan keadaan ini di dalam hatiku. Bagaimana tidak, kekuatan tebasan Miyamoto memang melampaui nalar.


Jika saja dia mengubah arah gerakannya dan menyerang dari balik perisaiku.... Kemungkinan aku sudah mati saat ini.


Akan tetapi, Miyamoto nampak cukup tenang dengan keadaan ini dan melompat ke belakang sambil menyarungkan kembali pedangnya.


"Jadi seperti itu ya? Kau menahan kekuatanmu dan memamerkannya padaku saat ini? Bagus. Kurasa jika kau yang menjadi lawanku, aku mungkin bisa mengeluarkan seluruh kekuatanku." Ucap Miyamoto dengan tatapan yang sangat tajam.


Pada saat itu juga, Ia segera memasang kuda-kuda yang jauh berbeda dari sebelumnya.


Aku pun tak hanya diam dan segera menggunakan skill [Amplify] dan mempersiapkan sihir serangan untuk membalasnya


'Tap!'


Dengan secepat kilat, Miyamoto menghentakkan kakinya dengan sangat kuat.


'Duaaarr!'


Seketika seluruh tanah yang menjadi pijakannya hancur lebur dan menyisakan retakan yang sangat besar.


Hanya dalam waktu setengah detik, Ia mampu memotong jarak antara kami berdua yang sejauh 40 meter lebih ini.


Jika saja aku tak pernah melihat Elin bertarung, kemungkinan aku takkan bisa merespon.


Akan tetapi....


'Klaaanggn! Klaaangg!'


'Pyaaarr! Pyaaarrrr!'


'Wuooooosshhh!'


Miyamoto melancarkan tebasan demi tebasan dengan sangat cepat. Sangat cepat hingga aku tak percaya bahwa itu hanyalah 'Basic Attack' tanpa bantuan skill apapun.


Sebagai pembalasan, aku mengeluarkan skill [Incinetationy] yang mengeluarkan api yang sangat panas dan kuat. Akan tetapi, Miyamoto mampu menahannya dengan sangat mudah.


"Wind Blade!" Teriak Miyamoto sambil mengayunkan Katananya secara vertikal dari bawah ke atas. Seketika muncul tebasan angin yang sangat kuat dan seakan memotong seluruh api yang menyerangnya.


Sedangkan aku sudah direpotkan walaupun sudah fokus bertahan. Bahkan dengan bantuan skill legendaris sekalipun aku masih kesulitan melawan gerakannya yang terlampau cepat itu.


Aku menggunakan [Crystal Shield] secukupnya dengan 25.000 Mana Point pada setiap perisai.


Sebagian kecil mampu kuhindari.


Akan tetapi tebasannya itu....


'Zraaat!'


[Anda telah menerima 359.230 damage!]


[Anda telah menerima damage fatal!]


[Anda tidak dapat bergerak selama 2 detik karena damage yang diterima terlalu besar!]


Hanya satu tebasan yang kebetulan menggores bagian dadaku, damage yang ku terima bahkan melampaui setengah dari maksimum Health Point milikku.


'Sial jika terus seperti ini....' Pikirku dalam hati dengan tatapan yang tajam ke arah Miyamoto.


Pada saat Ia hendak mengayunkan Katananya untuk memenggal kepalaku, aku pun segera menggunakan 2 buah lingkaran sihit amplifikasi yang sejak tadi masih ku simpan.


'Wind Blast!'


Pikirku dalam hati dengan kondisi [Paralyzed]. Oleh karena itu, arah sihirku pun seadanya.


Tapi untungnya, tongkat sihirku sedikit condong ke arah tanah di depanku.


Oleh karena itu....


'Wuuuuuuuuuooooooosshh!!!'


Tekanan angin yang sangat kuat dengan segera menghempaskan segalanya yang ada.


Seluruh pohon yang ada di area ini terbang kesana kemari dan hancur begitu saja.


Begitu pula dengan Miyamoto yang nampak terlempar cukup jauh.


Meskipun....


[Anda telah memberikan 148.429 damage!]


[Anda telah menerima 119.350 damage!]


Aku sendiri juga terkena imbasnya dan ikut terbang menjauh ke arah yang berlawanan dengan Miyamoto.


Kini, Health Point milikku hanya tersisa sekitar 130.000 saja.


Sesaat sebelum aku membentur apapun, aku telah terbebas dari efek [Paralyzed] dan segera menggunakan skill [Fly] yang terdapat pada jubahku sihirku.


Aku pun segera terbang cukup tinggi dan menyembuhkan diriku sendiri dengan skill [Heal].


[Anda telah menyembuhkan 285.139 Health Point milik Anda sendiri!]


'Tidak cukup! Aku harus segera memenuhi HP milikku!' Teriakku sambil melihat notifikasi yang muncul di hadapanku itu.


Di kejauhan, nampak sosok Miyamoto yang telah melihat sosokku yang terbang di udara ini.


"Hahaha! Maafkan aku tapi aku ingin memperoleh hadiah utamanya! Terlebih lagi, skill [Fly] tidak termasuk dalam Banned List dari pihak penyelenggara. Dengan kata lain, semua tindakanku ini bukanlah kecurangan!" Balasku dengan suara yang lebih keras daripada Miyamoto.


Mendengar balasanku, Miyamoto nampak mendecakkan lidahnya yang menunjukkan betapa kesalnya dirinya sekarang.


"Cck!"


Terlebih lagi, Ia nampak menunjukkan ekspresi kesal yang tergambar begitu jelas di wajahnya.


'Fufufu.... Sekarang aku ragu apabila kau bisa menyerangku yang berada di.... Tunggu dulu! Apa-apaan itu?!' Teriakku dalam hati penuh kebingungan.


Di atas tanah, nampak sosok Miyamoto yang seakan memasang kuda-kuda yang begitu kuat. Ia memejamkan kedua matanya seakan sudah mengetahui targetnya ada dimana.


Bersamaan dengan itu, hentakan yang luarbiasa kuat dan menghancurkan seluruh tanah pijakannya kembali terjadi.


'Duaaarr!'


Tapi ada yang sedikit aneh....


'Tap!!!'


"Sialan! Bukankah itu sangat curang?!" Teriakku kesal setelah mengetahui Miyamoto mampu melompat di udara seakan terdapat pijakan yang padat di kakinya.


Sebuah skill [Air Step] yang sebelumnya pernah ditunjukkan oleg Angir pada saat aku melawannya.


Aku pun segera terbang lebih tinggi lagi sambil menembakkan sihir apapun yang tidak dalam kondisi Cooldown.


"Fire Arrow! Magic Missile! Magic Barrage! Icicle Lance!"


'Syyuuuuttt! Syuuutt!'


'Duaaarr! Duaaarr!'


Ledakan itu terjadi pada saat rentetan peluru sihir mengenai tubuh Miyamoto.


Tapi apa yang terjadi sebenarnya jauh melampaui imajinasiku.


'Srriingg! Zraaat! Zraaatt!'


Miyamoto nampak menebas seluruh mantra sihir yang kulontarkan kepadanya bahkan hanya dengan menggunakan Basic Attack.


"Ada apa? Apakah kekuatan Penyihir Agung hanya sebatas ini?!" Teriak Miyamoto sambil berusaha memprovokasiku.


"Berisik! Diam saja kau!"


Meski berkata seperti itu, aku juga terus menerus menggunakan skill [Amplify] yang telah ku reset Cooldownnya dengan menggunakan [Overdrive sebelumnya].


Saat ini, pikiranku dipenuhi dengan empat jenis hal yang berbeda namun sama beratnya.


Di satu sisi, aku harus mengendalikan arahku terbang untuk mampu menghindari setiap tebasan yang dilancarkan oleh Miyamoto.


Akan tetapi pada tiga sisi yang lain, aku harus melancarkan serangan sihir dengan menggunakan tongkat sihirku, membentuk lingkaran sihir amplifikasi dengan tangan kiriku, dan tentunya memikirkan sihir apa yang tidak dalam fase Cooldown.


Beban mental dan pikiranku saat ini sangatlah berat.


Pertarungan di atas udara ini terus berlangsung selama hampir lima menit.


Tebasan demi tebasan....


Dan tentunya ledakan sihir dari berbagai skill yang ku miliki terus menerus terjadi dengan sengit.


Bahkan dengan Mana Point milikku yang mencapai 4 juta sekalipun, kini aku hanya memiliki sisa sebanyak 200.000 saja.


Itu semua dikarenakan aku terpaksa menggunakan [Crystal Shield] yang sangat boros Mana Point.


Sedangkan Miyamoto di sisi lain hanya perlu menggunakan Mana Point miliknya untuk Air Step lalu menyerang dengan Basic Attacknya.


'Tunggu dulu.... Kenapa Ia selalu menyerang dengan menggunakan Basic Attacknya? Jangan katakan?!' Pikirku dalam hati seakan menyadari sesuatu.


Pada saat yang bersamaan, nampak senyum tipis dari wajah oriental Miyamoto.


"Kaulah yang menang kali ini, Eric. Nampaknya aku hanya mampu sampai di sini saja." Ucapnya dengan suara yang cukup pelan.


Segera setelah itu, Miyamoto nampak memberikan tebasan terakhirnya yaitu [Wind Blade] yang melancarkan tebasann angin yang kuat ke arahku.


[Anda telah menerima 121.634 damage!]


Bukan damage yang mematikan. Oleh karena itu, aku tak ingin membuang-buang Mana Point milikku untuk menahannya dengan menggunakan [Crystal Shield].


Tapi pada saat yang bersamaan, Miyamoto nampak memejamkan matanya sambil terjatuh bebas dari ketinggian yang mencapai ratusan meter ini.


Aku hanya bisa terdiam melihat sosok lawanku yang begitu tangguh....


Harus kalah karena kehabisan Mana Point.


Hingga akhirnya....


'Braakk!'


Terdengar suara jatuhnya tubuh Miyamoto yang mengenai tanah lapang yang sebelumnya adalah hutan itu. Hutan yang telah terpotong habis oleh teknik pedang rahasia milik Miyamoto sendiri.


Notifikasi yang tak begitu memuaskan pun muncul di hadapanku.


...[Eric Vs Miyamoto]...


...[Winner : Eric!]...