Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
Bergantian


Sedangkan Fika dan Ema yang sudah merebahkan diri diatas tempat tidur dengan posisi berpelukan. dan salah satu tangan Ema dijadikan bantal istrinya dan tangan lainnya mengusap lembut perut yang masih terlihat rata tersebut.


"Kamu ini jahil banget sama, Ayah," ucap Fika, sembari memeluk suaminya dengan erat.


"Habisnya aku masih kesal dengan mereka yang mencuri start lebih dulu," jawab Ema masih menyisakan tawanya. Lalu ia menatap istrinya dengan lembut dan melabuhkan ciuman mesra di permukaan bibir istrinya itu. Fika memejamkan matanya, menikmati ciuman lembut dan mesra itu yang selalu membuatnya mabuk kepayang.


Ema melepaskan tautannya kemudian ia berbisik tepat di depan bibir Fika. "I love you." Lalu salah satu tangannya semakin merabat kebawah dan menyentuh bukit kecil yang di tumbuhi rumput liar.


"I Love you, too," balas Fika, sembari menggigit bibir bawahnya, ketika ia merasakan tangan suaminya bermain di bagian intinya.


"Sayang, tahan." Fika menggeleng pelan dan menarik tangan Ema.


"Aku bisa menahannnya, hanya saja aku ingin bermain dengan milikmu ini," balas Ema, lalu menepis tangan istrinya dan melanjutkan lagi aktifitasnya.


"Yank," Fika memejamkan matanya dan melenguh ketika jari suaminya masuk kedalam intinya dan keluar masuk dengan perlahan.


"Kemarin kamu yang membantu aku pipis enak, sekarang gantian aku yang membantumu," ucap Ema pelan, dan mengigit cuping telinga istrinya dengan lembut, membuat Fika semakin merinding di buatnya.


"Kalau begini aku yang tidak tahan, Ah Nue," racau Fika dan semakin membuka lebar kedua kakinya.


Ema tersenyum, kemudian ia menarik tangannya dan membuat Fika kecewa tapi hanya beberapa saat karena saat ini Ema sudah berada di antara kedua kakinya dan menarik kain segitiganya.


Ema membuka kedua paha Fika dengan lebar, kemudian ia menundukan kepalanya, melihat daging kenyal yang terbelah di ujung sana.


"Nue!" Fika tersentak hingga menahan nafasnya ketika suaminya menenggelamkan wajahnya disana, entah apa yang di lakukan suaminya itu di bawah sana tapi yang jelas Fika merasakan kenikmatan yang luar biasa dan sulit untuk di gambarkan.


"Enak banget," jawab Fika dengan nafas yang memburu.


"Mau lagi?" tanya Ema, dan jari nakalnya mengusap lembut daging kecil yang tumbuh di atas bukit itu.


"Ugh." Fika mengangkat bokongnya ketika jari nakal Ema terus bermain dibawah sana. "Ah, enak banget dan nikmat terus, Yank," pinta Fika sembari memejamkan matanya ketika gelombang kenikmatan itu semakin menggulungnya.


"As you wish," ucap Ema pelan, lalu menenggelamkan wajahnya lagi disana untuk memberikan kenikmatan kepada istrinya, hingga istrinya itu mencapai pelepasan.


"Maaf," ucap Fika ketika ia mencapai pelepasan, malah menekan kepala suaminya.


"Tidak apa-apa, rasamu sangat manis," ucap Ema sensual lalu mengusap sudut bibirnya dengan ibu jarinya, kemudian ia merebahkan dirinya kembali di samping Fika dan merengkuh tubuh istrinya itu kedalam dekapan hangatnya.


"Memangnya gula?" tanya Fika, dengan wajah yang sudah sangat merah.


"Lebih dari itu, sayang," jawab Ema lalu mengecup kening istrinya dengan dalam. Fika memejamkan matanya dan semakin menenggelakan wajahnya di dada bidang suaminya yang sangat nyaman dan wangi itu.


"Aku malu tahu, apa aku harus melakukannya dengan milikmu, emh maksudku apa aku harus membantumu pipis enak dengan ini?" Fika menunjuk bibirnya sendiri.


"Tidak, aku tidak suka jika kamu melakukannya. Kamu bukan wanita murahan jadi bibir manis ini hanya untuk melayani bibirku saja," balas Ema, kemudian ia menarik dagu Fika dan mellumat bibir istrinya itu dengan rakus.


Panass, gerahhh padahal cuaca lagi hujan,, hott jeletott level 10๐Ÿ”ฅ


Kasih dukungannya ya, dengan cara like,vote, komentar, dan gift semampu kaliann. terimakasih, lovee youu all๐Ÿ˜˜