Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
Ekstra part 5


Seorang anak kecil sedang mengguling-nggulingkan badannya dilantai sembari merengek. "Aku mau Papa dan Mama, huwaaa."


"Iya tapi nanti nunggu Opa pulang dari bengkel, apa Juna tidak ingin berlatih boxing dengan Opa?" ucap Rima, berusaha membujuk cucunya agar mau tinggal lebih lama di rumahnya.


Pasalnya Arjuna memang tidak betah jika menginap dirumahnya. Karena anak itu tidak bisa jauh dari Ayahnya.


Mendengar kata boxing, Juna langsung terdiam dan langsung mendudukan dirinya seraya menatap Rima dengan tatapan yang menggemaskan.



"Aku mau Oma, tapi Opa pulangnya masih lama," keluh Arjuna, memanyunkan bibir sebal. Lalu ia mengulurkan kedua tangannya bertanda jika ingin di gendong oleh Rima. Dan dengan senang Rima langsung menggendong cucunya yang sudah berumur 5 tahun itu.


"Sabar ya, kita tidur siang dulu kalau gitu. Bagaimana?" bujuk Rima, sembari mencium gemas pipi Juna.


"Baiklah, tapi beri aku satu Cup es krim," tawar Arjuna, tersenyum memperlihatkan deretan gigi susunya yang rapi.


"Kata Papa, Juna 'kan tidak boleh makan es krim, nanti giginya rusak," ucap Rima, menggoda cucunya.


"Ya sudah kalau begitu. Aku pulang saja, Oma tidak asik!" Arjuna cemberut kesal, menggembungkan pipinya dan memasang wajah sebal, tentu saja hal itu membuat Rima tergelak keras karena tingkah Arjuna sangatlah menggemaskan.


"Uluhh, begitu saja ngambek. Ayo kita kedapur dan mengambil es krim kesukaanmu," ucap Rima, mencubir gemas hidung mancung Arjuna dengan gemas. Kemudian ia melangkahkan kakinya menuju dapur dan masih menggendong Arjuna.


"Yeiiii. Oma yang terbaik, terimakasih Oma," seru Arjuna, lalu mengecup pipi Rima berulang kali.


"Sama-sama, sayang," jawab Rima terkekeh geli. Saat sudah sampai dapur, ia segera membuka kulkas dan mengambil satu cup kecil es krim rasa coklat.


"Satu cup kecil saja ya." Rima membawa Arjuna lagi ke ruang tamu, dan mendudukan cucunya di sofa. Kemudian ia membukakan es krim tersebut untuk cucunya dan Arjuna langsung melahap es krim itu dengan cepat.


*


*


*


Bengkelnya setiap hari selalu ramai, dan ia sangat bersyukur akan hal itu.


"Bondan!" panggil seorang pria, yang baru turun dari mobil mewahnya.


Merasa namanya di panggil, Bondan menoleh kearah sumber suara. "Hai, Jack!" sapa Bondan, tersenyum dan menghentikan pekerjaannya sejenak.


"Ada apa? Tumben datang kesini, mobilmu rusak lagi?" tanya Bondan, lalu melanjutkan pekerjaannya lagi.


"Iya, adalah hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu," ucap Jack terdengar serius, membuat Bondan mengernyit heran.


"Hal penting?" tanya Bondan, tangannya masih sibuk memrikasa mesin mobil yang ada di hadapannya.


"Iya, apa kamu ingin kembali ke ring tinju?" tanya Jack.


"Tidak, aku ingin fokus dengan apa yang aku kerjakan sekarang," jawab Bondan, apa adanya.


"Oh, begitu. Padahal ini kesempatan bagus untukmu," ucap Jack, tidak mau memaksakan. Ia cukup menghargai keputusan temannya.


"Aku ini sudah tua Jack, sekali pukul mungkin aku sudah tumbang," jawab Bondan terkekeh pelan.


"Hem, jangan merendah. Aku tahu kemampuanmu, apa lagi kalau urusan ranjang." Jack tergelak keras, sedangkan Bondan menanggapinya dengan senyuman, karena yang di ucapkan temannya itu benar jika dirinya sangat bringas saat di atas ranjang.


Yuhu, masih ekstra part ya say.. Makasih dukungannya ya😘


Jangan lupa mampir ke Oh! My Bodyguard ya🥰🥰