
Saat ini Emanuel dan Fika sudah berada di perjalanan pulang kerumah. Saat rambu lalu lintas berwarna merah bertanda jika semua kendaraan harus berhenti, Ema menoleh kiri, dimana istrinya duduk termenung.
"Hei, sayang," panggil Ema, tangannya terulur menggenggam tangan istrinya yang berada di pangkuan. Fika menoleh dan tersenyum tipis, dan di wajahnya nampak gurat kecemasan.
"Kenapa?" tanya Ema.
"Aku hanya sedikit takut," ucap Fika pelan, sembari mengusap perutnya yang membesar itu. Ema menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Ema tahu jika istrinya saat ini sedang memikirkan persalinannya nanti.
"Aku akan selalu ada untukmu, sayang," ucap Ema tersenyum, lalu mengusap pucuk kepala istrinya dengan lembut dan penuh kasih sayang, seolah memberikan kekuatan kepada istrinya, kemudian ia melepaskan seatbeltnya lalu memeluk istrinya dengan erat.
"Kamu pasti bisa melewati ini semua, kamu adalah wanita kuat dan tangguh," bisik Ema, kemudian ia mengecup kening Fika dengan dalam.
"Terimakasih, Papa," balas Fika terharu, lalu ia mengurai pelukannya dan mencium bibir suaminya yang seksih itu sekilas. Fika merasa menjadi wanita yang beruntung sedunia karena mempunyai suami yang sangat luar biasa baiknya dan juga sangat perngertian.
"Sama-sama, sayang," balas Ema, menundukan kepalanya ingin mencium bibir manis yang sudah menjadi candunya itu, tapi suara klakson yang beruntun membuat dirinya mengurungkan niatnya.
"Ah, sudah lampu hijau," ucap Ema terkekeh, sedangkan Fika menepuk lengan suaminya pelan.
Kemudian Ema memakai seatbeltnya lagi dan segera melajukan kendaraanya, menuju rumah mereka.
*
*
*
Sampai dirumah Fika dan Ema langsung mengistirahatkan diri di dalam kamar. Ema memeluk Fika dari belakang dan mengusap lembut perut besar itu dengan kasih sayang sembari merasakan pergerakan junior di dalam perut istrinya.
Sedangkan Fika memejamkan mata, merasakan kenyamanan yang sangat luar biasa jika berada di posisi seperti ini.
"Junior, aktif sekali," ucap Ema, tersenyum bahagia di balik punggung istinya.
"Karena dia senang jika tanganmu yang mengusap perut Mamanya," jawab Fika, masih memejamkan matanya.
"Benarkah?" dan Fika mengangguk pelan, sebagai jawaban.
"Ehm, tanganmu penuh kehangatan dan juga kelembutan, dia dapat merasakannya," jelas Fika, lalu ia membalikan badannya dan menatap suaminya itu penuh cinta.
Cup
Tanpa disangka Fika mengecup bibir suaminya sekilas.
Ema tersenyum manis, lalu menarik tengkuk istrinya dan langsung meraup bibir manis itu yang sejak tadi menggodanya.
"Aku lebih mencintai kamu dan Junior, sayang," balas Fika tersenyum, lalu menyosor bibir suaminya lagi dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
Keduanya berciuman dan saling memangg😚t lembut, menyalurkan rasa cinta dan kasih sayang yang tiada batasnya.
"Ugh," pekik Fika, saat tiba-tiba merasakan perutnya sakit, lalu ia melepaskan pagutan itu.
"Kenapa?" tanya Ema cemas, lalu ia mendudukan diri dan menyentuh perut istinya.
"Tadi sakit, tapi sekarang sudah tidak," jawab Fika.
"Kamu membuatku cemas, Yank," Ema menyugar rambutnya kebelakang.
"Arg, sakit lagi!" pekik Fika.
"Mana yang sakit?" tanya Ema lagi, dan mengelus perut istrinya berulang kali. "Sudah tidak sakit lagi," ucap Fika, lalu mendudukan diri.
"Jangan membuatku cemas, Yank!" kesal Ema, ia berfikir jika istrinya sedang bercanda.
"Tapi tadi memang terasa sakit," jawab Fika, ikut kesal.
"Kamu lagi nggak prank aku 'kan?" tanya Ema, dan Fika menggelengkan kepalanya pelan.
"Aku mau pipis, antar aku kekamar mandi," pinta Fika, dan Ema langsung membawa istrinya itu kekamar mandi.
"Yank, kanapa ada bercak darah di undewearku?" tanya Fika, dan Ema pun melihat darah tersebut.
"Kamu datang bulan?" Ema balik bertanya.
"Tidak tahu, tapi selama mengandung aku tidak mendapat tamu bulanan," jawab Fika, dengan raut wajah cemas, kemudian ia mengernyitkan keningnya dan wajahnya tampak kesakitan.
"Nue, perutku sakit lagi!"
"Jangan-jangan kamu mau melahirkan?!"
Junior mau launching kah?
Nggak semangat nih, ratingnya turun, likenya juga turun ðŸ˜.
Kasih likenya dong, please, emak butuh like dari kalian. Biar Maknya semangat lagi ngetiknya, ðŸ˜