Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
Diam dan nikmatilah


"Boleh nengokin junior, nggak?" Tanya Ema dengan suara seraknya.


"Jangan dulu, yank. Kata dokter kehamilanku masih rentan." Jawab Fika.


Bukan bermaksud menolak keinginan suaminya, akan tetapi ia hanya tidak ingin terjadi sesuatu dengan calon baby nya. Jujur ia juga sangat menginginkan hal itu, tapi ia tidak boleh egois bukan? Karena ada makhluk kecil yang bersemayam di dalam rahimnya dan harus di jaga sebaik mungkin.


Ema memejamkan matanya kemudian ia menarik tangannya yang sebelumnya sudah bermain di bagian inti istrinya itu. Gairahnya sudah mencapai ubun-ubun dan ia saat ini ia harus menahannnya karena ia juga tidak ingin egois dan tidak ingin calon anaknya celaka.


"Maaf, aku akan menahannya, karena yang terpenting saat ini adalah anak kita." Ucap Ema, tersenyum lalu mengecup kening istrinya.


"Iya, sabar ya." Balas Fika, ia mendongak dan menatap suaminya dengan lembut.


CUP


Fika mengecup bibir suaminya dengan lembut kemudian menyesapnya sesaat.


"Huh, kamu ingin menyiksaku ya." Gerutu Ema, kemudian melepaskan pelukkan Fika, lalu ia beranjak dari tempat tidur dan ingin menuju kamar mandi.


"He he hee, habis muka kamu lucu dan merah banget kalau lagi kayak gitu." Jawab Fika tergelak Ema hanya mendengus kesal saat mendengar ucapan istrinya itu.


Awas saja, jika kandungamu sudah kuat. Akan aku habisi kamu. Gerutu Ema dalam hati.


"Sayang kamu mau kemana?" Tanya Fika, saat melihat suaminya menuju beranjak dari tempat tidur.


"Mau pipis Enak." Jawab Ema, tersenyum nakal, kemudian Ema melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi.


Fika yang mendengar jawaban suaminya pun mengernyit heran dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kemudian Fika meraih ponselnya yang terletak diatas nakas. Lalu ia membuka ponselnya dan bertanya kepada Mbah Google tentang pipis enak?


"Aneh? Tidak ada yang menjelaskan tentang pipis enak?" gumam Fika, kemudian ia meletakkan ponselnya ke atas nakas lagi dan ia beranjak dari tempat tidur.


Karena rasa penasarannya sangat tinggi, ia pun berjalan menuju kamar mandi dan ingin melihat apa yang sedang di lakukan suaminya itu.


Saat sudah sampai di depan pintu kamar mandi, samar-samar ia mendengar suara astral dari dalam sana, dan kebetulan pintu kamar mandi terbuka sedikit akhirnya ia pun sedikit mengintip kedalam kamar mandi tersebut.


Betapa terkejutnya Fika, saat melihat apa yang sedang suaminya lakukan, bahkan ia sampai membekap mulutnya sendiri saat melihat hal tersebut. Tiba-tiba rasa bersalah menyeruak kedalam hatinya.


"Ya ampun, aku kejam sekali." Gumam Fika.


Dalam benak Fika, untuk saat ini suaminya bermain sendiri dan bagaimana nanti jika suaminya mencari kepuasan diluar sana atau jajan misalnya.


Tidak, tidak bisa dibiarkan. Batin Fika, sembari menggelengkan kepalanya berulang kali.


Tapi aku harus bagaimana? Batin Fika lagi, karena ia tidak mungkin memasukan si elang kedalam terowongannya.


"Coba tanya Mbah Google lagi." Gumam Fika, lalu berjalan menuju nakas dan mengambil ponselnya dan jarinya mulai berselancar di layar ponselnya itu.


"Ya ampun ternyata caranya seperti itu, apa aku bisa." Gumam Fika, kemudian ia meletakkan ponselnya lagi setelah mendapat jawabannya.


"Aku bisa pasti bisa, demi kesejahteraan rumah tangga." Gumam Fika, memantapkan tekadnya untuk membantu suaminya.


*


*


*


Sedangkan di dalam kamar mandi, Emanuel menengadahkan kepalanya keatas dan memejamkan matanya sembari membayangkan istrinya dan tangannya sendiri terus bergerak di bawah sana. Namun matanya terbuka dan membulat sempurna saat ia merasakan usapan lembut dibawah sana, kemudian ia menundukan kapalanya, dan betapa terkejutnya dia saat melihat istrinya sudah ada dihadapannya kemudian ia menjauhkan dirinya.


"Sayang, apa yang kamu lakukan?" tanya Ema terkejut.


"Biarkan aku membantumu." Ucap Fika, tersenyum lembut.


"Tapi—"


"Sttt, diam dan nikmatilah." Fika menempelkan jari telunjuknya di depan bibir seksih suaminya itu.


Dan Ema akhirnya mengangguk patuh dan tersenyum di dalam hati.


Aku jadi traveling🙈


Kasih dukungannya ya, please. 😘