Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
Terong belanda.


Setelah kepulang Ruri dan Jack, datanglah tamu yang sudah di tunggu-tunggu oleh semua orang termasuk para Readers.😆


Yup, siapa lagi kalau bukan keluarga Clark, keluarga yang harmonis namun penuh dengan kegesrekan, yang membuat siapa pun akan menggelengkan kepala jika melihat tingkah mereka yang super absud dan super gesrek.


"Aloha, semuanya," sapa Oma Airin, ketika masuk kedalam ruang rawat tersebut, sembari membawa karangan bunga yang sangat cantik dan di ikuti oleh, Xander, Jeje, Devan dan Raya, mereka sangat antusias ingin melihat anak Emanuel si pria gemulai.


Kedatangan keluarga Clark disambut hangat oleh keluarga Ema.


"Tidak perlu repot-repot seperti ini nyonya, sudah datang kesini saja suatu kehormatan bagi kami," ucap Rima, sembari menerima karangan bunga dari Oma Airin.


"Jangan sungkan seperti itu," jawab Oma Airin.


Rima mempersilahkan duduk keluarga Clark di sofa yang ada diruangan itu.


"Hai, Hot Opa?" sapa Raya ketika melihat Bondan. Mata Raya beberapa kali mengerling nakal kepada Bondan, membuat Devan kebakaran jenggot.


Sedangkan Bondan langsung berpindah duduk karena ia merasa rikuh sendiri.


Xander langsung melingkarkan tangannya di pinggang Jeje dengan erat, ia takut jika istrinya itu terpesona dengan ketampanan Bondan.


"Daddy apa sih? Lepas!" kesal Jeje tertahan.


"Tidak, kau ingin menggoda pria bertato itu 'kan!" balas Xander tidak kalah kesal.


"Ih, kenapa jadi julid begitu sih?" Jeje memanyunkan bibirnya.


"Bibirnya di kondisikan!" bisik Xander sensual. Jeje langsung mempoutkan bibirnya ketika mendengar bisikan itu.


"Burung hantu, mana putramu? Aku tidak sabar menggendongnya," ucap Raya, kepada Ema.


"Iya, aku juga tidak sabar ingin melihat hasil jungkat-jungkitmu setiap malam," ucap Oma Airin tidak berfilter.


"Mom!" Xander mengingatkan.


"Apa? Kenapa? Mommy mengatakan apa adanya," jawab Oma Airin, selalu ingin menang sendiri berbicara dengan putranya.


"Sudah jangan ribut! Ini lihatlah bibit unggulku," jawab Ema bangga, sembari menggendong Arjuna dan menyerahkan kepada Raya.


"Oh! My God! Kenapa anakmu sangat tampan sih? Ya ampun boleh aku bawa pulang?" tanya Raya, sembari mencium kedua pipi arjuna dengan gemas. Dan detik selanjutnya Bayi mungil itu menjadi rebutan keluarga Clark.


"Gendong boleh tapi jangan di bawa pulang," jawab Ema, membuat semua orang disana tergelak.


"Tidak!" jawab Raya dan menatap sebal suaminya.


"Kalian ini seperti sedang bermusuhan?" tanya Ema, menatap Devan dan Raya bergantian.


"Biasa, gara-gara pepaya gantung," celetuk Jeje, lalu tergelak keras.


"Mami!" kesal Devan, kepada Jeje.


"Kalau begitu biar adil, si mulut pedas gantian melihat terong gantung,"saran Ema, menyesatkan.


"Burung hantu!" Devan menatap tajam Ema tapi yang ditatap malah menjulurkan lidahnya, meledek.


"Saran yang bagus tuh, nanti aku akan mencari terong belanda yang super besar," jawab Raya, menatap sebal suaminya.


"Sayang!" rengek Devan.


"Hih, kau menjijikan sekali," umpat Oma Airin, ketika melihat Devan merengek seperti anak kecil.


Xander menggeleng pelan ketika melihat keluarga absurdnya.


Setelah berdebat sebentar dan berbincang hangat, keluarga Clark akhirnya pamit pulang karena mereka tidak bisa berlama-lama dirumah sakit.


Tidak lupa Devan dan Xander memberikan hadiah untuk Arjuna berupa cek sebesar 500 juta untuk biaya pendidikan Arjuna kelak, bukan bermaksud menghina akan tetapi mereka ingin menyiapkan sejak dini dan ingin yang terbaik untuk Arjuna.


Tentu hal baik itu diterima Ema dan keluarga, mereka juga tidak hentinya mengucapkan terimakasih kepada keluarga Clark.


"Kalau ada apa-apa hubungi aku," pesan Xander, sebelum pamit.


Dan Ema mengangguk dan terharu dengan sikap baik dan rendah hati keluarga Clark.


Udah di kabulin permintaan kalian yah, bayar pakai like.


Dan jangan lupa dukung terus karya Emak ya, sayang-sayangku😘


Mampir ke karya Emak yang baru


OH! My Bodyguard