
"Hug and kiss me," pinta Fika, dengan manja lalu merentangkan kedua tangannya. Ema terkekeh pelan dan juga merasa terharu dengan tingkah istrinya yang sangat menggemaskan itu. Inilah yang sangat dirindukan olehnya, sikap istrinya yang kekanakan dan juga manja ketika bersamanya.
Ema menundukan badannya dengan pelan lalu mengecup bibir manis yang sudah lama tidak ia rasakan itu dengan sangat lembut dan salah satu tangannya menekkan tengkuk Fika.
Fika memejamkan matanya saat ciuman hangat itu berlabuh ke permukaan bibirnya. Ia merasakan ciuman itu terasa sangat nyata apalagi deru nafas hangat Ema sangat terasa menerpa wajahnya.
Apa ini mimpi? Tapi kenapa terasa sangat nyata? Batin Fika. Ketika ia merasakan sesapan lembut di bibir atas bawahnya bergantian.
Ema melepaskan tautannya itu, kemudian ia tersenyum dan mengusap bibir istrinya yang basah dengan ibu jarinya. "I love u," bisik Ema dengan sangat lembut, tepat di depan bibir istrinya.
Fika perlahan membuka matanya, dan ia pun tersenyum ketika melihat wajah suaminya sangat dekat dengan wajahnya. Tapi senyuman itu hanya beberapa saat, dan raut wajahnya berubah menjadi terkejut.
Ini nyata! Batin Fika, semakin melebarkan matanya.
"Nue?!" pekik Fika, lalu mendorong dada Ema dengan kuat, hingga membuat suaminya itu terjatuh diatas lantai.
BRUK
"Aww!" pekik Ema, sembari memegangi pinggang dan juga kakinya yang masih sakit itu.
"Oh, astaga!" Fika langsung bangkit dari tempat tidur dan membantu suaminya berdiri lalu mendudukannya di tepian tempat tidur.
"Aduh, sakit sekali kakiku ini," keluh Ema, dengan raut wajah yang sangat kesakitan.
"Maaf, aku terkejut dan aku pikir tadi itu hanya mimpi," jelas Fika penuh rasa bersalah dan juga sangat cemas dengan keadaan suaminya. "Apa sangat sakit?" tanya Fika, sembari mengusap-usap kaki kiri suaminya yang berbalut celana jeans panjang berwarna hitam.
"Ya, sangat sakit sekali. Rasanya aku ingin mati saja," jawab Ema, sembari menatap wajah istri dari samping, yang sedang mengusap kakinya. Ada kebahagiaan tersendiri ketika melihat Fika mencemaskan keadaannya.
Fika menoleh dan menatap suaminya dengan mata yang berkaca-kaca. "Maaf, aku benar-benar tidak sengaja tadi. Jangan mati dan jangan tinggalkan aku," pinta Fika, dengan wajah yang terlihat sendu.
Ema tersenyum, lalu menarik kedua tangan istrinya yang masih bertengger di kaki kirinya. "Apa kamu takut kehilangan aku?" tanya Ema lembut, lalu menarik Fika kedalam dekapan hangatnya.
Fika mengangguk pelan dan ia tidak kuasa untuk menahan air matanya lagi.
"Lalu kenapa kamu tidak pernah menemuiku? Apa kamu tidak tahu, betapa rapuhnya aku tanpa dirimu?" tanya Ema, walaupun ia sudah tahu alasan istrinya tidak menemuinya dari Bondan dan Rima, akan tetapi ia ingin mendengar dari bibir istrinya sendiri.
Pletak
Ema menyentil kening istrinya dengan sangat keras, karena ia gemas sendiri lantaran Fika berani berbohong kepadanya.
"Sakit!" rengek Fika, sembari mengusap keningnya.
"Itu akibatnya karena kamu sudah berani berbohong kepadaku! Aku sudah tahu semuanya," ucap Ema, lalu mencium kening Fika dengan lembut.
"Semuanya?" beo Fika, dan Ema mengangguk lalu memeluk istrinya dengan erat.
"Ya, Ayah dan Mami sudah menceritakan keadaanmu. Sayang, maafkan aku, karena akulah kamu harus mengalami masa sulit itu," ucap Ema dengan penuh sesal lalu ia megurai pelukannya dan menciumi wajah istrinya dengan sangat gemas.
"Aku juga minta maaf, karena terlalu egois dan tidak mengerti perasaanmu waktu itu," balas Fika, merasa sangat bersalah.
"Jadi sekarang kita baikan?" tanya Ema, bahagia.
"He'em," jawab Fika, mengangguk pelan. Lalu memeluk suaminya dengan erat. "Aku sangat merindukanmu."
"Sama, aku juga sangat merindukanmu dan juga junior," balas Ema, sembari mengusap perut istrinya yang buncit itu.
"Junior sehat dan sudah sangat aktif sekarang," jawab Fika lalu mengurai pelukannya.
"Benarkah?" tanya Ema, dan diangguki Fika.
"Tapi, dia tidak bergerak?" ucap Ema lagi, dan terus mengelus istrinya. Ia sangat penasaran dan ingin merasakan pergerakan anaknya yang masih di dalam kandungan istrinya.
"Ehm, mungkin dia pengen di jenguk papanya," bisik Fika, lalu menundukan wajahnya malu.
"Nakal ya sekarang."
Sudah ada manis-manisnya sekarang, 🤭❤
Terimkasih semua yang selalu mendukung karya Emak yang gesrek ini. Jangan lupa dukung terus karya Emak ya, dan sedikit info juga My sexy old man 2 akan rilis ya dengan judul OH! My bodyguard, untuk yang mau lihat video teasernya bisa lihat di IG emak ya,, love you all. ❤