Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai
Mencurigakan!


"Hu hu hu, ya amidong putraku yang paling tampan dan gagah. Kamu berkelahi dengan siapa? Lihat wajahmu jadi bonyok begitu." Rima menangisi putranya yang sedang di obati oleh Fika di ruang keluarga.


"Hih, Mami lebay." Ucap Ema, sembari meringis kesakitan saat luka lebam di wajahnya di olesi salep oleh Fika.


"Luka seperti itu hanyalah luka kecil untuk ukuran seorang pria." Bondan menimpali dan menatap kesal besannya.


"Eh, Bon-bon ini pasti kamu 'kan yang mengajari putraku berkelahi!" Sungut Rima dan menatap tajam pria bertato yang tengah bertelanjang dada itu.


"Bela diri bukan berkelahi, Bodoh! Lagian aku bangga dengan menantuku karena ia rela babak belur demi melindungi istri tercintanya." Ucap Bondan, mencibir besannya sekaligus memuji menantunya.


"Dasar menyebalkan!! Kamu memang tidak pernah berubah ya!" Sungut Rima dan menatap pria gagah yang bertato itu.


"Sudah, sudah!! Kalian ini kalau berkumpul bertengkar terus, sebenarnya kalian ini ada hubungan apa sih?" Tanya Fika, penuh keheranan.


"TIDAK ADA!" Jawab Bondan dan Rima kompak.


Ema menyipitkan matanya lalu menatap ibunya dengan intens.


"Eh, Nue! Jangan menatap Mami seperti itu. Ayo sekarang ceritakan sama Mami, bagaimana kamu bisa seperti ini." Ucap Rima, tersenyum kaku untuk mengalihkan pembicaraan.


Sedangkan Bondan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, lalu segera berlalu dari ruang keluarga itu menuju kamarnya untuk membersihkan diri.


"Mereka mencurigakan." Bisik Fika dan diangguki Ema.


"Biarkan saja, nanti kita cari tahu sendiri." Balas Ema, masih berbisik.


"Kalian malah berbisik, ayo sekarang cerita sama Mami." Ucap Rima lagi, membuat Ema mendengus kesal kemudian ia menceritakan kronologisnya dari awal sampai akhir.


"Ya ampun, jadi pria itu menyukai menantu Mami yang paling cantik ini?" Tanya Rima tidak percaya.


"Kenapa kamu malah membawanya kerumah sakit! Harusnya kamu bejek dia dan jadikan kunyit asam!" Lanjut Rima, dengan perasaan kesal sembari meremat tangannya sendiri dengan gemas.


"Sudahlah, Mam. Aku tidak sejahat itu." Ucap Ema, lalu di sambut pelukan oleh istrinya.


"Kamu yang terbaik, sayang." Ucap Fika, mengeratkan pelukannya.


"Uh, kalian ini romantis sekali sih, jadi ingat sama seseorang." Ucap Rima, menatap anak dan menantunya itu dengan berbinar.


"Seseorang?" Beo Ema, dan berhasil membuat Rima salah tingkah.


"He he he, itu mendiang Papi kamu." Jawab Rima, tersenyum canggung dan Ema pun menganggukan kepala bertanda jika ia percaya dengan ucapan ibunya.


"Hari ini kamu tidak perlu masak ya, biar Mami saja yang masak. Ah, Mami permisi dulu ke dapur." Ucap Rima, lalu segera beranjak dari duduknya.


"Entah, bukan urusan kita. Yang terpenting sekarang beri aku vitamin, biar aku cepat sembuh." Ucap Ema, manja dan memonyongkan bibirnya.


"Nggak!!" Tolak Fika, dan mengurai pelukkannya. Namun gerakannya tertahan saat Ema menarik kedua tangannya lagi.


"Tidak ada penolakan, sayang." Ucap Ema, menyeringai licik dan salah satu tanganya sudah merambat naik hingga menyentuh tengkuk Fika.


"Nue! Kamu sekarang kenapa sangat mengerik—


Cup


Perkataan Fika terhenti saat benda kenyal itu menempel di permukaan bibirnya. Ema tersenyum di sela ciumannya kemudian ia memejamkan matanya dan menekan tengkuk Fika untuk memperdalam ciumannya.


Begitu pula Fika yang kini sudah larut dalam buaian ciuman dan permainan lidah suaminya itu. Hingga menimbulkan suara decapan yang memecah kesunyian di ruang keluarga itu.


*


*


*


*


Sedangkan Rima yang ingin kembali keruang keluarga mengurungkan niatnya.


"Ya ampun, mereka sangat Hot sekali." Gumam Rima, sembari menangkup wajahnya yang bersemu merah karena melihat adegan live di depan matanya.


"Dasar pengantin baru tidak tahu tempat!!" Sungut Bondan, lalu berjalan menuju dapur dan disana ia melihat Rima sedang duduk di meja makan sembari berguman tidak jelas.


"Ada apa?" Tanya Rima, saat mendengar Bondan mendumel.


"Tidak ada apa-apa." Jawab Bondan, lalu mengambil botol yang berisi air dingin dari dalam kulkas kemudian ia menenggak air tersebut dengan cepat.


Rima sampai tidak berkedip saat melihat Bondan meminun air dari botol tersebut dengan gaya yang yang sangat keren, apalagi saat ini Bondan masih bertelanjang dada memperlihatkan otot di tubuhnya yang kekar di tambah tato yang memenuhi tubuhnya itu menambah kesan sexy dan Hot.


Ya ampun, aku tidak kuat. Batin Rima, lalu memalingkan wajahnya.


Ada hubungan apa sih, Ayah sama Mami?


Aku penasaran deh, 😂


Kasih dukukangan semampu kalian yak, nanti Emak usahakan untuk crazy up. 😘